Review My Friend Pedro: Keren Tapi Cepat Basi!

Reading time:
July 2, 2019
My Friend Pedro jagatplay 1

Sebuah game yang mengandalkan aksi tembak-tembakan dan peluru yang meluncur dari setiap moncong senjata yang ada memang tidak memberikan banyak ruang bagi inovasi. Anda mungkin akan berhadapan dengan pendekatan perspektif berbeda, namun pada akhirnya, ia adalah game lugas yang meminta Anda untuk membunuh siapa saja yang berusaha menghalangi sembari berusaha bertahan hidup di saat yang sama. Tetapi bukan berarti tidak ada usaha untuk menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda di genre yang satu ini. Ada yang mengkombinasikannya dengan mekanik tertentu yang menghasilkan sisi gameplay yang memukau, sensasi heroik lebih kental, dan juga pendekatan sinematik. Kombinasi familiar yang melekat pada nama My Friend Pedro.

My Friend Pedro bukanlah sebuah game yang bisa disebut “baru”. Sekitar 5 tahun yang lalu, ia muncul sebagai game Flash yang cukup populer di Adult Swim Games. Pendekatan gameplay yang memang berfokus pada sensasi menggunakan karakter misterius yang diperkuat dengan kekuatan bullet-time ternyata berujung unik, apalagi dikombinasikan dengan desain 2,5D yang ia usung. Kini di tangan DeadToast Entertainment dan Devolver Digital, My Friend Pedro kembali dalam varian yang lebih serius. Tentu saja dengan visual, pendekatan sinematik, dan efek yang lebih mumpuni. Sebuah proyek rilis ulang untuk mereka yang tidak sempat mencicipi versi Flash Games-nya di masa lalu.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh My Friend Pedro ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game keren yang cukup basi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

(Dimainkan dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

Plot

My Friend Pedro jagatplay 2
Anda adalah karakter utama yang dibangunkan sebuah pisang yang bisa berbicara.

Terlepas dari konsep dimana sebagian besar game action menjadikan cerita sebagai salah satu motivasi utama, untuk bergerak dari satu chapter ke chapter yang lain, My Friend Pedro tidak banyak berfokus pada hal yang satu ini. Anda hanya diberikan potongan pendek untuk sebuah misteri yang pada akhirnya, akan terbuka di akhir. Itupun, tidak ada kepastian Anda akan mendapatkan “jawaban” definitif.

Anda berperan sebagai seorang karakter misterius dengan topeng yang tiba-tiba terbangun dan menemukan bahwa sebuah pisang (Anda tidak salah baca) muncul dan melayang di hadapannya. Tidak sekedar pisang biasa, buah kuning melengkung ini mampu berbicara dan memperkenalkan dirinya sebagai Pedro. Pedro meyakinkan sang karakter bahwa ia tengah berada dalam bahaya besar dan ia harus berlari, sembari membunuh siapapun yang berusaha menghalanginya. Perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, yang di beberapa titik berakhir lebih aneh dari yang Anda bayangkan, tidak terhindarkan. Hingga pada akhirnya, satu tokoh antagonis pun mengemuka.

My Friend Pedro jagatplay 104
Pisang, pisang, dan pisang.
My Friend Pedro jagatplay 102
Siapakah tokoh antagonis yang harus Anda hadapi di akhir?

Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, cerita memang bukan esensi My Friend Pedro. Ia hanyalah pelengkap sekaligus menjadi latar belakang motivasi mengapa Anda “terjebak” di satu lokasi tertentu untuk membunuh siapapun yang berada di hadapan Anda. Pada akhirnya, seperti game action sejenis, Anda akan bertemu dengan lawan sepadan – para boss yang terkadang, butuh strategi tersendiri untuk ditundukkan.

Lantas, siapa sebenarnya Pedro? Tantangan seperti apa saja yang harus dihadapi karakter utama Anda? Siapa tokoh antagonis yang akan menutup aksi pembunuh dengan kemampuan refleks super cepat ini? Anda harus memainkan My Friend Pedro untuk mendapatkan jawabannya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…