Review Dead Cells: Adiksi dalam Mati!

Reading time:
August 14, 2018

Roguelike – Metroidvania

Dead Cells jagatplay 108
Menyebutnya sebagai game yang melebur Roguelike dan Metroidvania dalam satu ruang sepertinya adalah deskripsi terbaik.

Bagaimana cara paling sederhana untuk menjelaskan apa itu Dead Cells? Yang terbaik adalah menyebutnya sebagai perpaduan untuk dua genre yang cukup identik dengan game-game indie saat ini – Roguelike dan Metroidvania. Dua genre yang sering disalahartikan oleh gamer awam sebagai game “platformer” hanya karena pergerakan dua dimensi dari kiri ke kanan dan sebaliknya yang ia usung. Padahal, game ini punya kedalaman lebih dari itu.

Sensasi Roguelike meluncur dari random generated dungeon yang ditawarkan Dead Cells. Mengikuti salah satu plot utama dimana pulau yang mereka tinggali memang “hidup”, game yang satu ini menawarkan desain dungeon yang acak. Ini berarti, bahwa terlepas dari betapa seringnya Anda mengulangi gameplay yang ada (dan Anda akan sering melakukan itu), dungeon yang Anda temukan selalu berbeda-beda dari sisi desain. Untuk sebuah game yang memang menuntut Anda untuk melakukan hal yang sama berulang kali, konsep seperti ini mencegah sensasi yang repetitif dan membosankan. Namun di luar desainnya yang acak, Dead Cells tetap mempertahankan dua atau tiga elemen permanen di dalamnya, dari desain serta varian musuh di dalam peta, kepastian sistem upgrade yang pantas dikejar, hingga jalan menuju lokasi selanjutnya yang tetap berjalan linear.

Dead Cells jagatplay 23
Random-generated dungeon hadir sebagai “nyawa” roguelike di Dead Cells.
Dead Cells jagatplay 73
Senjata hingga reward dalam peti juga hadir acak.

Sensasi Roguelike juga muncul dari sistem persenjataan yang acak di dalam peta itu sendiri. Di luar beragam merchant yang menawarkan beragam senjata dan equipment yang bisa Anda beli dengan menggunakan resource in-game, peta-peta acak ini juga akan menempatkan dan menawarkan beragam senjata dan equipment acak di sepanjang perjalanan. Sistem yang membuat proses eksplorasi Anda menjadi lebih berharga dan menarik untuk dilakukan, apalagi mengingat senjata dan equipment ini bisa dikombinasikan untuk efek lebih baik, sesuatu yang akan kita bicarakan setelahnya. Beberapa senjata dan equipment acak ini juga dibagi ke dalam beragam level kelangkaan, dengan status dan efek yang berbeda pula.

Lantas, bagaimana dengan sisi Metroidvania-nya sendiri? Genre yang satu ini memang seringkali sulit dibedakan dengan Roguelike. Salah satu ciri terkuat Metroidvania, seperti namanya, adalah mengikuti salah satu mekanik terkuat Metroid – eksplorasi berbasis kekuatan baru. Ini berarti, seiring dengan progress perjalanan Anda, Anda akan mendapatkan kekuatan teranyar dari pertarungan boss dan sejenisnya yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi lokasi yang berbeda. Kemampuan dari sekedar memanjat, menumbuhkan tanaman secara instan, merobohkan lantai dan sejenisnya, juga ditawarkan oleh Dead Cells dan biasanya berujung pada lokasi baru yang bisa Anda jelajahi. Berita baiknya? Ini adalah kemampuan permanen yang jika sudah Anda buka di awal akan terus bisa Anda gunakan. Dead Cells menyebutnya sebagai “Rune”.

Dead Cells jagatplay 31
Anda akan mendapatkan kekuatan baru bernama “Runes” yang memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi wilayah baru.

Dipadukan dengan musik yang menarik, serta gameplay dan animasi yang halus, bahkan untuk beragam jenis serangan berbeda yang muncul dari varian senjata yang begitu banyak, maka Dead Cells  lahir sebagai game indie bertema roguelike – metroidvania yang seru, menegangkan, dan keren di saat yang sama.

Benar-Benar Brutal

Dead Cells jagatplay 117
Tidak ada sistem checkpoint di sini. Mati berarti mengulang semuanya dari awal.

Maka seperti game Roguelike – Metroidvania pada umumnya, ada sedikit sensasi action RPG di sana. Bahwa sebagian besar misi Anda akan difokuskan untuk bertarung dan bertahan hidup, sembari mencari senjata dan equipment yang lebih kuat untuk memastikan hal tersebut bisa terjadi. Dengan sedikit elemen acak, baik dari drop senjata, resource, ataupun desain level itu sendiri, tidak ada yang bisa dipastikan dan diprediksi dari gameplay yang ada, kecuali membaca sifat dan animasi serangan musuh serta memprediksi apa yang harus Anda lakukan untuk bertahan hidup. Sisanya? Bersiaplah untuk tidak hanya salah satu pengalaman bermain paling menegangkan yang pernah ada, tetapi juga paling membuat frustrasi.

Waktu gameplay Dead Cells sebenarnya tidak bisa dibilang panjang. Namun sang developer punya satu strategi yang membuat Dead Cells mampu membuat Anda teradiksi, tetapi hendak mengeluarkan sumpah serapah di setiap kesempatan yang ada. Apa itu? Benar sekali, ia hadir TANPA sistem checkpoint sama sekali. Ini berarti, Anda harus menyelesaikan game ini sekali jalan, dari awal sampai akhir, tanpa pernah tewas sama sekali. Proses auto-save akan terjadi di titik dimana Anda keluar dari game, namun Dead Cells tidak memungkinkan Anda untuk melakukan aksi manual save hingga sekedar sistem checkpoint sekalipun. Begitu Anda tewas, sejauh apapun progress Anda, Anda harus mengulang segala sesuatunya kembali dari awal.

Dead Cells jagatplay 18
Anda akan sering sekali bertemu dengan area yang satu ini.
Dead Cells jagatplay 71
Tetapi menariknya, Dead Cells berhasil menyuntikkan sistem progress di tengah formula yang mudah membuat frustrasi seperti ini.

Maka dengan kematian yang tidak terhindarkan, Anda akan berkali-kali menempuh proses mati, hidup kembali, melewati level yang serupa berulang kali, mati, hidup kembali, dan melakukan hal tersebut untuk waktu yang sangat lama. Dead Cells juga memastikan bahwa terlepas dari beragam cabang rute yang bisa Anda pilih, Anda tetap akan bergerak dalam satu garis linear sama dengan boss terakhir yang sama pula. Apapun cabang rute yang Anda pilih, Anda akan bertemu dengan tantangan yang tidak akan membiarkan Anda melenggang bebas begitu saja. Di beberapa titik misalnya, Anda juga akan bertarung dengan boss-boss yang membuat perjalanan ini semakin sulitnya. Berita baiknya? Mengingat resikonya begitu tinggi, dimana Anda harus mengulang segala sesuatunya kembali dari awal, maka tingkat ketegangan yang muncul dari setiap pertempuran Anda selalu konsisten.

Berita baiknya? Sistem tanpa checkpoint ini tidak lantas akan selalu berujung membuat Anda frustrasi. Motion Twin secara menakjubkan menawarkan sebuah sistem yang pelan tapi pasti, membuat setiap kematian tersebut menjadi lebih bernilai.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…

PlayStation

December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…