Trolling, Yoko Taro Jawab Tantangan Desain Karakter “Seksi” SINoALICE

Reading time:
May 2, 2018
sinoalice

Semakin kuat sebuah armor untuk karakter wanita di game RPG, semakin seksi ia terlihat. Ini adalah salah satu logika paling absurd yang bisa Anda temukan di industri game. Di luar logika yang memang tidak masuk akal, namun kebiasaan ini setidaknya membuat gamer yang sebagian besar pria punya “pemandangan ekstra” yang memanjakan mata. Lagipula sebagian besar armor terbuka ini juga hadir dengan desain yang pantas untuk diacungi jempol. Permintaan ini pulalah yang dikemukan oleh para fans game mobile racikan Square Enix dan otak NieR: Automata, Yoko Taro – SINoALICE. Tantangan yang akhirnya dijawab oleh developer super eksentrik tersebut.

Para fans meminta desain pakaian yang lebih terbuka karena pandangan umum yang menyakini bahwa game-game RPG berbasis gacha seperti SINoALICE ini, baru akan laku di pasaran jika karakter wanitanya punya pakaian super seksi dengan bagian tubuh yang terlihat menggoda. Yoko Taro menerima tantangan ini dan menghadirkan desain kostum baru “Cleric” untuk karakter bernama Dorothy.

dorothy sinoalice
Desain default Dorothy.
yoko taro sinoalice
Desain “seksi” Dorothy dari Yoko Taro.

Melakukan aksi trolling yang sepertinya sudah melekat pada dirinya, ia justru melakukan hal sebaliknya. Alih-alih membuat Dorothy makin seksi, kostum baru ini justru menutupnya dengan armor bawah laut ala Bioshock. Yang terlihat dari Dorothy hanyalah wajah dan ragam senjata barunya. Kostum ini tidak memperlihatkan sedikit pun kulit ataupun bagian tubuh Dorothy.

Tentu saja, aksi Yoko Taro ini memancing reaksi beragam di Twitter resminya. SINoALICE sendiri tersedia di perangkat mobile berbasis Android / iOS di pasar Jepang, tanpa ada informasi soal apakah ia akan tersedia di pasar Barat atau tidak. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah game gacha seperti ini memang butuh karakter wanita dengan desain super seksi?

Source: Siliconera

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…