Review Monkey King – Hero is Back: Seekor Kera, Terpuruk, Terpenjara Dalam Gua..
Kesimpulan

Di tengah begitu banyaknya game action super memuaskan di tahun 2019 ini, seperti Astral Chain dari Platinum Games misalnya yang berhasil mengkombinasikan visual dan animasi indah dengan sensasi pertarungan yang cepat dan intens, Monkey King: Hero is Back berakhir terasa seperti game budget rendah yang sepertinya butuh lebih banyak proses belajar dan penelitian untuk memahami apa yang seharusnya tersedia di sebuah game action. Untuk saat ini, ia terasa seperti sebuah proyek yang sengaja didesain untuk pasar lokal Tiongkok, memanfaatkan popularitas sang versi film yang kabarnya “mendulang emas”. Untuk gamer di luar region China yang sama sekali tidak punya keterkaitan emosional dengan film yang dimaksud, ia menjadi game action tanpa nyawa yang tak punya banyak daya tarik.
Maka seperti yang bisa diprediksi, ada begitu banyak kelemahan yang pantas untuk dibicarakan dari game yang satu ini. Salah satu yang paling fatal tentu saja fakta bahwa untuk sebuah game yang menjual dirinya sebagai “game action”, ia sama sekali tidak terasa seperti sebuah game action yang seharusnya. Animasi kaku, absennya animation cancel, tidak adanya serangan kombinasi, variasi minim musuh yang tak butuh banyak strategi untuk ditundukkan, menghasilkan sensasi pertarungan yang sama sekali tidak memuaskan. Kesemuanya dibungkus dengan sistem stealth yang juga terasa tidak berimbang dan konsisten, membuat kesan “murahan” proyek yang satu ini mengalir kentara.
Ini bukan berarti Monkey King: Hero is Back adalah sebuah game buruk. Hanya saja kombinasi yang ia usung membuatnya terasa seperti sebuah game action standar (atau sedikit di bawah standar) yang tak punya banyak pesona dan identitas unik untuk membuatnya terasa istimewa. Untuk saat ini, tak ada alasan untuk meliriknya.
Kelebihan

- Cut-scene yang ditawarkan cukup keren
- Sistem magic yang terasa unik
Kekurangan

- Loading screen saat transisi area
- Animasi kaku
- Sensasi pertarungan tidak memuaskan
- Gameplay terasa repetitif
- Variasi musuh terbatas dan tidak butuh banyak strategi untuk ditundukkan
- Tanpa sistem serangan kombinasi Normal + Heavy Attack
- Cerita tidak se-epik mitologi yang seharusnya
- Voice acting super datar
Cocok untuk gamer: yang tidak berkeberatan dengan sensasi action standar, penggemar Kera Sakti
Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game action intens, menginginkan kisah mitologi Kera Sakti yang seharusnya.
RAW Screenshot
(4K dengan Playstation 4 PRO)































