10 Video Game dengan Mekanik Gameplay Paling Inovatif!

Reading time:
May 21, 2018

Inovasi adalah sebuah pencapaian yang sulit. Menemukan sesuatu yang baru dan berbeda, yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, namun tetap mengusung sebuah kualitas yang membuatnya memorable atau bahkan, dipuja-puji bukanlah perkara yang mudah. Beberapa hadir sebagai ide original, namun beberapa yang lain merupakan penyempurnaan dari sebuah ide yang sudah ada sebelumnya, namun dalam kapasitas yang jauh lebih baik. Inovasi seringkali melahirkan imitasi, dimana developer berupaya untuk menawarkan konten yang serupa, namun kini dalam bentuk berbeda baik dari sisi cerita, karakter, ataupun dunia itu sendiri. Tetapi tidak jarang pula Anda menemukan bahwa ada beberapa inovasi ini yang bahkan berujung tidak bisa ditiru siapapun.

Lewat energi kreatif yang diperlihatkan oleh developer, ada banyak inovasi yang muncul. Beberapa mengemuka lewat pendekatan presentasi visual yang tiada duanya, yang lain mengkombinasikan suara ke dalam gameplay, sementara tidak sedikit yang mengusung konsep permainan yang berujung mengkolaborasikan begitu banyak genre di satu ruang yang sama dan keluar dengan satu sensasi gameplay baru yang berbeda. Satu yang pantas dibanggakan adalah fakta bahwa banyak developer dan publisher di luar sana yang tidak berhenti berusaha menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda, terutama via gameplay. Namun dari semua yang sempat ditelurkan di beragam generasi yang ada, ada beberapa yang menurut kami pantas mendapatkan apresiasi lebih.

Lantas, dari semua inovasi yang sempat dihadirkan developer / publisher di aspek gameplay, mana yang menurut kami pantas menyandang predikat sebagai yang paling inovatif? Inilah versi JagatPlay:

  1. Shadow Moses Dream (Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots)

Ada alasan mengapa nama Hideo Kojima begitu dipuja-puji sebagai salah satu developer dengan ide “tergila” dan kualitas yang pantas diacungi jempol. Ada begitu banyak inovasi yang ia luncurkan untuk membuat lelucon meta, seperti membuat karakter sekelas Psycho Mantis bisa membaca isi memory card Anda misalnya, atau bagaimana ia berhasil merahasiakan kehadiran sepenting Raiden sepenuhnya dari press selama proses promosi Metal Gear Solid 2: Sons of the Liberty. Namun jika berbicara soal satu inovasi super keren yang ia hadirkan adalah ketika kita kembali mengunjungi Shadow Moses di MGS 4. Muncul sebagai mimpi Snake, Anda tiba-tiba dilempar ke seri Metal Gear Solid pertama dimana Anda menginfiltrasi Shadow Moses untuk pertama kalinya, lengkap dengan presentasi visual dan suara dari era tersebut. Mengejutkan dan terbukti sebagai trolling yang sukses, Snake bangun dari tidurnya.

  1. Sarcrifice Your Save Data (NieR: Automata)

Seperti halnya Hideo Kojima, nama Yoko Taro juga semakin naik daun ketika developer dengan sifat dan gaya eksentrik ini mencapai sukses besar lewat proyek teranyarnya – NieR: Automata. Bahwa di balik desain karakter super sensual yang ditawarkan, game ini ternyata memuat begitu banyak kegilaan, dari cerita yang gelap dan penuh filosofi soal kemanusiaan, hingga sekedar mekanik gameplay itu sendiri. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa di akhir permainan, ketika Anda didorong untuk menghadapi serbuan musuh yang banyak, Anda akan menemukan bala bantuan yang secara konsisten membantu Anda mengatasinya. Semuanya berubah ketika Anda mengetahui bahwa semua “bala bantuan” ini ternyata datang dari user lain yang harus mengorbankan save data mereka, menghapusnya secara total, agar bisa membantu perjalanan yang lain. Ketika pertanyaan itu dilontarkan kepada Anda, apakah Anda siap membantu gamer lain dengan mengorbankan save data Anda secara keseluruhan, pertanyaannya membutuhkan salah satu jawaban “tersulit” di sepanjang hidup kami sebagai gamer.

  1. RPG Shooter (Mass Effect)

Apa itu RPG? Jika Anda bertanya kepada sebagian besar gamer, sebelum Mass Effect hadir di Xbox 360 kala itu, maka jawaban mereka akan mengacu lebih banyak ke konsep dasar yang ditawarkan oleh Dungeons and Dragons. Untuk RPG racikan developer barat, ia selalu berisikan pertempuran pedang, sihir, panah, melawan monster-monster besar yang menyeramkan. Namun di tangan Bioware, konsep “RPG” itu justru dilebur ke dalam sebuah game third person shooter yang fantastis. Tidak sekedar membuat peluru Anda kini mengeluarkan damage yang jelas dengan HP musuh yang terlihat berkurang, karakter juga punya barisan skill khusus dan kelas karakter yang spesifik untuk menunjang gameplay Anda. Konsep yang kemudian diikuti oleh banyak game-game kompetitor selanjutnya.

  1. School Life (Persona 3 – 5)

Pernahkah Anda mendengar usaha seorang developer untuk mengejar kata “realistis” di dalam sebuah konsep JRPG yang seringkali berujung menjadi game fantasi? Bahwa konsep ini tidak lagi tertutup pada usaha untuk menyelamatkan dunia dari ancaman apapun, tetapi juga soal membagi hidup antara menjadi seorang pahlawan dan menjadi seorang manusia biasa, dimana di sini, dimana Anda berperan sebagai anak sekolah yang seharusnya. Daya tarik tersebut lah yang ditawarkan oleh Atlus dan dieksekusi sempurna selama beberapa seri terakhir Persona. Ia menangkap kompleksitas hidup sebagai seorang remaja di Jepang, yang tidak hanya dipenuhi aktivitas bersosialisasi saja, tetapi juga butuh membagi waktu antara belajar super giat atau justru mencari pekerjaan magang untuk mencari uang tambahan. Semuanya dipadatkan dengan fakta bahwa ada sumber ancaman yang juga harus Anda atasi dalam waktu terbatas.

Tags:

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…