10 Game Keren yang Butuh Mode Battle-Royale ala PUBG!

Reading time:
January 9, 2018
  1. Armored Core

armored core 600x338 1

Mengapa hanya harus manusia saja? Pernahkah Anda membayangkan betapa kerennya sebuah game battle-royale yang menuntut Anda untuk melewati proses looting dan bertahan hidup dengan sebuah karakter robot? Bahwa pertempuran di daerah urban futuristik ini tidak hanya sekedar berhubungan dengan sekedar kematian dan nyawa, tetapi juga usaha untuk merusak atau menonaktifkan beberapa bagian tubuh di robot yang otomatis akan langsung mempengaruhi performa mereka saat bergerak dan bertempur. Sulit rasanya untuk tidak tergoda dengan potensi “mode PUBG” yang sebenarnya bisa diadaptasikan oleh game-game seperti ini, apalagi jika ia punya kualitas visualisasi dan detail yang memesona. Bunyi senapan mesin raksasa, roket yang terbang kesana-kemari, dan mesin dengan partikel elektrik yang terus berbunyi bising tanpa ada kesempatan untuk diperbaiki.

  1. The Typing of the Dead: Overkill

the typing of the dead

Dari semua pilihan yang diambil JagatPlay di toplist kali ini, ini mungkin pilihan yang teraneh. Namun untuk alasan yang tidak jelas, memang sulit untuk membuangnya begitu saja dari pikiran kami. Bayangkan, sebuah skenario ala game PUBG dengan konsep yang sama, namun dari perspektif orang pertama di sebuah dunia yang punya tema post-apocalyptic. Namun alih-alih menghabisi satu sama lain dengan senjata, Anda harus mengetik sebuah kalimat atau sebuah huruf tidak punya makna di atas player yang hendak Anda bunuh. Tulisan ini akan secara konsisten hadir di atas kepala karakter, namun punya ukuran yang membuatnya hanya bisa dibaca jelas jika Anda berada di jarak tertentu. Proses looting tentu tidak akan memberikan Anda senjata dan sejenisnya, tetapi keuntungan dari sistem ketik huruf seperti ini. Item pertahanan mungkin bisa membuat Anda mendapatkan huruf ekstra, sementara item menyerang bisa membuat Anda melihat lewat proses zoom untuk menargetkan pemain yang jaraknya cukup jauh, dan sejenisnya. Di sisi lain, ini seharusnya juga akan kian membuat kemampuan ketik cepat Anda semakin matang.

  1. Mario Kart

mario kart dlc4

Sama seperti kasus pilihan kami sebelumnya, Battle-Royale yang berisikan 100 orang yang saling bertempur di saatu arena yang sama sebnenarnya bukanlah sebuah konsep yang terdengar “eksklusif” hanya untuk game FPS atau TPS saja. Karena jika ahrus dibayangkan, game-game racing fun dengan kemampuan bertarung seperti Mario Kart, sebenarnya punya potensi untuk tampil jauh lebih gila dan menyenangkan di saat yang sama. Nintendo tinggal menghadirkan sebuah arena super luas yang penuh jebakan jatuh dan jalan berliku yang akan langsung membunuh secara instan siapapun yang jatuh. Proses eliminasi berikutnya akan bergantung pada kotak-kotak tanda tanya yang tersebar di arena luas ini untuk memberikan Anda senjata-senjata yang dibutuhkan untuk menghabisi musuh yang lain. Item-item pertahanan seperti shield atau sekedar jamur untuk mempercepat kendaraan juga bisa didapatkan.

  1. Ace Combat

ace combat 7 600x338 1

Anda yang sempat mendengar teknologi baru yang hendak diimplementasikan oleh Project Aces dan Bandai Namco di seri Ace Combat terbaru tentu tidak bisa memungkiri bahwa sudah saatnya, game ini punya mode multiplayer kompetitif di dalamnya. Benar sekali, tidak sekedar bertarung membabi-buta, Ace Combat 7 sempat mengklaim bahwa Anda kini bisa bersembunyi atau bertempur melewati awan-awan yang kini, akan mempengaruhi physics di dalamnya. Sekarang bayangkan sebuah arena super luas yang memungkinkan setidaknya 50 pesawat untuk terjun langsung di dalamnya, dan saling menghabisi satu sama lain. Tentu saja, mengikuti game battle-royale pada umumnya, senjata dan sistem pertahanan bisa didapatkan lewat proses looting beragam ikon yang tersimpan di dalam begitu banyak awan tebal yang ada. Sisanya, hanyalah bersenang-senang dengan pertempuran yang bukan tak mungkin, berakhir gila dan menegangkan.

Tags:

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…