Preview Call of Duty – Black Ops 4: Sebuah Pendekatan Baru!

Reading time:
October 15, 2018

Apa yang membuat sebuah seri Call of Duty begitu dinanti? Pertanyaan ini sepertinya akan menghasilkan jawaban yang berbeda tergantung region. Di Indonesia misalnya, sebagian besar dari kita mengasosiasikannya sebagai game first person shooter dengan kekuatan cerita yang kuat. Kekuatan cerita yang mendefinisikan beberapa seri lawasnya. Namun percaya atau tidak, untuk gamer di region Amerika Serikat misalnya, justru daya tarik mode multiplayer-nya yang menuntut pertempuran jarak dekat super cepat yang jadi andalan. Alasan terakhir inilah dan juga dukungan data yang ada, yang akhirnya mendorong Activision dan Treyarch meniadakan sama sekali mode campaign di seri terbaru – Call of Duty: Black Ops 4. Pertanyaannya kini, apakah kebijakan tersebut berhasil?

Kesan Pertama

Jawaban untuk pertanyaan tersebut, uniknya, memang berhasil. Bahwa hanya dengan mencicipi mode multiplayer yang ia sediakan – Multiplayer konvensional, Blackout, dan Zombie hanya beberapa kali saja, dan Anda berujung tidak akan merindukan mode campaign sama sekali. Ada usaha untuk terus mendorong cerita tentu saja dengan sistem yang serupa dengan mode tutorial dari Rainbow Six: Siege dari Ubisoft. Anda akan disediakan sebuah menu bernama “Specialist HQ” yang akan berfungsi sebagai mode tutorial sekaligus menghasilkan bonus cerita yang disajikan dalam bentuk CGI. Dengan beberapa tambahan konten kosmetik yang juga bisa Anda buka, ini satu-satunya mode di COD: Black Ops 4 yang bisa Anda mainkan secara “offline”.

Implementasi sistem Specialist dari seri Black Ops 3 yang kini dipadukan dengan sensasi bertempur klasik, tanpa double jump dan jetpack, menghasilkan sensasi yang lumayan berbeda, unik, tetapi juga menggoda di saat yang sama. Ada sensasi klasik Call of Duty di sana, tetapi juga tuntutan untuk belajar memaksimalkan kemampuan para Specialist untuk menghasilkan keuntungan strategis tertentu. Dipadukan dengan mode permainan seperti “Control” yang jadi bintang untuk sisi multiplayer konvensionalnya sendiri, Specialist seperti ini tidak lagi terasa sekedar gimmick. Tidak segila Overwatch memang, namun ada diversifikasi peran yang jelas di mode-mode tertentu.

Namun bintang utama dari Black Ops 4 tentu mengarah pada mode Blackout – mode battle-royale berisikan 88 – 100 player dalam sekali main. Dengan tangan dingin Treyarch dan sensasi pertempuran Call of Duty yang tidak perlu lagi diragukan, Blackout terasa seperti sebuah seri “PUBG lebih jadi” yang membuat pengalaman battle royale tersebut ke level yang baru. Bebas masalah teknis, lancar, mudah dikuasai dan dikendalikan, tidak ada lagi yang perlu Anda khawatirkan selain menikmati sensasi tegang yang mengemuka seiring dengan semakin sedikitnya jumlah prajurit yang hidup di arena pertempuran. Acungan dua jempol juga pantas diarahkan pada desain suara penuh detail yang membuatnya memainkan peran penting untuk memahami posisi musuh, di luar sekedar mencari mereka secara visual.

Hal terdekat yang bisa Anda dapatkan dari sebuah mode cerita tentu mengacu pada mode Zombie yang kini juga disuntikkan dengan beberapa mekanik baru, sekaligus desain dunia dan monster yang akan siap menawarkan tantangan dari segi kuantitas dan kualitas.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, terutama mengingat fokus kami di mode zombie yang masih terhitung minim, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu Call of Duty: Black Ops 4. Super fun!

RAW Screenshot

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…