JagatPlay NgeRacau: 10 Hal yang Gua Pelajarin dari Pergi ke TGS 2018!

Reading time:
October 2, 2018
  1. Popularitas Game yang Beda

red dead tgs 2018
Di negara lain gak perlu promo, di Jepang, bukan siapa-siapa. Source foto: PSU.com

Siapa sih yang kagak kenal sama Rockstar Games? Hampir semua gamer di belahan dunia manapun udah tahu ama ini developer kawakan dan paham jelas kalau game-game mereka yang kebanyakan open-world itu memang punya kualitas di atas rata-rata. Saking ngetopnya game mereka yang paling baru dan bakalan bisa kita nikmatin dalam beberapa minggu ke depan – Red Dead Redemption 2, mereka bahkan gak perlu manfaatiin event kayak E3 2018 atau Gamescom 2018 gitu buat ngasih lihat gameplay terbaru. Memang ada sempat pembicaraan demo tertutup buat media gede doank, tapi ya cuman itu doank. Di Jepang, mainannya udah “beda”.

Lu tahu lu berada di pasar dan persaingan yang beda, ketika yang lu temuin pertama kali pas turun kereta dari stasiun Makuharinishi dan bergerak ke venue acara adalah dua orang cewek yang bagi selebaran yang ternyata, datang dari Rockstar. Cuman di Jepang doank kayaknya Rockstar mesti ngelakuin promosi kayak gini – bagi-bagi booklet terkait Red Dead Redemption 2 yang isinya bahasa Jepang semua dan juga sticker logo Rockstar. Padahal di negara lain, dia dipuja-puji setengah mati.

  1. Aneh, Tapi Enggak Seaneh yang Lu Bayangin

TGS 2018 jagatplay 3
Sesungguhnya, Jepang terasa “normal”

Gua rasa konsumsi kita berlebihan sama konten kreatif dari Jepang, semacam anime atau dorama misalnya, bikin kita punya ekspektasi yang berlebihan ama ini negara, khususnya soal betapa “anehnya” mereka. Semuanya diperkuat ama video-video Youtube yang fokusnya ke satu fenomena aneh, terus digeneralisasi bahwa seolah itu jadi kejadian umum yang bisa lu temuin di Jepang. Tapi setidaknya dari 4 hari gua di Tokyo, gua sepertinya bisa menyederhanakan kalau sebenarnya Jepang itu enggak “seaneh dan segila” yang lu bayangin. Bahwa di atas permukaan, ini adalah kota metropolitan dengan kehidupan yang ramai dan super sibuk sama seperti kota-kota pada umumnya. Anime, dorama, dan sejenisnya itu hanya bagian dari produk kreatif yang enggak ngerefleksiin dan ngepresentasiin ini kota sama sekali. Lu sebagai contoh, enggak akan nemuin remaja SMA yang lari atau naik sepeda super cepat sambil di mulutnya, gigitin roti tawar misalnya. Sementara soal beraga dokumenter tempat-tempat aneh, menyeramkan, atau sensual gitu? Ya itu enggak umum. Lu memang harus benar-benar nyari buat dapetin itu.

kon
None of this shit..

Di atas adalah 10 hal yang gua pelajarin selama tugas gua di Tokyo buat Tokyo Game Show 2018. Tentu aja, apa yang gua rasaiin enggak akan ngerefleksiin apa yang mungkin dihadapin sama turis yang mungkin nongkrong di belahan kota lain di Jepang yang juga kagak kalah ngetop. Gua harus mengakui bahwa gua lebih nikmatin perjalanan gua di Tokyo karena ini adalah salah satu mimpi terbesar gua, apalagi ngitarin Akihabara misalnya. Tapi yang lumayan mengejutkan buat gua adalah betapa bedanya gaya hidup kita di Indonesia dan mereka yang tinggal di Jepang. Gua enggak akan bisa memilih dan menentukan mana negara yang lebih baik. Tapi ini perjalanan membuat gua mengapresiasi hidup gaya orang Jepang, tetapi di sisi lain, membuat gua merasa bersyukur lahir dan tinggal di Indonesia. Setidaknya ini negara tercinta, terlepas dari begitu banyak kekurangannya, masih menghargai kebutuhan untuk duduk sebentar dan bernapas, dalam kesepian. That’s all folks!

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

March 15, 2023 - 0

Review Resident Evil Village (VR): Panik? Panik Lah!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Resident Evil Village dalam mode…
February 28, 2023 - 0

Wawancara dengan Naoki Yoshida (Final Fantasy XVI)!

Kami berkesempatan untuk mewawancarai otak Final Fantasy XVI - Naoki…
February 28, 2023 - 0

Impresi Final Fantasy XVI: Langsung Kandidat Game of the Year 2023!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Final Fantasy XVI? Mengapa kami…
February 24, 2023 - 0

Review Like a Dragon – Ishin: Drama Samurai yang Ramai!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Like a Dragon: Ishin? Lantas,…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…