Review Need for Speed Heat: Tanpa Omong Kosong!

Reading time:
November 21, 2019

Polisi Brutal

Need for Speed Heat jagatplay part 1 30
Fear the PoPo!

Keputusan Ghost Games untuk menjadikan polisi sebagai pihak antagonistik satu dimensi yang benar-benar jahat karena korupsi dan banyak perilaku tanpa moral di sisi cerita memang harus diakui jadi salah satu kelemahan terbesar Need for Speed: Heat. Keputusan ini justru membuat sisi cerita yang ia usungt terasa seperti sebuah lelucon besar tanpa kedalaman sama sekali. Berita baiknya? Terlepas dari kelemahan tersebut, polisi berhasil diimplementasikan ke dalam gameplay dengan kapasitas yang nyaris sempurna. Ia masih berperan sebagai “lawan” Anda saat memacu kecepatan. Namun di Need for Speed Heat, polisi polisi terasa jauh lebih brutal.

Polisi datang sebagai konsekuensi paling fatal yang bisa Anda temukan saat Anda terlibat dalam balap ilegal di malam hari untuk sekedar mencari reputasi ekstra. Jika Anda bertemu dengan polisi yang bahkan bisa mendeteksi suara kendaraan Anda jika berada di jarak tertentu, mereka akan secara otomatis mengejar Anda. Kerennya, hal yang terjadi acak ini terintegrasi sempurna ke dalam sistem balap malam hari itu sendiri. Tidak jarang Anda harus menyelesaikan balap sembari menghindari mobil polisi yang konsisten mengejar Anda, bahkan saat Anda berhasil melewati garis finish sekalipun. AI mobil polisi ini juga terkadang mengejar dan mengganggu gerak AI mobil balap lawan Anda yang lain.

Yang membuat mobil polisi di Need for Speed Heat menarik adalah agresivitas mereka yang melampaui semua jenis AI mobil polisi yang sempat ditawarkan oleh seri Need for Speed sebelumnya. Mereka cepat, mereka konsisten, dan mereka hadir dengan satu misi yang jelas – untuk memberhentikan mobil Anda bagaimanapun caranya. Seperti sistem yang sudah familiar, semakin lama dan pintar aksi Anda menghindari para polisi ini, terutama ketika Anda menghancurkan mereka, semakin tinggi pula jumlah level Heat yang Anda tuai. Semakin tinggi level Heat yang ada, semakin lengkap dan mematikan pula jenis polisi dan ragam teknologi yang mereka gunakan untuk mengejar Anda. Mobil-mobil polisi ini benar-benar datang tanpa mengenal kata berhenti sampai Anda bisa menjauh dari mereka dengan jarak yang signifikan.

Kondisi yang intens ini kemudian diperparah dengan konsekuensi fatal yang bisa terjadi jika Anda tertangkap. Jika Anda tertangkap, entah karena sang mobil polisi berhasil menghentikan Anda secara total atau Anda tidak sengaja berhenti karena terperangkap di lokasi-lokasi berbahaya, Anda harus menuai konsekuensi yang “menyakitkan”.

Need for Speed Heat part 2 jagatplay 4
AI Polisi-polisi ini tidak akan mudah menyerah untuk membawa Anda ke meja hijau!
Need for Speed Heat part 2 jagatplay 45
Dengan konsekuensi yang juga brutal, sita uang dan pemotongan 50% reputasi yang sudah Anda dapatkan di malam yang sama, Anda akan belajar untuk menghindari para penegak hukum ini.

Berapa banyak pun reputasi yang Anda tuai di malam itu akan dipotong setengah dan sebagian besar uang yang sudah dikumpulkan (yang biasanya datang dari balap legal siang hari) akan disita oleh polisi. Jumlahnya sendiri terkadang berakhir signifikan. Oleh karena itu, Anda akan didorong untuk sebisa mungkin untuk tidak tertangkap polisi bagaimanapun caranya. Mengapa? Karena mengumpulkan kembali reputasi dan uang yang terkumpul berarti membawa Anda beberapa langkah mundur dari proses grinding yang sudah ditempuh sebelumnya. Namun sebaliknya, jika Anda berhasil mencapai level Heat tinggi dan menghindari total mobil polisi dan berujung beristirahat di Safe House terdekat, berapapun point reputasi yang sudah Anda kumpulkan akan dikalikan dengan jumlah level Heat (maks. 5) yang sudah Anda tuai sebelumnya. Jelas ada konsep High Risk – High Reward di sini.

Maka dengan kondisi AI mobil polisi yang begitu konsisten dan konsekuensi yang brutal, Need for Speed Heat menghasilkan sensasi kejar-kejaran paling intens yang pernah kami temukan di game racing arcade manapun, termasuk saat dibandingkan dengan seri NFS sebelumnya. Apalagi tidak seperti game arcade lain dimana sang mobil polisi bersikap tak ubahnya gelas kaca, tidak mudah untuk menghancurkan 1 mobil polisi sekalipun di Need for Speed Heat. Oleh karena itu, cara yang paling efektif memang memanfaatkan desain Palm City itu sendiri. Menjebak mobil-mobil polisi yang mengejar Anda dengan kecepatan tinggi ini untuk melewati ragam rintangan lompatan yang sulit atau bahkan menjebak mereka untuk jatuh ke danau atau laut terdekat menjadi strategi terbaik. Karenanya, Anda harus menghafal kira-kira lokasi mana saja yang efektif untuk mengeksekusi rencana ini, yang bisa Anda picu setiap kali Anda butuh lari dari kejaran mereka.

Konsep polisi tidak mengenal kata ampun ini memang menjadi resep penuh rasa frustrasi dan kemarahan karena rasa tidak adil di beberapa jam pertama gameplay. Namun dengan semakin tingginya power level kendaraan Anda dan akselerasi yang semakin tinggi, pelan tapi pasti, mobil-mobil polisi ini akan menjadi ancaman yang tidak lagi signifikan. Namun harus diakui, trauma di awal-awal permainan ini akan tetap tertinggal, membuat Anda akan merasa sedikit cemas dan takut setiap kali melihat logo merah di mini-map atau sekedar mendengar bunyi sirine di jalan terdekat. Sensasi yang belum pernah kami temukan di game racing dengan sistem kejar polisi manapun sebelumnya.

Tanpa Omong Kosong!

Need for Speed Heat jagatplay part 1 44 2
No Bullshit!

Melegakan dan menggembirakan untuk bisa menulis sub-judul di atas di sebuah game Need for Speed dan menjadikannya sebagai salah satu highlight yang membuat game yang sudah punya mekanik memesona ini tampil semakin menggoda. Benar sekali, setelah beberapa seri terakhir yang terasa begitu menjengkelkan, Need for Speed Heat akhirnya datang sebagai game racing arcade memesona yang tidak lagi harus dipenuhi dengan ragam gimmick omong kosong yang alih-alih menambah pengalaman bermain, tetapi justru merusaknya.

Tidak ada lagi kebutuhan always-online. Ghost Games kini memberikan Anda kesempatan untuk memainkan Need for Speed Heat secara online ataupun offline. Online akan memperlihatkan kepada Anda mobil-mobil player lain yang juga tengah mengeksplorasi Palm City itu sendiri, tanpa ada tambahan konten ataupun fitur istimewa yang membuatnya terasa seperti “pengalaman yang seharusnya”. Gamer yang memutuskan untuk tidak terkoneksi dengan internet tetap akan menikmati pengalaman Need for Speed Heat yang seharusnya.

Tidak ada microtransactions. Benar sekali, percaya atau tidak, setidaknya saat artikel review ini ditulis, Need for Speed Heat datang tanpa fitur microtransactions sama sekali. Ia seolah menjadi sebuah anti-tesis dari desain Need for Speed: Payback dua tahun lalu yang diracik bak sebuah game racing mobile yang sengaja dibuat grindy untuk menjual lebih banyak microtransactions. Desain yang berakhir membuat game tersebut sulit untuk diapresiasi. Need for Speed Heat datang tanpa microtransactions dengan semua item yang tersedia, harus Anda buka lewat aktivitas yang Anda lakukan di Palm City itu sendiri, dengan beberapa di antaranya bahkan menjanjikan varian mobil untuk Anda kejar.

Need for Speed Heat part 2 jagatplay 57
Melegakan melihat sebuah seri NFS yang lugas dan tidak lagi dipenuhi gimmick sampah yang justru mencederai pengalaman yang ada, seperti seri-seri sebelumnya.

Proses grinding yang juga rasional. Maka berkaitan dengan keputusan non-microtransactions yang diambil Ghost Games dan EA di Need for Speed Heat, game racing ini juga dibangun di atas pemikiran desain grinding yang lebih seimbang alih-alih “memaksa” gamer untuk mempertimbangkan uang nyata untuk mempercepat progress itu sendiri. Walaupun memang Anda lebih direkomendasikan untuk membangun ragam mobil spesifik untuk jenis mobil yang berbeda, proses grinding yang harus Anda lalui masih dalam tahap batas yang bisa disebut rasional. Pertama, Anda bisa menempuh balapan yang sama berkali-kali dengan jumlah hadiah yang mengecil secara berkala. Proses memicu balapan lebih cepat dan tingkat kesulitan AI yang serupa akan menjamin kemenangan lebih besar. Kedua, proses balancing untuk peningkatan power level yang dibutuhkan juga bisa dicapai dengan hanya menyelesaikan beberapa balapan siang dan malam saja, membuat Anda tidak perlu terjebak dalam proses grinding berkepanjangan.

Maka sulit rasanya untuk berakhir tersenyum melihat apa yang dicapai Ghost Games dengan Need for Speed: Heat. Bukan karena ia sekedar mengusung sistem gameplay yang menarik saja, tetapi ia tidak lagi dipenuhi dengan banyak gimmick omong-kosong yang di masa lalu justru menutupi daya tarik yang seharusnya. Sesuatu yang kami harapkan, akan terus terjadi seri-seri Need for Speed selanjutnya.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…