“Forsaken” CS: GO Angkat Bicara Terkait Kasus Cheat

Reading time:
October 25, 2018

Memalukan, menyedihkan, dan memancing reaksi keras dari para penggemar esports dari India yang sempat berharap bahwa apa yang berhasil dicapai oleh Optic India adalah awal dari pengakuan eksistensi mereka. Namun alih-alih hadir dengan sesuatu yang membanggakan, kiprah tim ini di event Zowie eXtremesland Shanghai justru berakhir dengan mimpi buruk. Salah satu permain mereka – Nikhil “forsaken” Kumawat tertangkap tangan menyuntikkan cheat aim-bot dalam turnamen LAN tersebut, membuat tidak hanya dirinya saja yang ditendang dari tim tetapi bubarnya keseluruhan tim CS: GO Optic India. Setelah kontroversi tersebut, Kumawat akhirnya angkat bicara dalam wawancara terbarunya dengan AFK Gaming.

Kumawat mengaku menyesal soal aksinya tersebu. Ia juga sedikit berbicara soal motivasi yang membuatnya merasa harus menggunakan cheat. Kumawat terlebih dahulu menegaskan bahwa ia tidak bertindak di bawah tekanan siapapun. Bahwa ini terjadi semata-mata karena ia ingin menang  di setiap pertandingan dan tampil sempuna. Ia selalu merasa bahwa ia punya pengetahuan yang mendalam tentang CS: GO namun tidak pernah punya rasa percaya diri terhadap kemampuan aiming miliknya. Oleh karena itu sebagai kompensasi, ia memilih jalur yang salah ini. Esports Integrity Coalition (ESIC) sendiri “hanya” menghukum Kumawat dengan ban bermain selama lima tahun dari semua ajang esports.

Forsaken menyebut bahwa dirinya memang tidak pernah percaya diri dengan kemampuan aiming-nya.

Belum jelas apakah setelah aksi yang ia lakukan, “forsaken” masih punya ruang untuk kembali ke scene esports atau tidak. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah setelah ban 5 tahun ini lewat, “forsaken” masih berhak untuk menjajal kembali scene kompetitif CS: GO?

Source: AFK Gaming

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…