JagatPlay di E3 2018: Menjajal Demo Singkat Spider-Man PS4!

Reading time:
June 12, 2018

Salah satu game yang paling diantisipasi tahun ini, dan masuk sebagai salah satu judul game eksklusif Playstation 4 yang siap untuk membuat dompet Anda jebol. Sepertinya tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan apa yang berusaha ditawarkan Insomniac Games dengan Spider-Man. Lewat serangkaian screenshot, trailer, dan wawancara yang ada, kita sebenarnya sudah cukup punya gambaran apa yang hendak mereka tawarkan. Sosok manusia laba-laba ini dipilih Insomniac sendiri sebagai “proyek” mereka karena rasa cinta yang mendalam pada sosok karakter yang ia tawarkan. Dipandu dengan performa Playstation 4 yang kini memungkinkan mereka untuk meracik pengalaman mengayun dan melompat yang lebih definitif dengan pakaian merah-biru ikoniknya, kita hanya tinggal beberapa bulan untuk bisa menikmati Spider-Man PS4 secara langsung. Beruntungnya, kami berkesempatan untuk menjajalnya lebih awal.

Menyediakan begitu banyak layar televisi dan Playstation 4 PRO untuk menjalakannya, para pengunjung presentasi milik Sony di E3 2018 memang berkesempatan menjajal setidaknya 10 – 15 menit demo gameplay Spider-Man itu sendiri. Waktu yang terhitung singkat memang, namun sepertinya didesain jelas untuk satu hal – membiarkan gamer merasakan dan menikmati sensasi ayunan Spider-Man yang seharusnya, memang selalu menjadi indikator terpenting untuk menjelaskan kualitas game yang memuat nama besarnya. Dengan waktu singkat ini, Anda juga akan melewati tutorial untuk sistem pertarungan, sistem misi sampingan, dan kebebasan mengeksplorasi dunia open-worldnya yang besar. Sayangnya, untuk sesi singkat kami pribadi, kami tidak diperbolehkan untuk mengambil foto ataupun video.

Sayangnya, sesi yang kami jajal tidak memperbolehkan pengambilan gambar ataupun video.

Lantas, dari kesempatan kami menjajal game ini secara singkat, apa saja yang berhasil menarik perhatian kami? Apa saja juga yang menjadi sumber kekhawatiran tersendiri? Kami akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Momentum dan Kecepatan

Sensasi berayunnya terasa memuaskan di tangan, tetapi dengan ragam tombol yang ada, butuh waktu untuk dikuasai.

Jika Anda datang dengan satu pertanyaan besar: apakah sensasi mengayun dengan menggunanakan jaring di Spider-Man PS4 ini memuaskan atau tidak? Kami dengan tanpa ragu, akan menjawab iya. Dengan hanya menggunakan tombol R2 saja, Anda bisa membuat Peter Parker mengayun dan melewati sudut kota dengan tanpa masalah. Berfungsi sama halnya dengan fungsi “Free Run” yang ditawarkan Ubisoft untuk seri Assassin’s Creed juga, menahan tombol ini akan cukup untuk membuat mobilitas tidak akan jadi masalah untuk Spider-Man itu sendiri. Ia didesain untuk beradaptasi dengan ragam kondisi yang ada. Menekan tombol R2 akan melontarkan jaring dan berayun, namun menahannya di darat misalnya, akan langsung membuat Spidey berlari cepat di dinding yang kemudian bisa dikombinasikan dengan lemparan jaring lain untuk memulai siklus mengayun atas nama eksplorasi kota yang lebih cepat. Terdengar sederhana? Tunggu dulu.

Tidak seperti game Spider-Man di masa lalu dimana satu tombol ini menyelesaikan semua masalah yang ada, Spider-Man PS4 hadir dengan begitu banyak jenis ayunan dan aksi yang semua bergerak dengan satu tujuan – menciptakan momentum dan kecepatan. Dengan tombol “X” misalnya, Spidey akan mencari titik otomatis  dimana jaringnya bsa melekat dan melontarkan diri dengan super cepat, yang tentu saja, bisa Anda kombinasikan dengan gerakan mengayun lainnya. Jika Anda menekan L3, Spidey akan meluncur cepat ke tanah yang notabene membangun kecepatan dan momentum, yang jika diakhiri dengan aksi mengayun akan berujung pada ayunan yang cepat dan lebih panjang. Spidey juga diperkuat dengan kemampuan untuk melambatkan waktu sementara jika Anda ingin mengejar target jaring secara manual. Ada begitu banyak tombol yang harus Anda ingat dan kuasai, hanya dari masalah berayun saja.

Tetapi ketika Anda sudah mulai mengerti dan menguasainya, ia berujung jadi mekanik yang terasa memuaskan di tangan. Apalagi Insomniac sendiri menggunakan tombol “R2” ini sebagai fungsi yang tidak banyak berbeda dengan fitur “Free Run”. Selama Anda menahannya, apalagi ketika Anda mengayun di udara,maka pengalaman Spider-Man sebagai superhero yang lincah saat bermanuver akan Anda temukan. Ada begitu banyak animasi untuk terus membuat Anda bergerak, dari transisi otomatis menuju Wall Run jika Anda tidak sengaja menabrak dinding hingga sekedar gerak tubuh pada saat Spidey mencapai momentum dan kecepatan tertentu. Satu-satunya kejadian dimana aksi berayun kami terhenti hanya terjadi ketika kami jatuh ke tanah atau sekedar salah menekan tombol pada saat ingin memacu kecepatan.

“Salah tombol?” Ini jugalah yang menjadi sumber kekhawatiran pertama kami dari Spider-Man PS4 ini. Untuk sebuah game action open-world yang mengandalkan kemampuan Anda melemparkan jaring kesana dan kemari, game ini tidak bisa dihitung sebagai game yang memungkinkan hal tersebut bisa dilakukan dengan sederhana. Anda harus mengingat betul tombol yang mana untuk melakukan lempar jaring yang mana. Walaupun kami belum bisa menentukan apakah isu ini akan “teratasi” dengan waktu gameplay yang semakin panjang atau tidak nantinya, atas nama faktor kebiasaan dan memori otot, namun untuk sesi demo kali ini, butuh waktu tersendiri untuk mengingat tombol apa untuk melakukan apa saat berayun di sini. Semuanya atas nama mengejar momentum dan kecepatan. Namun jika Anda berhasil mengeksekusinya, ia akan terasa seperti game Spider-Man yang seharusnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…