Masalah Lootbox, Dua Publisher Game KorSel Didenda 13 Miliar Rupiah

Reading time:
April 10, 2018
sudden attack

Lootbox, berapa banyak dari Anda yang punya pandangan positif terhadap sistem yang memang tengah populer di industri game ini? Jika dieksekusi dengan manis, beberapa gamer memang tidak akan berkeberatan dengan cara publisher / developer untuk mendulang sedikit uang ini. Permasalahannya? Ada begitu banyak game di luar sana yang kemudian mengaitkannya dengan gameplay, yang tentu saja, mencederai keseluruhan pengalaman yang ada. Salah satu kebijakan terburuk dari lootbox juga adalah keterbukaan informasi soal kesempatan untuk mendapatkan setiap item yang ada, kosmetik sekalipun. Hal yang akhirnya membuat dua publisher game raksasa Korea Selatan – Nexon Korea dan Netmarble harus bersiap membayar total, 13 Miliar Rupiah.

Alasannya? Mereka tidak jujur soal item di dalam lootbox itu sendiri. Di game milik Nexon – Sudden Attack, terdapat sebuah lootbox berisikan 16 buah item acak yang jika dikumpulkan, akan menghadirkan keuntungan tersendiri. Nexon menyebut bahwa setiap 16 item ini akan didistribusikan lewat persentase kesempatan yang sama. Gamer yang penasaran menguji hal tersebut dan menemukan Nexon berbohong karena salah satu item tersebut “hanya” punya kesempatan 0,5% untuk didapatkan. Hal yang sama juga terjadi dengan NetMarble dan game mereka yang berjudul “Monster Taming”. Menyebut salah satu item di dalam lootbox punya RNG drop di bawah 1 persen, item tersebut ternyata HANYA punya kesempatan untuk jatuh sekitar 0,0005 persen.

monster taming
Dianggap berbohong soal persentase drop lootbox, dua publisher game di Korea Selatan – Nexon dan Netmarble didenda.

Korean Fair Trade Commision langsung “menghajar” kedua publisher game ini dengan tuduhan manipulasi konsumen dan meminta masing-masing publisher, Nexon Korea dan NetMarble, untuk membayar USD 884.000 dan USD 42.000. Netmarble menerima tuduhan tersebut dan minta maaf pada user yang sudah dirugikan, sementara Nexon tetap bersikukuh dengan sistem mereka. Nexon beralasan bahwa mereka menyebut bahwa RNG item-item ini bersifat acak dan tidak pernah sekalipun mengklaim bahwa kesempatannya akan rata di 16 item yang ada. Belum jelas kelanjutan untuk pertarungan antara Nexon melawan badan resmi ini.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang sempat mencicipi game berbasis lootbox dan merasa tercurangi?

Source: Viralriff

Load Comments

PC Games

August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…