Review The Crew 2: Jual Kuantitas, Bukan Kualitas!

Reading time:
July 5, 2018

Posisi The Crew sebagai sebuah game racing di industri game, memang harus diakui, cukup pelik. Di satu sisi, Anda bisa melihat sebuah usaha yang jelas dari Ubisoft untuk menjadikannya sebagai proyek game racing revolusioner, dengan menggabungkan konsep open-world yang selama ini memang menjadi kekuatan mereka ke dalam game racing. Sementara di sisi lain, konsep ini dieksekusi kurang sempurna. Tidak hanya dunia kosong yang tidak memberikan banyak alasan untuk dieksplorasi di luar representasi wilayah Amerika Serikat yang pantas untuk diacungi jempol saja, tetapi juga karena sensasi berkendaranya yang terhitung buruk. Tetapi di luar dari kritik yang muncul, Ubisoft sepertinya optimis akan kemampuan jual nama The Crew itu sendiri. Sang seri kedua akhirnya meluncur ke pasaran.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah mendapatkan gambaran yang jelas kira-kira apa itu The Crew 2. Sensasi berkendara yang tidak terlalu asyik tetap terasa di sini, setidaknya pada saat Anda mengendalikan kendaraan di darat. Masalah soal minimnya motivasi untuk melakukan eksplorasi juga tetap ada. Namun setidaknya, ada beberapa perbaikan fitur dan penambahan konten di sini. Hingga pada batas bahwa Anda tidak akan merasa kecewa dengan varian yang berusaha ditawarkan Ubisoft di The Crew 2, yang di titik ini, sepertinya memungkinkan Anda untuk masuk ke dalam adu kecepatan dengan kendaraan apapun. Dari mobil berkecepatan tinggi, hingga truk monster yang butuh bermanuver layaknya Anda tengah bermain Tony Hawk Pro Skater.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Crew 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai judul yang menjual kuantitas dan bukannya kualitas? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Cerita bukanlah bagian yang harus Anda perhatikan dari The Crew 2.

Ada dua jenis game racing arcade di luar sana. Yang menjadikan cerita sebagai pondasi terkuat untuk mendukung gameplay, seperti yang berusaha dilakukan beberapa seri Need for Speed dari EA beberapa tahun terakhir in. Atau yang tidak ambil pusing soal cerita, menawarkan versi seadanya, dan lebih berfokus untuk menyediakan Anda sebuah arena untuk memacu kecepatan tinggi sembari bersenang-senang. The Crew 2 masuk ke kategori kedua ini.

Anda berperan sebagai seorang pembalap pendatang baru yang baru hendak membangun reputasinya sebagai seorang “penggila kecepatan” di beragam sektor balap lintas Amerika. Seperti yang bisa diprediksi, reputasi tentu tidak bisa dibangun di atas sekedar, omong kosong. Bekerjasama dengan sebuah program televisi dan sosial media bernama Live TV, Anda harus membangun popularitas yang direpresentasikan dengan jumlah follower yang mengikuti Anda. Jika sudah cukup dan kemenangan dalam jumlah besar sudah berhasil diraih, Anda bisa berkesempatan untuk menantang dan menundukkan “penguasa” di masing-masing kategori yang ada. Itulah inti “cerita” dari The Crew 2 itu sendiri.

Menjadi yang tercepat dan menundukkan para “penguasa” di setiap kategori, klise memang.
Jumlah Followers di sosial media (in-game) akan jadi resource untuk menunjukkan Anda pantas atau tidak pantas menantang mereka.

Di beberapa kesempatan, terutama di awal pengenalan lomba yang ada, Anda mungkin akan bertemu dengan cut-scene yang biasanya memberikan sedikit gambaran cerita soal apa yang terjadi, sekaligus karakter pendukung yang akan terasosiasikan dengan kategori tersebut. Namun sayangnya, ia berujung tidak lebih dari sekedar filler belaka. Anda tidak akan merasa bahwa ada satupun bagian dari cut-scene yang pantas untuk diperhatikan atau menarik untuk diikuti. Cerita di dalam The Crew 2 tidak kurang dari sekedar pondasi yang sesungguhnya pun, jika dibuang begitu saja, tidak akan begitu banyak berpengaruh. Berita baiknya? Ada tombol skip untuk melewati mereka dengan cepat.

Semakin tinggi “Status” Anda , semakin banyak pula varian balapan yang bisa Anda lalui.

Maka, mampukah Anda menundukkan setiap tantangan yang ditawarkan oleh The Crew 2 kepada Anda? Seperti apa juga jenis balapan yang harus Anda hadapi? Kedua jawaban dari pertanyaan tersebut tentu bisa Anda dapatkan dengan memainkan The Crew 2 ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…