Review Left Alive: Sebuah Lelucon Kejam!

Reading time:
March 19, 2019
Left Alive jagatplay gameplay 4

Franchise potensial yang untuk alasan tidak jelas, tidak pernah lagi memperlihatkan batang hidungnya. Gamer yang sempat menikmati serinya di era Playstation pertama dahulu mengerti potensi Front Mission sebagai game strategi yang memesona. Sebuah game pertarungan mecha bernama “Wanzer” yang diisi dengan kisah dan intrik politik global yang menggugah, sekaligus sistem pertarungan berbasis kerusakan per bagian yang memperdalam elemen gameplay itu sendiri. Namun sayangnya, sang pemilik franchise – Square Enix justru terlihat tidak percaya diri dengan nama Front Mission. Ia sempat berubah menjadi game mecha third person shooter yang gagal menangkap pesona seri originalnya. Namun alih-alih belajar dari kesalahan tersebut dan memenuhi mimpi fans untuk seri game strategi yang baru, Square Enix justru memperkenalkan sebuah game action baru berbasis semestanya – Left Alive.

Pandangan gamer memang tertuju pada proyek yang terlihat super ambisius yang satu ini. Bagaimana tidak? Ia meminjam talenta Yoji Shinkawa – ilustrator artwork Metal Gear Solid yang punya gaya khas untuk memotret tiga karakter utama Left Alive. Langkah ini dilihat sebagai usaha Square Enix untuk meracik sebuah game yang hendak diposisikan sebagai “kompetitor utama” seri MGS dari Konami yang masa depannya memang kian tidak jelas. Mereka juga merekrut talenta belakang layar yang menjanjikan, seperti sosok Toshifumi Nabeshima dari Armored Core sebagai penanggung jawab. Kesemuanya diracik dalam desain game semi open-world yang di trailer dan screenshot, memperlihatkan perang urban yang penuh kekacauan. Di atas kertas, Left Alive terlihat seperti sebuah game dengan formula sukses yang “pasti”. Tapi nyatanya? Justru bertolak belakang.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Left Alive? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang bisa disebut sebagai lelucon kejam? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Left Alive jagatplay gameplay 3
Left Alive mengambil setting semesta Front Mission dengan timeline yang terjadi antara seri kelima dan Evolved.

Mengambil semesta Front Mission, Left Alive mengambil setting di sebuah kota bernama Novo Slava di tahun 2127. Secara canon, timeline ceritanya berarti berada di antara Front Mission 5 dan Front Mission Evolved.

Anda akan berperan sebagai tiga karakter yang “terjebak” di dalam situasi super rumit ini. Dimana Novo Slava, kota yang seharusnya menjadi perbatasan antara dua negara – Ruthenia dan Garmonia berujung hancur berantakan. Setelah konflik sempat menegang selama beberapa waktu, Garmonia secara tiba-tiba menginvasi Ruthenia dengan menguasai Novo Slava terlebih dahulu dengan kekuatan militer penuh. Tidak hanya menggunakan pasukan infanteri saja, mereka juga mengirimkan persenjataan berat, termasuk para Wanzer untuk melakukannya.

Anda akan berperan sebagai Mikhail  – seorang pilot Wanzer muda yang kebetulan tengah “sial” dan mau tidak mau, harus berjuang bertahan hidup di situasi yang tidak menguntungkan ini. Sembari berusaha mencari bantuan militer dan menyelamatkan penduduk kota, ia mendapatkan informasi terkait eksistensi sebuah prototype Wanzer yang baru. Kemudian ada Olga – seorang polisi wanita yang sempat menginvestigasi sebuah kasus di perbatasan namun secara otomatis terikat pada konflik yang menghancurkan Novo Slava ini. Pelan tapi pasti, proses investigasi membawanya pada sebuah misteri yang lebih besar lagi. Sementara karakter ketiga adalah Leonid – seorang tangan kanan pemimpin pemberontakan masa lampau yang sempat dituduh berkhianat oleh rekan seperjuangannya. Ia tiba-tiba muncul di tengah kepanikan, mengejar karakter lain yang sempat diperkirakan tewas.

Left Alive 6
Anda akan berperan sebagai tiga karakter berbeda: Mikhail – seorang pilot muda Wanzer yang terjebak di perang Nova Slova.
Left Alive 13
Olga – seorang polisi yang proses investigasinya menariknya lebih dalam ke sebuah konspirasi misterius.
Left Alive 54
Leonid – seorang tangan kanan pemimpin pemberontakan masa lampau yang sempat dicap pengkhianat.

Seperti yang bisa diprediksi, pelan tapi pasti, ketiga karakter ini akan saling bersinggungan di Left Alive. Pelan tapi pasti, Anda pun akan mulai membuka tabir misteri bahwa besar kemungkinan perang yang terjadi di Novo Slava ini bukanlah sekedar perang untuk memperebutkan teritori saja. Mereka yang muncul ke permukaan mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dan kompleks, terjadi di sini.

Left Alive 43
Konflik seperti apa yang harus mereka hadapi?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di perang Novo Slava? Konflik seperti apa saja yang harus dilewati oleh ketiga karakter ini? Konspirasi seperti apa yang tengah berjalan di belakang layar perang penuh kehancuran dan kematian ini? Anda tentu saja harus menyelesaikan Left Alive untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…