Review Kingdom Hearts 3: Membuka Kembali Pintu Hati!

Reading time:
February 3, 2019

Tidak Bersahabat untuk Gamer Pendatang Baru

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 156
Masuk ke dalam Kingdom Hearts 3 tanpa punya pengetahuan apapun terkait franchise ini adalah resep mimpi buruk.

Dengan hype yang mengelilingi nama Kingdom Hearts 3, terutama aktifnya diskusi di dunia maya terkait bagaimana menakjubkannya sejarah franchise ini hingga ia tercipta, meme soal kompleksitas cerita, hingga bagaimana persona Youtube dan media gaming bereaksi terhadap pengumumannya beberapa tahun yang lalu, tidak sedikit gamer yang langsung tertarik untuk menjajalnya dan berusaha memahami apa yang membuat namanya begitu tenar di masa lalu. Square Enix seharusnya memahami hype yang satu ini dan tak sulit untuk melihatnya sebagai sesuatu yang potensial untuk dieksplorasi. Pertanyaannya kini tentu saja satu – apakah bijak untuk terjun langsung masuk ke Kingdom Hearts 3 jika Anda hanya memainkan Kingdom Hearts 1 & 2 saja? Atau bahkan lebih buruknya lagi, tidak pernah menyentuh Kingdom Hearts sama sekali?

Apa yang dilakukan Square Enix selama setidaknya dua tahun terakhir ini sepertinya sudah menjadi indikasi yang jelas apa yang mereka inginkan dan apa yang Anda butuhkan untuk bisa menikmati Kingdom Hearts 3 secara penuh. Aksi Square Enix untuk melakukan proses Remaster untuk judul-judul lawas yang sempat meluncur, termasuk meracik “ χ Back Cover” yang notabene merupakan cerita lengkap soal Keyblade War yang dieksplorasi oleh versi yang sempatmeluncur untuk pasar mobile sepertinya cukup untuk memberikan Anda jawaban yang pasti. Bahwa semua rilis ulang dalam bentuk Remaster dan beberapa kali bundle release ini bukan sekedar untuk mengeksploitasi popularitas franchise-nya saja. Tetapi mempersiapkan Anda untuk bisa mengerti cerita di Kingdom Hearts 3 dan menikmatinya secara optimal.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 169
Tidak ada seri “spin-off” di Kingdom Hearts. Semua seri yang meluncur dengan nama aneh dan lintas platform tersebut punya cerita canon yang kesemuanya, akan menyatu di Kingdom Hearts 3.
Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 35
Berharap menikmati Kingdom Hearts 3 secara penuh tanpa memainkan seri KH sebelumnya seperti berusaha menikmati Avengers: Infinity War tanpa pernah menonton film Marvel sekalipun.

Karena harus diingat, seperti yang sempat kami bicarakan sebelumnya, tidak ada cerita “spin-off” di Kingdom Hearts. Semua seri yang dilepas ke pasaran dan tersebar di beragam platform dari Nintendo 3DS, PSP, mobile, hingga Playstation 4 dan tidak mengusung angka utama sekalipun, semuanya punya cerita yang canon. Ini berarti kisah yang mereka usung, dari bagaimana Sora tertangkap di dunia data, ketika Riku berkonflik dengan sebuah entitas baru bernama Replica, atau bagaimana Sora bertemu dengan Dream Eater dalam format gameplay ala Pokemon, semuanya dihitung sebagai cerita utama dan berkontribusi di cerita Kingdom Hearts 3 ini. Tidak ada satupun dari seri ini yang tidak penting!

Cara sederhana untuk menjelaskan seri-seri Kingdom Hearts selama ini adalah membandingkan SAGA-nya dengan cara Marvel menangani universe Avengers misalnya, dari titik Iron Man pertama hingga Avengers: Infinity War tahun lalu. Gamer yang memainkan hanya Kingdom Hearts 1 dan 2 seperti orang yang hanya menonton Avengers 1 dan Avengers 2 dan kemudian langsung lompat ke Infinity War. Bayangkan betapa bingungnya Anda ketika melihat ada sosok seperti Black Panther, bagaimana kapal Thor bisa terperangkap di luar angkasa tepat di luar bumi, bagaimana Hulk bisa berakhir di sana, dan bagaimana Captain America kini berada di pengasingan. Anda kenal beberapa elemen di sana-sini, kenal dengan karakter seperti Thor atau Scarlet Witch, namun Anda tidak akan paham apa yang terjadi. Sementara gamer yang belum pernah bermain Kingdom Hearts dan langsung melompat ke seri ketiga ini? Bayangkan orang yang menonton untuk pertama kalinya – Avengers: Infinity War. Bayangkan.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 114
WTF, 2 Riku??!
Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 102
WTFFFFFFFFFFFF, 3 RIKU??!!!!!!

Karena memang harus diakui, begitu jugalah cara Kingdom Hearts 3 menangani cerita yang ada. Cut-scene flashback yang mereka sediakan via konten tambahan yang ditawarkan tidak akan banyak membantu Anda menangkap apa yang sedang terjadi, terutama ketika berbicara soal istilah “sederhana” seperti Heartless, Nobodies, dan Unversed dan apa yang membedakan mereka. Atau mengapa Ventus dan Roxas misalnya, punya wujud yang mirip satu sama lain, sementara Sora berujung mirip dengan salah satu musuh penting – Vanitas. Kingdom Hearts 3 langsung memulai kisah secara lugas dari apa yang terjadi di Dream Drop Distance. Memang ada usaha untuk menjelaskan sedikit misteri di sana-sini lewat dialog antar karakter yang ada, namun tidak akan langsung membuat segala sesuatunya terang-benderang.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 139
Kingdom Hearts 3 memang menyediakan film flashback mereka sendiri dan juga Glossary untuk menjelaskan apa yang terjadi. Namun akan membuat segala sesuatunya terang-benderang? Tunggu dulu.

Oleh karena itu, jika Anda termasuk gamer pendatang baru yang hendak datang mencicipi Kingdom Hearts 3, tidak ada saran lagi yang lebih rasional dari kami untuk Anda selain dua hal – membaca semua Glossary yang ditawarkan in-game di dalam Kingdom Hearts 3 itu sendiri untuk memahami apa yang terjadi sembari Anda memainkannya. Atau yang lebih baik lagi? Menggunakan situs seperti Youtube untuk menonton kesimpulan cerita sejauh ini, yang di beberapa akun yang sempat kami nikmati, memang berfungsi dengan baik. Kami tidak merekomendasikan Anda melompat masuk ke dalam game ini tanpa memahami apapun. Ketertarikan Anda “sekedar” untuk kolaborasi dengan dunia Disney tidak akan banyak membantu, karena akan membuat Anda kehilangan banyak momen yang seharusnya emosional. Persiapkan diri Anda.

Meluruskan Benang Kusut

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 115
Ia akhirnya meluruskan begitu banyak benang cerita kusut dari seri-seri terdahulu.

Bagi gamer yang sudah mengikuti seri Kingdom Hearts sejak awal, jatuh hati, dan sudah menantikan Kingdom Hearts selama ini, benang kusut yang terbangun adalah salah satu motivasi untuk mengantisipasi seri teranyar ini. Sejak awal ia diperkenalkan, Testuya Nomura sudah menegaskan bahwa ia akan menjadi jawaban dari saga Xehanort yang selama ini sudah terbangun. Dari bagaimana ia memanipulasi tiga sekawan – Ventus, Aqua, dan Terra hingga bagaimana ia selalu berambisi untuk membuka dan menggunakan Kingdom Hearts untuk sebuah motivasi dan hasil akhir yang tidak jelas. Lantas, berhasilkah Kingdom Hearts 3 mencapai tujuan akhir tersebut? Kami dengan sangat senang hati melaporkan bahwa benang kusut tersebut akhirnya lurus, jelas, dan berada di tempat yang seharusnya.

Setelah berkutat dengan plot yang dari satu seri ke seri yang lain semakin kompleks, baik dari kehadiran konflik antara beragam pihak dengan “nama unik” mereka masing-masing, Kingdom Hearts 3 akhirnya meluruskan benang kusut tersebut. Semua elemen yang sempat diperkenalkan di sebelumnya akhirnya berkontribusi di konflik terakhir ini, menempatkan diri di tempat seharusnya. Plot terkait nasib Aqua, Ventus, dan Terra terjawab, konflik soal entitas Replica dan peran mereka terjawab, cerita emosional antara Roxas, Xion, dan Lea juga punya konklusi akhir, hingga beberapa misteri seperti mengapa Riku punya “3 bentuk” berbeda-beda di saat yang sama, misalnya. Semua jawaban dari misteri tersebut akhirnya disajikan, tentu saja untuk Anda yang memahami dan mengikuti kisah Kingdom Hearts dari awal.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 172
Kingdom Hearts 3 memang tidak menjawab semua misteri universe KH, namun setidaknya merampungkan saga Xehanort.

Namun misteri yang terjawab hanyalah yang berhubungan dengan Xehanort dan misteri yang melibatkan usahanya untuk meracik χ-blade dan membuka Kingdom Hearts, tidak lebih. Kingdom Hearts 3 didesain untuk “hanya” merampungkan kisah Xehanort sembari membuka ruang bagi franchise ini terus berlanjut. Jadi untuk Anda yang berharap bahwa semua misteri akan terjawab di sini, Anda akan cukup kecewa karena Square Enix masih menyediakan banyak ruang bagi franchise ini untuk terus berlanjut, menemani Anda hingga Anda tidak lagi cukup kuat mengangkat kontroler di hari tua. Salah satu misteri yang tidak terjawab adalah konflik yang terjadi di era “χ Back Cover” dan melibatkan The Master of Masters dan Luxu. Anda tidak familiar dengan kedua nama itu? Saatnya nonton video Youtube lagi!

Sayangnya, di sisi lain, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa progress cerita di Kingdom Hearts 3 memang terkesan tergesa-gesa dan dipresentasikan dengan cara yang canggung. Selama berpetualang mengelilingi dunia Disney yang lama dan baru dengan Sora, Nomura memutuskan untuk tidak menggunakan momen ini untuk menciptakan momen penting yang memang bisa menggerakkan cerita yang ada. Yang ia fokuskan justru melemparkan sedikit informasi terkait konflik seri Kingdom Hearts masa lampau, dari karakter hingga istilah, yang sepertinya jelas ditujukan untuk gamer yang masuk ke seri ini tanpa pengetahuan yang cukup. Hasilnya? Selama Anda berpetualang dari dunia Hercules ke Big Hero 6, progress cerita yang signifikan bisa dibilang minim. Ia terasa seperti pergerakan sia-sia untuk memahami semesta Kingdom Hearts, bukan menyelesaikannya.

Keputusan ini kemudian berujung pada “mimpi buruk” dari sisi penceritaan. Semua plot penting yang didesain untuk menjelaskan, mengakhiri, dan menyimpulkan segala sesuatunya, dipadatkan, disusutkan, dan dilemparkan ke dalam 1/3 porsi game terakhir. Semuanya bergerak dan selesai di satu tempat saja – Keyblade Graveyard alih-alih dibagi merata di sepanjang cerita. Ada rasa tidak puas disana, dimana solusi untuk semua misteri yang sudah terbangun selama belasan tahun, sesuatu yang sudah lama Anda tunggu, ternyata “dimuntahkan” begitu saja dalam bentuk cut-scene demi cut-scene dan pertarungan yang linear. Sementara di sisi lain, untuk alasan yang tidak jelas pula, Xehanort yang seharusnya menjadi musuh utama di seri kali ini, tidak banyak bergerak atau melakukan sesuatu. Ia hanya menunggu di tempat terakhir dengan waktu tampil yang begitu singkat, konsep yang tentu saja aneh untuk kisah yang seharusnya mengakhiri saga-nya.

Kesan terburu-buru tersebut juga mengalir kuat ketika konflik 7 cahaya VS 13 kegelapan tersebut akhirnya terjadi. Alih-alih membuat setiap pertarungan yang secara kuantitas memang tidak berimbang satu sama lain ini terasa istimewa, Nomura memutuskan untuk menampung ke 20 karakter berbeda tersebut di sebuah labirin reruntuhan yang desainnya sama sekali tidak istimewa.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 124
Sayangnya, cara mereka “mengejar” akhir kisahnya tidak terasa elegan.

Pertarungan melawan 2-3 “karakter penting” ini tentu tidak terhindarkan, namun sayangnya, kembali dengan cara penanganan cerita yang aneh. Jika Anda berhasil menundukkan satu dari mereka, potongan cut-scene langsung akan muncul untuk memperlihatkan bagaimana cerita karakter ini selesai. Ada dialog di sana, adegan dramatis, dan konklusi yang Anda butuhkan. Namun semuanya dilakukan sembari mengabaikan bahwa masih ada 1-2 musuh di ruang sama yang hendak membunuh Anda dan secara magis “menghilang” sembari menunggu Anda menikmati cut-scene dan konklusi cerita dari karakter yang baru Anda kalahkan. Ketika Anda selesai menonton cut-scene ini, Anda akan bertarung dengan sisa musuh, dan mengulang rutinitas yang sama lagi ketika satu dari mereka kalah. Ini adalah sebuah pendekatan yang benar-benar absurd dan justru menghilangkan kesan penting dari momen yang seharusnya istimewa ini. Ada cara yang lebih elegan untuk menangani ini.

Salah satu sumber kekecewaan kami yang juga meluncur dari cara mereka menangani 7 Ksatria Keyblade yang kini sudah terkumpul tersebut. Agak sedikit menjengkelkan untuk menemukan fakta bahwa selain Sora, Anda berujung hanya menggunakan setidaknya 2 karakter yang lain dari 7 karakter tersebut untuk memicu progress cerita sekaligus menikmati gaya bertarung mereka yang unik. Padahal, potensi untuk cerita begitu besar di sana. Setiap kali ia kembali ke Sora atau Riku, kami selalu berharap ada kesempatan untuk menjajal sensasi bertarung sebagai Kairi ataupun Axel untuk sedikit merasakan seperti apa gaya dan animasi mereka. Harapan tersebut semakin kuat ketika cerita soal Kairi dan Axel tetap berkutat pada masa training mereka sebagai Keyblade Master yang punya potensi untuk diarahkan ke gameplay seperti ini. Namun apa yang kita dapatkan? Nihil.

Maka terlepas dari fakta bahwa hampir semua misteri yang berputar di sekitar Xehanort akhirnya terjawab dan benang kusut tersebut mulai terlihat lurus, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa ada kesan tergesa-gesa dan penanganan yang kurang elegan di sana. Namun setidaknya, Anda kini tidak perlu lagi menerka-nerka bagaimana semua kelompok, karakter, nama, konflik di masa lalu kini menyatu dalam kisah yang untungnya, tidak akan sulit untuk diterima sebagai solusi terbaik yang bisa ditawarkan oleh Nomura.

And The Story Continues..

 

 

(Spoilers! Anda yang berkeberatan dengan Spoilers diharapkan untuk tidak membaca sesi yang satu ini. Silakan menuju langsung ke halaman berikutnya untuk Kesimpulan. Sesi ini akan lebih banyak berisi spekulasi dari kami pribadi)

 

 

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 2 184
SPOILER WARNING! BEWARE!

Jauh sebelum ia dirilis, Nomura sudah beberapa kali menegaskan lewat beragam interview yang ia lakukan bahwa Kingdom Hearts 3 akan menjadi akhir dari kisah Xehanort namun bukan untuk Sora itu sendiri. Bahwa aksi petualangan Keyblade Master yang satu ini akan terus berlanjut ke seri-seri selanjutnya. Apakah kita berbicara soal seri baru yang utama? Sebuah seri “spin-off” yang lain? Ataukah seperti kebiasaan-kebiasaan di seri Kingdom Hearts sebelumnya, meluncur via versi Final Mix? Untuk saat ini tidak ada satupun yang tahu. Namun yang pasti, kita sepertinya bisa menebak kemana cerita ini akan mengarah dan bersiap dengan hype yang bahkan lebih besar lagi. Godaan untuk berspekulasi begitu besar!

Kingdom Hearts 3 menyediakan dua buah konten tambahan setelah tamat dalam bentuk video – “Epilogue” dan “Secret Ending” untuk Anda nikmati dan tentu saja, akan menjadi petunjuk kira-kira kemana seri selanjutnya akan mengarah. Lewat kedua konten tersebut, Anda bisa membangun spekulasi lebih solid terkait perjalanan Sora selanjutnya, apalagi satu konflik baru yang muncul ternyata belum selesai dan tersisa di pertarungannya melawan Xehanort. Sesuatu yang Anda akan temukan dengan memainkan game ini secara langsung.

Jagat Play Ace Combat 7 Skies Unknown PART 2 Screenshot 2019 01 25 10 53 55
Epilogue sepertinya jelas mengarahkan siapa yang akan jadi “musuh” selanjutnya.

Epilogue sepertinya mengindikasikan jelas bahwa di satu titik di masa depan, kita akan terjun masuk ke dalam konflik masa lampau yang pertama kali ditawarkan oleh Kingdom Hearts χ yang notabene terlihat seperti game Kingdom Hearts tak penting untuk pasar mobile atas nama eksploitasi franchise. Bahwa Xehanort bukanlah ancaman terbesar. Epilogue memberikan sedikit gambaran siapa sebenarnya sosok Luxu, bagaimana ia berperan dalam pertempuran 7 Cahaya vs 13 Kegelapan ini bersama dengan kotak hitam yang tetap ia bawa kemana-mana. Di akhir, ada potongan sedikit scene pendek dimana kita kembali ke masa lalu dimana Eraqus dan Xehanort muda bermain catur dan Eraqus memutuskan untuk “memainkan sesuatu yang berbeda”. Anda bisa melihat bahwa kali ini ada 7 pion hitam dan 1 pion putih di sana.

Spekulasi kami? Sepertinya jelas bahwa cerita ke depan akan berfokus pada Book of Prophecies dari Kingdom Hearts χ. Ketujuh pion hitam dimana Anda bisa melihat 1 pion “Raja” dan 6 pion “bawahan” besar kemungkinan merujuk pada Master of Masters dan keenam muridnya: Ira, Aced, Invi, Gula, Ava, dan tentu saja – Luxu. Apakah ketujuh karakter ini akan menjadi antagonis bagi Sora di seri selanjutnya? Sepertinya demikian. Satu yang menarik adalah bagaimana jumlah mereka adalah “7” seperti halnya “7 Ksatria Cahaya” yang sempat bertarung melawan “13 Kegelapan” milik Xehanort. Jika melihat aksi Eraqus di Epilogue, sepertinya seri selanjutnya akan membalik keadaan yang ada.

Keadaan yang ada? Benar sekali, bahwa alih-alih “7 Cahaya” melawan “13 Kegelapan”, kita akan bertemu dengan kasus dimana pertarungan kini difokuskan pada “7 Kegelapan” melawan “13 Cahaya”. Mungkin untuk meracik sebuah χ-blade yang digunakan untuk membuka Kingdom Hearts di sisi yang lain, dimana alih-alih merupakan sumber cahaya, adalah versi dimana ia menjadi sumber kegelapan. Karena tema Kingdom Hearts sebagai franchise selalu berkutat soal keseimbangan, dimana cahaya dan kegelapan selalu menjadi dua bagian yang tidak terpisahkan. Spekulasi kami ini semakin kuat mengingat pertarungan terakhir melawan Xehanort seolah mengindikasikan bahwa “Ksatria Cahaya” tidak lagi terbatas hanya pada 7 orang saja. Di luar potensi kemungkinan munculnya karakter baru, selalu ada kesempatan untuk menggunakan karakter-karakter protagonis saat ini dan meramunya menjadi “13 Cahaya”: Sora, (Donald), (Goofy), Ventus, Aqua, Terra, Xion, Roxas, Axel, Kairi, (Saix atau Namine), Mickey, dan juga – Riku. Membayangkan pertarungan 7 Kegelapan VS 13 Cahaya menjadi sesuatu yang rasional di pikiran kami.

Semuanya akan diramu ke dalam pendekatan baru yang kali ini, diindikasikan oleh “Secret Ending” yang terlihat lemah, namun jika dipikirkan lebih matang ditambah dengan teori konspirasi di otak, siap untuk membuat hype Anda tidak lagi tertahankan. Video Secret Ending ini mengusung nama “Yozora” yang notabene merupakan karakter utama di Verum Rex, game “Final Fantasy” di dunia Toy Story yang digemari oleh Rex dan sempat mendapatkan film CGI-nya sendiri yang super keren. Di dalam Secret Ending tersebut Anda bisa melihat Sora dan Riku terdampar di dunia yang berbeda. Sora terdampar di Shibuya, Tokyo dan Riku terjebak dalam dunia dengan dua menara tinggi, sosok Yozora yang tengah memandang dari ketinggian, diiringi dengan musik yang begitu familiar. Di sana, ada sosok dengan jubah hitam yang membuat tanda hati.

Oke, mari berspekulasi. Sebagai pembukaan, berapa banyak dari Anda yang sempat melakukan proses googling dan mencari tahu apa arti nama “Yozora”? Benar sekali, Yozora berarti “ Langit Malam”. Anda tahu karakter mana yang juga punya arti “Malam” di dalam namanya? Noctis dari Final Fantasy XV. Kedekatan keduanya secara desain terutama jika berbicara soal era FF XIII Versus dengan sedikit alunan musik Somnus ketika memperlihatkan dunia yang dikunjungi Riku di Secret Ending mengindikasikan arah yang hendak dibawa Square Enix. Sementara dunia nyata Shibuya, Tokyo yang dikunjungi Sora? Hampir semua penggemar game Square Enix tentu paham bahwa yang ia kunjungi itu adalah landmark ikonik dari game JRPG – The World Ends With You.

Kingdom Hearts 3 jagatplay part 1 149
“Yozora”

Jadi, apa maksudnya? Kami meyakini, sekali lagi teori kami, jika kedua dunia ini bukan sekedar sinyal DLC ataupun konten baru yang hendak mereka tambahkan di versi Final Mix nanti dan benar-benar merujuk pada kisah petualangan selanjutnya, maka sepertinya jelas mengapa Nomura sama sekali tidak menyuntikkan karakter ataupun dunia Final Fantasy di Kingdom Hearts 3. Dengan judul Secret Ending dimana ada tulisan “Reconnect” di akhir dan tema bagaimana segala sesuatunya berbalik dengan “7 Kegelapan”, besar kemungkinan bahwa seri selanjutnya akan menawarkan satu hal – Dunia yang ditawarkan bukan lagi Dunia Disney, tetapi Final Fantasy dan game-game JRPG Square Enix yang lain. Potensinya begitu besar. Hal ini juga menjelaskan motivasi Nomura untuk membuat karakter Final Fantasy absen di seri ketiga ini.

Satu yang menarik adalah hati misterius di end-game saat Sora berusaha menyelamatkan teman-temannya dari serangan Dark Tower yang sempat “menghabisi” semuanya. Hati tanpa nama dengan suara lembut tersebut berbicara soal bagaimana ia menunggu seseorang, bagaimana orang yang ia tunggu kehilangan hatinya dan digantikan oleh hati orang lain, dan bagaimana sosok tersebut akan begitu sedih jika tahu bahwa saat ini sosok “sang hati” ini tidak lagi ada. Cerita ini berakhir dengan usaha Sora bertanya soal “nama orang yang ia tunggu”, yang kemudian dijawab dengan bisikan. Kisah ini berakhir sampai di sana saja dan tidak terjawab hingga Kingdom Hearts 3 berakhir, menyisakan begitu banyak pertanyaan.

Sepertinya jelas bahwa apapun informasi yang dibagi kepada Sora oleh “sang hati” tersebut akan memainkan peran penting di seri Kingdom Hearts selanjutnya. Banyak yang berspekulasi bahwa suara tersebut adalah Ava, salah satu Foretellers dari Kingdom Hearts χ yang nasibnya tidak jelas.

Sementara tidak sedikit pula yang berspekulasi bahwa sosok tersebut adalah Strelitzia, seorang Keyblade Wielder yang tewas terbunuh di Kingdom Hearts χ namun tidak pernah jelas siapa identitas yang menghabisi nyawanya. Walaupun ini terdengar gila, namun di telinga dan otak kami, kami juga membuka potensi bahwa hati yang tengah bicara tersebut bisa saja berakhir menjadi Aerith, karakter Final Fantasy VII yang juga berbagi sentimen dan kisah yang nyaris serupa. Kami tahu bahwa Aerith di seri Kingdom Hearts sebelumnya dipotret sebagai karakter yang “hidup” dan sehat, namun bukan tidak mungkin bahwa kata Reconnect di bagian akhir Secret Ending mengindikasikan bahwa kunjungan kita ke dunia Final Fantasy akan membawa kita ke timeline dan cerita original dari masing-masing dunia Square Enix nantinya.

Tentu saja, semua yang kami tuliskan di atas semuanya adalah murni spekulasi. Nomura hingga saat ini belum membicarakan kelanjutan Kingdom Hearts sama sekali secara mendetail selain konfirmasi bahwa kisah Sora akan berlanjut. Tetapi jika apa yang kami spekulasikan memang terbukti benar dan nyata di masa depan, antisipasi dan hype terkait seri teranyar Kingdom Hearts ini akan melebihi penantian munculnya Kingdom Hearts 3 itu sendiri.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…