Untungkan Publisher Besar, Steam Usung Sistem Bagi Hasil Baru

Reading time:
December 3, 2018
steam logo

Apa yang membuat Valve bisa meraih keuntungan besar dari Steam? Ini mungkin jadi pertanyaan bagi Anda yang belum terlalu familiar dari portal distribusi digital raksasa yang satu ini. Jawabannya adalah sistem bagi hasil. Valve sebagai penyedia platform jualan akan mendapatkan potongan 30% dari setiap transaksi beli game digital yang Anda lakukan, terlepas apakah ia merupakan game AAA raksasa ataupun yang dirilis secara indie. Tidak mengherankan jika banyak game saat ini berusaha mengembangkan dan mempopulerkan platform digital mereka sendiri, seperti yang tengah digalakkan Activision dengan Battle.net misalnya. Valve sepertinya paham mereka harus berubah dan oleh karena itu, mulai mengembangkan kebijakan yang baru.

Semakin banyaknya bermunculan platform digital baru di pasaran sepertinya cukup untuk membuat Valve kini mulai mengadaptasikan kebijakan bagi hasil yang lebih bersahabat, khususnya untuk publisher raksasa. Valve masih akan mendapatkan bagi hasil 30% dari tiap penjualan hingga USD 10 juta. Di atas USD 10 juta, Valve “hanya” meraih 25% dan berujung 20% saja jika game tersebut berhasil mencatatkan angka penjualan lebih dari USD 50 juta. Kebijakan tersebut mulai berlaku dari tanggal 1 Oktober 2018 kemarin.

gabe newell as god
Menguntungkan publisher besar, Steam kini hadir dengan sistem bagi untung yang baru. 25% untuk game di atas penjualan USD 10 juta dan “hanya” 20% untuk game di atas penjualan USD 50 juta.

Walaupun langkah ini dilihat sebagai manuver positif bagi Steam untuk mempertahankan publisher-publisher raksasa di platform mereka, ia juga menuai respon yang cukup negatif dari para developer game indie. Alasannya? Sebagai developer dengan pendapatan yang nyaris mustahil mencapai angka USD 10 juta, mereka justru menjadi “korban” yang mau tak mau harus menelan angka 30% bagi hasil untuk Steam. Namun beberapa di antaranya tetap melihatnya sebagai sesuatu yang positif, karena lebih banyak game raksasa = lebih banyak user = lebih besar kesempatan game-game indie mereka dilihat oleh gamer.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah perubahan angka bagi hasil seperti ini positif atau tidak sebenarnya untuk industri game secara keseluruhan?

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…