JagatPlay di E3 2018: Menjajal Call of Duty – Black Ops 4!

Reading time:
June 19, 2018
COD Black Ops 4 E3 2018 jagatplay 5

Pendekatan penuh resiko, ini mungkin kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang berusaha dilakukan Activision dan Treyarch dengan seri terbaru Call of Duty untuk tahun 2018 ini – Call of Duty: Black Ops 4. Tidak hanya pemilihan angka yang aneh lewat angka “IIII” yang di format penulisan Romawi tentu saja keliru, tetapi juga berangkat dari fakta bahwa ini akan jadi seri yang memang hanya akan menawarkan mode multiplayer saja. Benar sekali, tidak ada mode single-player campaign yang notabene menjadi salah satu kekuatan utamanya di setiap seri. Permainan berfokus pada ragam mode multiplayer, termasuk battle-royale dan kooperatif yang sayangnya tidak mereka pertontonkan di panggung utama E3 2018. Berita baiknya? Kami termasuk gamer yang berkesempatan untuk menjajalnya lebih cepat.

Menjadi salah satu andalan Activision di ajang E3 2018 bersama dengan Destiny 2: Forsaken, mereka menyuntikkan begitu banyak mesin demo, Playstation 4 ataupun PC di booth utama yang ukurannya terhitung besar. Promosi untuk game ini memang tak main-main, mengingat Activision juga menyediakan hal yang sama di booth Playstation mengingat kerjasama erat keduanya. Gamer yang berkesempatan untuk menjajalnya akan diberikan pengalaman setidaknya 20 menit, menikmati dua mode multiplayer berbeda bersama peserta acak yang lain. Dalam format pertempuran standar Call of Duty dan dipandu oleh salah satu pengawas yang memeriksa kualitas audio dan sejenisnya, kesempatan mencicipi Call of Duty: Black Ops 4 tersebut didesain dengan sebaik mungkin.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh game yang satu ini? Apakah ia pantas untuk diantisipasi atau tidak?

Black Ops 3 + Lebih Banyak Karakter

COD Black Ops 4 E3 2018 jagatplay 14
Walaupun mengusung tema perang futuristik, Treyarch membuang semua sistem gerakan di Black Ops 3 seperti wall-running atau double jump dan sejenisnya. Black Ops 4 adalah pengalaman boots on the grounds, dimana Anda hanya bisa melompat dan berlari.

Cara paling sederhana untuk menjelaska pengalaman seperti apa yang Anda dapatkan dari Black Ops 4? Menyebutnya sebagai penyempurnaan dan modifikasi dari apa yang sudah sempat ditawarkan Treyarch di Call of Duty: Black Ops 3 beberapa tahun yang lalu. Satu yang menarik, walaupun tema perangnya masih sama-sama futuristik, mereka memutuskan untuk menjual sensasi boots on the ground di seri keempat ini. Ini berarti, tidak ada jetpack, tidak ada wall-running, tidak ada double-jump dan sebagainya. Ini akan jadi tema perang futuristik dimana satu-satunya cara untuk bergerak adalah dengan berlari dan melompat. Sebuah pendekatan yang tentu saja, terhitung unik.

Mengingat sesi demo yang kami jajal tidak berhubungan dengan mode co-op atapun Battle-Royale yang sudah diumumkan sebelumnya, maka sensasi yang ia tawarkan memang sensasi multiplayer “klasik” Call of Duty yang begitu familiar. Dua tim saling bertempur di dalam sebuah area cukup sempit dengan begitu banyak jalur, menembakkan senjata secepat mungkin, dan kemudian bergerak kembali memburu musuh yang lain. Sistem killstreak, perk, dan modifikasi senjata khas Call of Duty juga tetap kembali di sini. Secara garis besar, Anda yang sempat mencicipi mode multiplayer game FPS racikan Activision ini tidak akan merasa asing dengan Black Ops 4 ini.

Bo4 jagatplay 1
Diversifikasi kelas karakter ala Overwatch / Rainbow Six Siege jadi “perubahan” paling signifikan.
COD Black Ops 4 E3 2018 jagatplay 18
Ada setidaknya 8 karakter yang bisa kami pilih di sesi demo ini. Anda bisa mengganti kelas karakter saat tewas di pertempuran, tetapi Anda hanya tidak bisa memilih kelas yang sudah dipilih oleh anggota tim Anda yang lain.

Namun jika harus memilih secara spesifik, maka keseluruhan pengalaman yang ada memang terasa sebagai penyempurnaan dari Black Ops 3 yang kini dilebur dengan Overwatch / Rainbow Six Siege. Walaupun Anda masih punya kebebasan untuk melakukan modifikasi di beragam sektor, bagian multiplayer terpenting  terletak pada pemilihan kelas karakter. Beberapa karakter dari Black Ops 3 kini kembali bersama dengan karakter-karakter baru yang tentu saja, diperkuat dengan ragam skill berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan tertentu dalam pertempuran. Setiap karakter juga akan punya bar skill Ultimate yang akan terisi bersama dengan aksi Anda dan biasanya, punya pengaruh yang lebih signifikan.

Setiap varian kelas hanya bisa dipilih satu kali oleh tim Anda, begitu juga dengan tim lawan. Jadi, memungkinkan bahwa dua kelas yang sama berhadapan satu sama lain, namun mustahil keduanya bisa berada di tim yang sama. Di sesi demo kami, ada setidaknya 8 kelas karakter yang bisa digunakan: Battery, Crash, Ajax, Recon, Torque, Ruin, Firebreak, dan Seraph. Beberapa kelas punya peran yang lebih mengarah ke support seperti Recon yang bisa mengetahui lokasi musuh ataupun Crash, yang item bernama “Assault Pack” miliknya bisa memberikan ammo dan menghasilkan bonus score. Sementara beberapa kelas yang lain adalah full Assault yang hadir dengan satu tujuan – membunuh musuh yang ada secepat dan seefektif mungkin.

COD Black Ops 4 E3 2018 jagatplay 22
Masih terasa seperti seri Call of Duty yang Anda kenal selama ini. Penguatan kelas karakter tidak lantas mendorong kerjasama tim yang lebih intens.
COD Black Ops 4 E3 2018 jagatplay 21
Setidaknya di mode multiplayer “klasik” yang kita kenal selama ini, Anda tetap bisa menggunakan taktik lawas multiplayer COD Anda.

Sayangnya, memainkan demo ini juga menghasilkan satu kekhawatiran baru yang cukup terasa di dua mode permainan yang kami jajal. Bahwa bukan perkara mudah untuk menciptakan kerjasama tim yang seharusnya dengan varian kelas karakter ini. Di game seperti Overwatch atau Rainbow Six: Siege misalnya, peran kelas karakter begitu jelas dan kemenangan hanya bisa dicapai jika gamer bekerjasama satu sama lain. Namun di Black Ops 4 ini? Setidaknya dari sesi demo kami, Anda tetap bisa bermain secara individual, berlari dan membunuh, melakukan rutinitas multiplayer COD pada umumnya, menggunakan skill karakter untuk kepentingan Anda sendiri dan bukan tim, dan tetap berujung menang. Setidaknya di mode multiplayer klasik, kelas karakter ini tidak terasa otomatis membuat Anda harus bermain dalam tim. Secara garis besar, tidak banyak hal yang berubah, dan itu sangat disayangkan.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…