Review Concrete Genie: Memahami Bullying!

Reading time:
October 8, 2019

Warna Cerah di Tengah Kesuraman

concrete genie jagatplay 168 1
Concrete Genie hadir dengan pendekatan visual yang unik.

Ketika Anda melihatnya untuk pertama kali, Concrete Genie memang menawarkan pendekatan presentasi visual yang cukup unik. Ketika Anda memainkannya secara interaktif, berlari, melompat, dan melakukan ragam aktivitas yang dibutuhkan, ia memang terlihat seperti game third person pada umumnya.

Hadir dengan animasi super halus, lengkap dengan peta untuk memperlihatkan dimana objektif selanjutnya, ia memang terlhat hadir dengan kualitas game third person dengan dunia yang cukup luas yang seharusnya. Namun pendekatan ini berbeda ketika Anda masuk ke dalam cut-scene yang memang tersedia untuk memperkuat sisi cerita yang ada. Sebagian besar animasi di sini justru mengesankan gaya stop-motion yang lebih kentara, dimana gerak patah-patah mengemuka bahkan di ekspresi wajah karakter sekalipun. Detail karakter juga dibangun dengan kesan clay-motion yang kuat, yang sepertinya familiar untuk Anda yang pernah menikmati film dengan pendekatan serupa. Uniknya? Hanya karakter saja mendapatkan pendekatan ini, mengingat dunia Concrete Genie dibangun dengan model tiga dimensi yang serius.

concrete genie jagatplay 153
Animasi karakter mengesankan cita rasa stop-motion, dengan model karakter seolah dibangun dari clay.
concrete genie jagatplay 54
Denska yang suram melebur manis dengan warna-warna cerah lukisan Ash. Sebuah kontras yang menarik.

Dunia Concrete Genie yang berpusat pada Denska juga menghasilkan kontras yang istimewa dengan gameplay yang ia usung. Sebagai kota yang memang menyiratkan rasa keputusasaan dan masalah sosial yang pelik, ia memang dicitrakan kusam dan gelap. Warna-warna gelap mendominasi, dengan warna hitam dan abu-abu di setiap sudut, bahkan dengan awan mendung yang juga secara konsisten membayangi kota ini. Kondisi seperti ini membuat setiap warna-warna cerah yang keluar dari kuas raksasa Ash menghasilkan kontras yang fantastis. Melihat warna-warna terang yang juga diikuti ragam makhluk cerita di tengah sebuah dunia yang kusam meninggalkan kesan yang tentu saja, lebih kuat. Sesuatu yang juga bisa Anda lihat dengan kacamata metafora penuh dengan simbol.

Sementara untuk sisi audio, Concrete Genie menghadirkan pendekatan yang selayaknya dan sepantasnya. Musik yang ia tawarkan harus diakui tidak begitu memorable, dengan konten dan genre yang tidak akan cukup untuk membuat Anda merindu dan mendengarkannya terpisah di aplikasi Spotify Anda misalnya. Namun setidaknya hal ini cukup terobati dengan suara efek para Genie – makhluk magis yang lahir dari kuas Ash yang terdengar imut dan penuh kepribadian. Apalagi beberapa gambar Anda juga bisa memunculkan efek animasi hidup yang juga didukung dengan efek suara tertentu.

concrete genie jagatplay 108
Sayangnya, musik yang ia usung tidak terlalu memorable.
concrete genie jagatplay 60
Melihat pantulan air juga merefleksikan gambar Anda menghasilkan pengalaman yang memanjakan mata. Sayangnya, Concrete Genie tidak didukung sistem cuaca yang dinamis, hingga jumlah genangan air dan lokasinya selalu sama.

Satu detail menarik yang juga membuat kami jatuh hati pada sisi presentasi Concrete Genie datang dari refleksi dari dunia yang ia tawarkan. Walaupun tidak serta merta segila teknologi ray-tracing di PC yang kini menjadi highlight teknologi termutakhir, namun Concrete Genie menawarkan sensasi yang serupa, terutama di tempat-tempat yang memiliki genangan air. Melihat gambar yang Anda racik di dinding-dinding gedung, termasuk Genie yang terus bergerak sekalipun, tercermin di genangan air di dekatnya menghasilkan pengalaman memanjakan mata tersendiri. Sayangnya, tidak ada efek cuaca di Concrete Genie. Anda tidak akan menemukan kondisi kota yang basah dan penuh genangan air, yang tiba-tiba diisi dengan pantulan gambar yang sudah Anda sebar di beragam sudut yang ada.

Maka, dari sisi presentasi, Concrete Genie harus diakui unik. Ia memang tidak terasa istimewa, namun pendekatan artistik yang ia usung sepertinya mendukung jelas atmosfer yang hendak mereka kejar. Denska memang terasa seperti kota putus harapan, gambar milik Ash terasa seperti sebuah energi positif di tengahnya, dan Anda menemukan visualisasi ala stop-motion dengan karakter dari tanah liat yang mendukung citra animasi anak-anak yang hendak ia usung. Presentasi ini pada akhirnya, berjalan dengan seharusnya.

Menggambar Santuy

concrete genie jagatplay 16 1
Concrete Genie berakhir menjadi game adventure yang unik.

Jika Anda sudah menikmati trailer Concrete Genie sebelumnya atau membaca impresi yang kami tuliskan di sisi presentasi, Anda sepertinya sudah punya gambaran kira-kira gameplay seperti apa yang ditawarkan oleh game racikan PixelOpus ini. Apa yang ia tawarkan memang bukanlah sesuatu yang akan cocok untuk semua jenis gamer.

Untuk membuat Denska kembali berwarna, Ash dan kuas raksasanya memang memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar-gambar memesona di dinding bangunan manapun yang mereka inginkan. Namun bukan berarti game ini kehilangan struktur progress sama sekali. Untuk melanjutkan cerita, Anda hanya diminta untuk menggambar sisi dinding bangunan-bangunan yang memiliki bola lampu teruntai di sekitarnya. Dengan menggambar dinding terdekat, bola lampu ini akan kembali menyala dan menandakan bahwa misi Anda di area tersebut sudah selesai, yang biasanya juga memicu misi selanjutnya. Berita baiknya? Anda juga disediakan sebuah peta area cukup lengkap untuk memeriksa bangunan mana saja yang memang berisikan bola-bola lampu tersebut.

concrete genie jagatplay 72
Misi utama Anda adalah menyalakan kembali bola lampu di sekitar Denska yang bisa dipicu dengan menggambar apapun yang Anda inginkan di dinding terdekat.
concrete genie jagatplay 117
Ada beberapa lokasi yang hanya bisa digambar setelah Anda memiliki akses ke kemampuan istimewa bernama Super Paint.

Tentu saja, Concrete Genie tidak akan sesederhana itu. Ada begitu banyak bagian dinding yang sudah dikuasai oleh akar kegelapan, hingga tidak mungkin lagi bisa diwarnai dan digambar begitu saja. Untuk situasi seperti ini, Ash perlu mengakses kemampuan gambar di level lebih tinggi yang disebut sebagai Super Paint. Akses kemampuan ini akan terbuka begitu bar bergambarkan kuas di bagian kanan layar penuh. Hanya aktif dalam waktu yang terbatas, Anda akan bisa menghancurkan akar kegelapan dengan kemampuan ini. Berita baiknya? Bar Power tersebut akan terisi seiring dengan aksi yang Anda lakukan, dari menyalakan bola lampu yang kami bicarakan sebelumnya hingga berinteraksi dengan para Genie yang Anda racik.

Benar sekali, Genie adalah fokus dari game yang satu ini. Bahwa di banyak kesempatan, level yang Anda lalui juga akan memuat sebuah puzzle yang menjadikan para Genie sebagai solusi. Hanya bisa menggambarnya di titik-titik yang sudah ditentukan, lengkap dengan kebebasan untuk mendesainnya dengan sesuka hati, setiap Genie memiliki elemen spesifik yang akan membantu progress gerak Anda. Genie merah dengan api akan membantu Anda membakar ragam rintangan, kuning untuk listrik yang akan menawarkan sumber tenaga untuk panel-panel elektrik di Denska, hingga biru untuk angin yang siap meniup dan menerbangkan objek tertentu. Genie-genie ini punya peran esensial.

concrete genie jagatplay 81 1
Anda juga bisa menggambar monster-monster imut bernama Genie yang akan membantu Anda dalam proses eksplorasi.
concrete genie jagatplay 120
Berinteraksi dengan para Genie dan mengarahkan mereka akan jadi kunci sebagian puzzle yang ada.

Namun tentu saja Anda tidak bisa menggunakannya secara bebas. Para Genie ini punya set peraturan yang jelas dan butuh pertimbangan tersendiri. Pertama, ia tidak bisa berpindah barisan-barisan gedung jika ia tidak memiliki jembatan yang memungkinkan hal tersebut. Jadi jika sebuah Genie “hidup” di barisan gedung A yang tidak terikat pada B, ia tidak akan bisa berpindah. Kedua? Genie juga terkadang butuh gedung yang sudah tergambar untuk bisa bergerak ke sana. Ini berarti, ada reward tersendiri jika Anda secara aktif menggambari gedung-gedung di sekitar, walaupun tanpa bola lampu yang jadi objektif di sana. Ketiga? Sebelum membantu Anda menyelesaikan puzzle, Genie biasanya juga akan meminta Anda untuk menghiasi dinding dengan gambar spesifik yang ia inginkan. Tentu saja, para Genie juga memiliki animasi interaktif dengan gambar-gambar tersebut, seperti memakan apel yang baru saja Anda sematkan misalnya.

Untungnya, Ash juga punya kemampuan untuk meminta para Genie ini untuk mengikuti kemana ia pergi dengan menggunakan kuas-nya. Dengan menggunakna satu tombol ini, Genie di dalam jangkauan, selama memenuhi syarat yang kami tulis sebelumnya, akan langsung mengikuti kemana Anda pergi. Fungsi ini akan sangat berguna ketika Anda misalnya, hendak meminta mereka berkumpul dimana lokasi puzzle butuh diselesaikan. Kerennya lagi? Peta yang kami sebut sebelumnya juga akan memperlihatkan lokasi para Genie ini dan status mereka saat ini. Dengan beberapa emoticon yang berbeda, Anda bisa langsung mengetahui apakah mereka tengah berdiam, berlari mengikuti Anda, atau justru tengah panik karena jalan yang seharusnya mereka lalui entah karena alasan apa, tidak bisa mereka lewati. Untuk urusan terakhir ini, Anda tentu saja harus menginvestigasi dan mencari solusi.

concrete genie jagatplay 150
Lewat fitur peta yang ada, Anda juga bisa melihat kondisi para Genie yang tersebar.
concrete genie jagatplay 122 1
Mengumpulkan potongan kertas artwork yang ada juga akan membuka lebih banyak opsi untuk membangun Genie Anda.

Puzzle di Concrete Genie sendiri tidak terbilang sulit. Dengan melakukan sedikit observasi saja, apalagi dengan tombol hints yang terkadang muncul jika Anda berdiam diri, Anda akan melenggang dengan mudah. Namun untuk ekstra kesibukan lain, mengikuti sisi cerita yang ada, Anda juga bisa berburu halaman-halaman buku Ash yang tersobek dan terpencar di Denska. Halaman-halaman ini bisa memberikan Anda pola gambar baru yang bisa Anda lukis dan kombinasikan, atau bahkan bentuk Genie baru dan anggota-anggota tubuh mereka yang bisa Anda racik secara kreatif. Kertas berisikan pola gambar biasanya bisa Anda temukan di dekat lokasi puzzle, sementara untuk bagian tubuh dan bentuk dasar Genie itu sendiri, butuh kerja keras tersendiri untuk dicari.

Satu-satunya sumber masalah yang harus Anda hindari adalah kelompok bully yang sepertinya, terus menjadikan Anda sebagai target. Mereka akan secara konsisten berpatroli di area dimana Anda hendak menggambar dan tentu saja, otomatis mengejar Anda begitu mereka melihat Anda. Untungnya, tidak terlalu sulit untuk menghindari kelompok yang satu ini. Walaupun Anda tidak bisa melawan balik, Anda selalu bisa meloncat dan berpindah ke lokasi bangunan yang lebih tinggi untuk menghindari mereka. Kelompok ini tanpa alasan yang jelas, tidak bisa mengikuti Anda ke tempat lebih tinggi. Anda juga akan dibekali dengan kemampuan berteriak untuk menarik perhatian mereka, yang biasanya sangat berguna untuk mengalihkan mereka dari lokasi jaga dimana Anda butuh menggambar. Jika tertangkap? Anda akan kehilangan kuas Anda dan harus mencarinya kembali.

Maka sisa petualangan Anda akan diisi dengan elemen kebebasan kreatif yang bisa Anda ekspresikan sebaik mungkin. Anda memang tidak bisa menggambar bebas, namun dengan kombinasi ragam pola yang sudah tersedia dan terbagi ke dalam setidaknya 4 tema besar berbasis musim, Anda bisa menghasilkan sebuah artwork yang memanjakan mata. Concrete Genie memang tidak memberikan Anda reward secara langsung untuk kesibukan ekstra di sisi desain yang Anda lakukan. Namun melihat Desnka kini dipenuhi dengan artwork yang lebih hidup dan berwarna, tentu saja jadi pemandangan asyik tersendiri. Lagipula Anda selalu punya opsi untuk menggambar asal-asalan atas nama menghidupkan kembali bola lampu dan mengejar sisi cerita jika Anda memang tidak tertarik untuk mengekspresikan diri.

concrete genie jagatplay 48
Menggunakan pola-pola yang terbagi dengan tema 4 musim berbeda, Anda bisa meracik artwork keren.
concrete genie jagatplay 134 1
Paruh kedua cerita memiliki sisi action yang lebih kental.

Paruh kedua cerita Concrete Genie memang sedikit berbeda. Seperti trailer gameplay yang sempat diperlihatkan PixelOpus sebelumnya, ada sedikit elemen aksi yang pondasi ceritanya tentu tidak akan kami bagi atas nama menghindari spoiler. Namun sistem pertarungan yang ia usung juga terhitung sederhana. Ada satu tombol spesifik untuk menyerang, satu tombol spesifik untuk serangan berbasis elemen yang efektif untuk menghancurkan shield milik musuh, dan tentu saja akses Super Paint untuk serangan dengan damage lebih besar. Porsi aksi ini memang menawarkan dinamika baru untuk Concrete Genie, namun yang terpenting, memperkuat cerita yang ada.

Terlepas dari keunikan gameplay Concrete Genie, harus diakui, bahwa apa yang ditawarkan PixelOpus memang tidak akan cocok untuk semua jenis gamer, terutama mereka yang punya ekspektasi bahwa ia akan berakhir sebagai game dengan cita rasa action yang lebih kental. Jika Anda tidak menikmati proses menggambar sudut-sudut kota Denska dengan ragam pola yang Anda miliki dan berakhir sekedar menggambar asal untuk menyalakan bola lampu yang berkaitan dengan progress cerita, maka Concrete Genie akan terasa seperti sebuah game hambar yang tidak menarik. Mengatur eksepktasi sejak awal menjadi sesuatu yang penting untuk masuk ke dalam game yang durasi gameplay-nya ini, juga tidak seberapa panjang.

concrete genie jagatplay 73
Sayangnya game ini tidak memberikan banyak motivasi bagi Anda untuk menyibukkan diri dengan meracik artwork secantik mungkin, selain untuk memuaskan sisi artistik Anda.

Berita baik untuk Anda yang justru datang sebaliknya, yang hanya ingin menggambar dan tidak peduli dengan sisi cerita yang ada? Ada mode Free Painting yang bisa Anda akses untuk sekedar menggambar bebas beragam area di kota Denska tanpa berakhir diganggu. Namun sayangnya, pola-pola yang bisa Anda akses akan bergantung pada progress cerita pula, yang membuat Anda mau tidak mau, tetap harus menyelesaikan game ini jika Anda ingin menciptakan artwork sekreatif mungkin.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…