Review New Gundam Breaker: Antara Gundam dan Waifu!
Gundam vs Waifu

Cita rasa anime yang kental memang akan Anda dapatkan di sisi cerita New Gundam Breaker ini. Tetapi benar-benar menawarkan semua “daya tarik” anime ke dalam game yang seharusnya berfokus pada Gundam iutu sendiri seperti yang dilakukan game ini, adalah sebuah kejutan yang sayangnya, harus kami akui sulit untuk disambut dengan tangan terbuka. Bayangkan saja, Bandai Namco menawarkan beberapa cabang cerita untuk bisa Anda mainkan dan selesaikan, dengan masing-masing bisa dirampungkan dalam waktu setidaknya 2 jam jika Anda tidak melewati sisi percakapan berbasis teks yang ada. Berita buruknya? Semua cabang cerita tersebut didasarkan pada pilihan karakter wanita yang Anda jadikan sebagai “Waifu” Anda. Benar sekali, game ini meminta Anda memilih beragam varian Waifu dengan trope anime yang kental sebagai basis.
New Gundam Breaker menawarkan setidaknya lima orang varian Waifu yang memenuhi trope anime, dari tipe Idol, teman masa kecil, tsundere, hingga yang punya proporsi tubuh yang tidak bisa Anda tolak begitu saja sebagai pondasi jalur cerita. Untuk sebuah game yang seharusnya menjadikan Gundam, walaupun dalam format Gunpla sebagai fokus, ini tentu saja pendekatan yang aneh. Mengapa? Karena alih-alih menjadikan Gunpla, modifikasi Gundam, atau cerita sebagai alasan untuk memilih satu garis cerita tertentu, semuanya kini didasarkan pada seberapa tertariknya Anda pada sisi karakter atau visual karakter companion wanita yang ada. Alih-alih terasa seperti game action, ini adalah pendekatan yang terlalu dekat dengan visual novel.


Berita buruknya lagi? Mereka juga tidak cukup niat untuk membuat setiap jalur cerita ini punya keunikan yang berbeda-beda. Bahwa terlepas dari karakter wanita yang Anda pilih, setidaknya dari yang kami coba, Anda akan tetap bertemu dengan sekuens cerita dan pertempuran yang sama, bahkan dengan desain arena yang serupa. Ini kian memperkecil alasan Anda untuk memilih salah satu dari mereka. Berubah jadi berfokus pada pertarungan Gundam, menjadi tertarik pada pandangan pertama karena desain karakter wanita yang ada, kini mengecil menjadikannya usaha untuk mendapatkan potongan artwork / gambar yang menghiasi tiap karakter, yang kadang juga membangun hubungan romansa dengan karakter utama. Yang lebih menggelikan lagi? Sisi karakter utama dipotret dengan mata yang tertutup rambut atas nama role-playing. Namun jujur, ia justru terlihat seperti karakter utama pervert dari manga hentai / doujin yang sempat Anda baca. Desain yang cukup untuk membuat kami garuk kepala.
Sekuens cerita dari apapun jenis Waifu yang Anda pilih akan berujung pada pembagian 8 Chapter berbeda yang pada akhirnya, akan membuat Anda bertarung dengan sang ketua OSIS yang disebut-sebut sebagai pemain Gunpla terbaik di sekolah Gunbre itu sendiri. Yang berbeda hanyalah sekuens artwork sebagai reward dan reaksi karakter pada situasi tertentu. Namun Anda tidak akan menemukan seperti karakter yang berbeda jauh, karakter baru, hingga sekuens unik yang tidak akan Anda temukan sebelumnya.


Dengan kondisi seperti ini, dimana cerita digerakkan oleh Waifu mana yang Anda pilih, maka New Gundam Breaker terasa seperti sebuah game Gundam yang “aneh”. Karena terlepas dari nama yang ia usung ataupun detail dari model kit Gundam di dalam gameplay atau cut-scene yang mengikuti varian modifikasi Anda dengan tepat, ia tidak terasa seperti sebuah game yang hendak menjadikan Gundam sebagai fokus. Saran kami? Seharusnya melemparkan sekalian, judul anime lebih tepat untuk merepresentasikan daya tarik ini. Sebagai contoh? “I-teach-my-girlfriend-how-to-build-Gundam-and-she-loves-me-for-it” alih-alih, NEW GUNDAM BREAKER yang tidak terasa seperti game yang berfokus pada Gundam itu sendiri.
Berantakan

Lantas, bagaimana dengan sisi gameplay itu sendiri? Anda mungkin bertanya-tanya. Karena kami yakin, bahwa sebagian besar gamer bisa mengabaikan bagaimana mereka sangat berfokus pada Waifu selama ia memang menawarkan tidak hanya varian Gundam saja, tetapi memastikan konsep Gunpla yang diusung memang solid. Sayangnya, kami harus datang dengan berita yang sama buruknya untuk Anda. Gameplay New Gundam Breaker ini juga tidak bisa dibilang, pantas untuk dikejar dan dilirik.
Berbeda dengan pertarungan Gundam sebagai mecha raksasa dari Bandai Namco yang mengusung pertempuran cepat skala tinggi, Bandai Namco meramu New Gundam Breaker dalam format pertarungan model kits dalam skala yang seharusnya. Melihat bagaimana model-model kits ini bertarung dalam situasi lingkungan nyata dalam skala bentuk yang kecil menghasilkan perspektif yang unik dan keren, memang. Namun sayangnya, tidak cukup untuk menutupi kelemahan besar yang ada. Bahwa secara keseluruhan, ia memang memuat banyak masalah, terutama dari sisi konten yang terbatas.


Untuk mode cerita yang sempat kami bahas sebelumnya, bukan soal sekuens cerita yang serupa satu sama lain, tetapi juga mode pertempuran yang akan Anda hadapi dan lewati. Pertarungan New Gundam Breaker diarahkan layaknya sebuah kompetisi, dimana fokus utama bukanlah menghancurkan musuh secara fisik, tetapi mengumpulkan point sebanyak mungkin. Point bisa dikumpulkan dengan menyelesaikan ragam misi yang muncul di layar, dari sekedar membuka kotak, mengalahkan boss, membunuh varian Gundam dalam jumlah tertentu, hingga menyimpan part-part Gundam yang tercecer di kotak yang terdekat. Setiap kali sebuah misi berhasil dilakukan tim Anda (yang di Single-player, dikendalikan AI), Anda akan mendapatkan point. Anda akan dihitung menang jika berhasil mengumpulkan point lebih banyak daripada tim lawan atau menyelesaikan begitu banyaknya misi sampingan, hingga Anda membuka misi utama berwarna emas yang akan mengakhiri segala sesuatunya.
Permasalahannya terletak pada varian misi itu sendiri. Karena terlepas dari apapun garis cerita yang Anda ambil, boss yang Anda lawan, Gundam yang Anda pakai, dan sejenisnya, rangkaian misi yang Anda hadapi akan selalu berkutat pada varian-varian misi yang sama. Hasilnya? Apapun progress yang terjadi, semuanya terasa begitu repetitif karena memang konten yang terus diulang, ulang, ulang, dan ulang terlepas dari progress cerita yang Anda hasilkan. Semuanya juga diperburuk dengan sensasi permainan yang tidak menyenangkan, seperti sistem kamera yang masih terasa terlalu dekat dan sering berujung aneh ketika Anda berhadapan dengan musuh musuh berukuran besar, hingga sistem kunci kamera otomatis yang justru berakhir menjengkelkan, karena terkadang membuat fokus Anda dari target Anda seharusnya, meleset. Untuk kasus kamera, kami sempat bertarung melawan boss Gundam Unicorn PG dimana pertarungan berjalan dengan kamera yang terus memperlihatkan selangkangannya saja. No, thank you.


Salah satu hal yang juga kami jengkelkan adalah fakta bahwa game ini, juga memuat invisibility frame yang cukup panjang ketika Anda berhasil membuat musuh jatuh ke tanah, misalnya. Alih-alih bisa langsung menyerang dengan kombinasi serangan lanjutan untuk mengakhiri pertempuran di saat itu juga, Anda justru berhadapan dengan frame dengan tanda “X” di atas tubuh mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak bisa diserang, tidak bisa menerima damage, dan tidak bisa dihancurkan hingga mereka bangun dari kondisi terbaring tersebut. Sistem seperti ini mengacaukan kombo dan momentum serangan yang sudah Anda bangun dari awal, yang jika dikombinasikan dengan sistem kunci kamera yang buruk, justru berakhir dengan Anda menyerang musuh yang lain dan tiba-tiba “melupakan” bahwa Anda punya target lebih penting untuk dihancurkan. Hampir semua hal yang dibangun Bandai Namco di sini, tidak terasa intuitif.
Fitur yang terus didengungkan Bandai Namco untuk membuat seri “New” ini terasa berbeda dan baru adalah kemampuan untuk mengganti parts Gundam secara instan di dalam pertarungan begitu Anda menemukan bagian-bagian itu “tercecer” di jalan karena hasil pertempuran atau dari peti yang And buka. Di atas kertas, ia terdengar fantastis. Di eksekusi? Sama buruknya. Mengapa? Karena ia sendiri tidak intuitif. Di tengah pertempuran yang berjalan cepat, dimana Anda berhadapan dengan musuh dalam jumlah banyak, dengan karakter boss dari tim lawan yang punya damage besar, dan dikejar oleh waktu terbatas untuk menyelesaikan misi yang ada, melihat dan memerhatikan setiap parts yang Anda temui apakah menawarkan skill atau status yang lebih baik adalah sebuah pekerjaan yang mustahil. Anda tidak bisa berhenti, memeriksa mereka, dan kemudian mengganti dengan “tenang”. Kami lebih berakhir menyimpan mereka di kotak yang tersedia, agar terkumpul saat pertarungan berakhir, dan bisa membuka dan memeriksa mereka lewat menu kustomisasi terpisah. Di dalam pertarungan? Terlalu repot untuk dieksekusi.


Desain lain yang menurut kami pantas untuk dicermati juga sistem RNG yang diadaptasikan pada sistem level Gunpla yang sudah Anda bangun. Di setiap pertempuran, Anda akan mulai dari Gunpla level 1 yang tidak bisa mengakses skills apapun dari part yang sudah Anda sematkan di build Anda. Untuk membuka mereka, Anda harus mendapatkan kartu merah yang disediakan oleh setiap peti yang ada atau terkadang, dijatuhkan oleh musuh yang Anda hancurkan. Begitu berhasil mendapatkan level, alih-alih memungkinkan Anda memilih skill mana yang ingin dibuka, sistem ini ternyata berbasis RNG. Jadi jangan heran jika Anda terkadang kalah di satu skenario cerita melawan boss yang ada, karena RNG begitu “sampahnya”, hingga enam level yang Anda dapatkan sama sekali tidak satupun, yang membuka skill paling efektif dan destruktif Anda. Satu-satunya cara untuk mengakali hal ini hanyalah dengan memastikan semua bagian part Anda memang punya skill yang sama mematikannya, walaupun dari pandangan kami, terhitung mustahil. Gunpla Anda juga punya fungsi “Burst” berbasis bar yang penuh saat menyerang atau diserang untuk mekanisme ala serangan Ultimate. Namun begitu tidak efektifnya, hingga Anda bisa mengabaikannya begitu saja.

Namun dari semua kekurangan tersebut, keluhan tertinggi sepertinya terletak di mode multiplayer yang ia usung. Kami akan senang sekali menceritakan dan menjabarkan kepada Anda seperti apa pengalamannya jika kami berhasil memainkannya. Percaya atau tidak, untuk sebuah game yang terhitung baru, setidaknya di versi Playstation 4, mode multiplayer-nya sudah sepi layaknya kuburan. Sudah mencoba setidaknya 5 kali di waktu yang berbeda untuk memilih mode “Quick Match” dan kesemuanya berakhir dengan tidak ada satupun yang berhasil mengumpulkan 6 orang player untuk memulai mode ini. Mengecewakan, sungguh.










