Hellblade Tembus 500 Ribu Kopi, Mulai Raih Keuntungan

Reading time:
November 23, 2017

Beberapa mencintai apa yang ia tawarkan, namun tidak sedikit pula yang merasa bahwa pendekatan “seni” yang ia usung tidak lantas menutupi beragam kekurangan yang masih kentara. Benar sekali, kita tengah berbicara soal game action dari Ninja Theory – Hellblade: Senua’s Sacrifice. Setelah kesuksesan yang mereka raih lewat beberapa produk seperti Heavenly Blade dan reboot kontroversial – DmC, Ninja Theory memang “berjudi” dengan Hellblade, menempuh strategi unik yang begitu berani. Mereka berusaha meracik sebuah game AAA indie, sebuah pengalaman game berkualitas tinggi yang tidak lagi didanai oleh uang publisher raksasa. Berita baiknya? Strategi ini terbukti berhasil.

Hal inilah yang disampaikan oleh Ninja Theory lewat video terbaru mereka – “Dev Diary 30” yang memberikan update singkat soal apa yang terjadi di dalam studio setelah game ini dilepas ke pasaran. Mengaku sempat khawatir di awal rilis, apalagi setelah kontroversi permadeath yang terbukti salah, Ninja Theory lega bahwa Hellblade berakhir sukses.

Hellblade jagatplay 114 600x338 1
Lewat video terbaru mereka, Ninja Theory membicarakan kesuksesan Hellblade.

Dari sisi penjualan, dengan angka yang hampir mencapai 500 ribu kopi, mereka mengaku sudah balik modal. Penjualan setelah tiga bulan rilis ini akhirnya akan mulai dihitung sebagai keuntungan yang langsung masuk ke kantong studio asal Inggris ini. Padahal, mereka sempat mempredikiskan bahwa angka balik modal ini baru akan terjadi 9 bulan setelah rilis. Namun bagi Ninja Theory, kesuksesan tertinggi mereka anggap terletak pada peningkatan kesadaran terkait penyakit psikologis itu sendiri. Hal yang menyentuh dan mengubah hidup beberapa gamer, secara personal. Mereka juga ingin menjadi contoh bagi studio lain yang ingin menempuh strategi yang sama di masa depan.

Hellblade saat ini tersedia untuk Playstation 4 dan PC, dengan Unreal Engine 4 yang memesona sebagai basis. Ia juga dinominasikan untuk beragam kategori penghargaan The Game Awards 2017 yang prestisius. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang menikmati game yang satu ini?

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…