Menjajal DREAMS (Early Access): Tanah Liat Kreativitas!

Reading time:
May 21, 2019
Dreams jagatplay 78

Industri game memang sebuah dunia hasil leburan kreativitas yang memesona. Di masa lalu, video game selalu dilihat sebagai produk sederhana yang didesain untuk sekedar bersenang-senang. Namun pelan tapi pasti, seiring dengan kekuatan dan performa visual yang kian mendekati level realistis, industri game kini juga berubah menjadi “media cerita” yang bahkan beberapa di antaranya, mampu mengalahkan film Hollywood dengan budget raksasa sekalipun. Sementara di sisi lain, scene indie terus mengeksplorasi kebebasan kreasi dengan produk-produk yang tidak kalah memesona. Di tengah industri yang tumbuh dari limpahan ide-ide ini, Anda akan bertemu dengan beberapa produk yang terasa, terlihat, dan terdengar berbeda. Dimana keunikan menjadi sumber cita rasa utama.

Untuk kasus ini, ada beberapa kasus yang datang dari tangan developer indie yang giat mengeksplorasi ragam ide uniknya, tetapi di sisi lain, juga muncul dari pubsliher raksasa dengan budget besar dan idealisme tinggi. Salah satunya? Tentu saja, Sony. Bahwa terlepas dari pujian tinggi untuk proyek game eksklusif mereka yang kesemuanya menawarkan sisi cerita yang memesona, Sony tetap memberikan perhatian khusus bagi developer yang lain untuk menuangkan proyek ambisius mereka.Bagi Media Molecule, tantangan tersebut dijawab dengan satu kata – DREAMS.

Anda yang sempat membaca impresi demo kami di E3 2018 yang lalu sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh DREAMS. “Video Game” yang kami anggap jauh lebih cocok disebut sebagai “Game Development Kit” karena konten yang ia usung. Namun impresi kami di kala itu begitu terbatas karena alih-alih diberikan kesempatan untuk menjajal, menikmati, dan menangkap gambar sendiri, kami mendapatkan presentasi langsung oleh pegawai Media Molecule. Kini dengan game yang sudah memasuki tahap Early Access dan sudah bisa dijajal di Playstation 4 kami sendiri, kesempatan untuk menyelaminya lebih dalam kini akhirnya tiba!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DREAMS di Early Access ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai tanah liat penuh kreativitas? Kami akan membahasnya lebih dalam soal impresi yang kami dapatkan.

DREAMS – Bukan Sebuah “Video Game”

Dreams jagatplay 24
DREAMS bukanlah “video game” dalam pengertian konvensional.

Tidak terasa bahwa hampir satu tahun sejak terakhir kami melihat dan menikmati DREAMS itu sendiri. Bahwa tidak lagi harus ditemani dan dipresentasikan oleh pegawai Media Molecule, kesempatan untuk menjajalnya secara langsung, dengan segala keterbatasan pengetahuan soal mekanik dan potensi yang ia tawarkan, akhirnya tiba! DREAMS akhirnya membuka masa Early Access untuk gamer yang penasaran dengan “game” yang satu ini.

Selama satu tahun terakhir, identitasnya juga tidak berubah. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, DREAMS memang tidak bisa serta-merta disebut sebagai “video game”. Mengapa? Karena seperti nama yang ia usung, “video game” ini didesain dengan satu tujuan utama – memastikan bahwa Anda bisa menciptakan dan mewujudkan mimpi Anda dengannya. Oleh karena itu, DREAMS berisikan kompilasi beragam tools yang bisa diwujudkan untuk membuat mimpi proyek digital Anda menjadi kenyataan, dari membangun video game, film pendek, desain karakter, hingga OST Anda sendiri. DREAMS merupakan kompilasi tools untuk itu.

Dreams jagatplay 91
DREAMS merupakan kompilasi tools yang bisa digunakan untuk meracik video game hingga film animasi pendek original Anda sendiri.
Dreams jagatplay 57
Tujuan diracik DREAMS sepertinya jelas, memberikan mereka yang punya ide kreatif namun tanpa kemampuan coding misalnya, untuk mewujudkan mimpi mereka.
Dreams jagatplay 63
Logic dibangun dengan menggunakan sistem Nodes dengan fungsi berbeda-beda. Anda bisa memicu aksi konsekuensi dengan menghubungkannya satu sama lain.

Jelas bahwa yang berusaha ia capai di sini adalah memastikan bahwa semua otak kreatif yang berisikan begitu banyak ide gila kini punya ruang untuk termanifestasi menggunakan DREAMS. Mengapa? Karena tidak seperti proses pengembangan pada biasanya, DREAMS hadir tanpa satu “dinding penghalang” yang membuat banyak otak kreatif tidak mampu mengejar mimpi ini – CODING. Bahwa tidak seperti engine game pada umumnya yang membuat proses ini dibutuhkan untuk membangun logic yang ada, DREAMS menghapus dinding super besar tersebut. Hasilnya? Sebuah tools yang bisa dimanfaatkan oleh gamer, terlepas dari seberapa terbatasnya pengetahuan mereka soal engine game dan coding itu sendiri.

Kerennya lagi? DREAMS juga dibangun sebagai hub kolektif untuk hasil karya gamer DREAMS di seluruh dunia. Jadi gamer yang sudah membangun elemen atau konten tertentu, dari sekedar karakter, objek super kecil dengan desain memesona, efek cuaca, dunia, mekanik gameplay dasar, hingga film pendek sekalipun bisa membaginya kepada dunia. Selama izin diberikan lewat menu yang sudah disediakan, gamer DREAMS bisa mengambil elemen-elemen tersebut dan mengaplikasikannya langsung ke proyek mereka. Atau bahkan lebih kerennya lagi, mereka bisa berbagi hal tersebut ke dunia. Software ini juga mengusung sistem filter katalog mumpuni yang membuat Anda bisa mencari apa yang Anda inginkan dengan mudah, dari mencari elemen berdasarkan konten, genre, hingga creator itu sendiri.

Dreams jagatplay 46
Anda juga bisa mencari dan menikmati konten kreator DREAMS yang lain
Dreams jagatplay 75
Lewat fitur REMIX, Anda juga bisa mempelajari dan memodifikasi konten orang lain.

https://www.facebook.com/pladidus/videos/10216904652262860/

Satu yang menarik, DREAMS juga mengusung fitur bernama REMIX. Jadi alih-alih membangun segala sesuatunya dari awal, para pencipta mimpi juga bisa membagikan hasil karya mereka dengan membuka opsi Remix yang satu ini. Ini berarti memberikan kesempatan bagi kreator lain untuk melihat seperti apa latar belakang game tersebut dibangun, logic seperti apa yang digunakan, dan juga kesempatan untuk memodifikasi konten yang ada. Dengan sistem REMIX seperti ini, proyek tidak hanya bisa disempurnakan saja, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi tim-tim kecil untuk meracik konten super serius berdasarkan engine milik DREAMS ini. Sebuah produk kreatif yang pada dasarnya sudah menawarkan potensi konten yang luar biasa ini kini punya potensi yang tidak berbatas.

Menariknya lagi,  tools yang disediakan oleh DREAMS memang bisa dibilang cukup lengkap untuk memfasilitasi ragam kebutuhan yang ada, terutama dari sisi visual. Anda bisa membangun sebuah game atau film pendek dengan pendekatan yang realistis, dari tekstur hingga sistem tata cahaya dan pantulan yang ada, atau meracik sesuatu yang punya cita rasa kartun yang lebih kental. Fitur seperti Sculpting yang difasilitasi motion controller menggunakan DualShock 4 bahkan memungkinkan Anda untuk meracik karakter-karakter penuh detail, lengkap dengan physics material dan gerak bahan yang menyertainya. Masih belum cukup? Anda juga bisa menyuntikkan banyak hal lain seperti musik atau sekedar mekanik berbasis serangan / damage untuk game Anda. Percaya atau tidak, ia bahkan memiliki opsi rekam suara untuk Anda yang ingin menyuntikkan dialog berbasis Voice Acting di proyek Anda. Gila!

https://www.facebook.com/pladidus/videos/10216907744740170/

Dreams jagatplay 67
Menggunakan fitur sculpting yang ada, Anda bahkan bisa mendesain model karakter Anda sendiri!

Seberapa luas dan kompleksnya material yang didukung oleh DREAMS adalah salah satu alasan mengapa rasa apresiasi tinggi pantas untuk diarahkan pada Media Molecule. Bahwa bahkan lebih kompleks dari yang kami pikirkan sebelumnya, DREAMS benar-benar dibangun dengan satu ambisi yang jelas – bahwa ia akan meliputi semua detail yang dibutuhkan oleh otak kreatif di luar sana, sekecil apapun itu. Bahwa Anda selalu punya ruang untuk membangun semesta, sekedar robot raksasa, singa yang bisa bernyanyi, hingga Sonic tiga dimensi dengan gerak yang masih begitu kaku. Batas apa yang bisa Anda capai atau tidak capai dengan Dreams, kini terkunci pada batasan kreativitas Anda. DREAMS ada di sana untuk mengakomodasi mimpi tersebut.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…