Preview Dynasty Warriors 9: Sebuah Seri Eksperimen!

Reading time:
February 14, 2018
Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 1

Eksis selama belasan tahun dengan basis fans yang fanatik, memang cukup menakjubkan melihat game “sesederhana” Dynasty Warriors dari Omega Force dan Koei Tecmo bisa bertahan begitu lama. Ketika game-game lain mulai tumbuh untuk menawarkan sesuatu yang lebih kompleks dari gameplay atau kaya dari sisi cerita, ia tetap bertahan dengan sebuah genre yang disebut sebagai “Musou” – sebuah game action yang memosisikan Anda sebagai karakter over-powered yang dengan mudahnya mampu membabat ratusan hingga ribuan pasukan musuh dalam waktu singkat. Semuanya tetap dibalut dengan setting Sam Kok sebagai basis, walaupun secara konsisten, karakter baru diperkenalkan. Namun kita semua mengerti tampaknya, begitu juga Koei Tecmo, bahwa franchise ini butuh berubah secara signifikan agar bisa tampil tetap relevan. Sebuah tantangan yang mereka jawab dengan dua kata di seri terbaru – Dynasty Warriros 9: Open-world.

Kesan Pertama

Sejak diperkenalkan pertama kali lewat serangkaian screenshot dan video, open-world memang menjadi salah satu daya tarik utama yang berusaha dijual Koei Tecmo dan Omega Force untuk Dynasty Warriors 9. Bahwa mereka mengklaim akan menghadirkan dunia luas dan beragam landmark Tiongkok sebagai “arena bermain” untuk Anda jelajahi. Menjajalnya secara langsung, impresi kami tidak begitu positif dengan apa yang hendak mereka tawarkan. Di beberapa jam awal permainan, setidaknya di mode cerita yang kami jajal, ia lebih terasa seperti sebuah seri eksperimen yang memaksakan sesuatu yang baru, namun gagal menguji dan memastikannya sebagai bagian dari pengalaman baru yang esensial. Karena percaya atau tidak, kami tidak merasakan kontribusinya dalam porsi yang signifikan.

Dari sisi gameplay, ini tetaplah game action yang memungkinkan Anda untuk menghabisi ribuan pasukan, yang kini tentu saja tersebar di dunia yang lebih luas. Performa konsol dan PC yang lebih kuat memungkinkan lebih banyak unit di satu layar, menghasilkan sensasi perang dalam skala yang lebih besar. Namun sebagai konsekuensinya, Anda harus “membayar”nya dengan kestabilan framerate yang turun cukup drastis, bahkan di versi Playstation 4 Pro sekalipun. Masalah terbesarnya ada pada konsep open-world yang tak banyak berkontribusi pada keseruan bermain Anda. Dunia luas yang kosong dan tidak menyediakan reward yang cukup untuk mendorong proses eksplorasi meninggalkannya tidak lebih sebagai ruang yang harus Anda tempuh untuk bergerak dari satu misi utama ke misi utama yang lain, dan tidak lebih. Kita berbicara soal kebebasan untuk mengabaikan ratusan pasukan musuh apapun yang Anda temui, dan hanya mengejar target utama saja. Hasilnya? Adalah sebuah desain yang terasa lebih banyak, berakhir sia-sia.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, apalagi mengingat cukup banyaknya karakter yang harus dibuka berdasarkan faksi yang diusung masing-masing dan terbagi ke dalam chapter yang berbeda, izinkan kami melemparkan segudang screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas soal apa itu Dynasty Warriors 9. Kill everyone!

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 7 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 26 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 44 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 55 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 74 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 177 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 88 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 105 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 114 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 140 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 146 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 169 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 174 Dynasty Warriors 9 part 1 jagatplay 190
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…