10 Kisah Cinta Non-Romantis Terbaik Video Game Sepanjang Masa!
-
Naked Snake – The Boss [Metal Gear Solid 3: Snake Eater]

Rasa cinta dan kasih sayang yang jelas juga bisa terpancarkan, percaya atau tidak, dalam hubungan mentor dan murid yang disajikan secara solid. Bagi sosok Naked Snake, tidak ada lagi sosok yang lebih pantas dihormati dan dihargai selain sosok The Boss – sang pemimpin yang entah karena alasan apa, berujung membelot dari Amerika Serikat dan justru membela Russia. Pertemuan keduanya selalu memicu diskusi dan dialog memesona yang membantu Anda menangkap dan mengerti bahwa Naked Snake dan The Boss tidak hanya menghormati satu sama lain saja, tetapi mereka juga berharap masing-masing mundur dari konflik dan berakhir selamat. Ada rasa segan, perhatian, pengertian, dan keinginan untuk memahami lebih dalam soal motivasi masing-masing di setiap pukulan dan tembakan yang ditukar oleh kedua karakter ini. Walaupun pada akhirnya, semuanya berakhir tragis.
-
Kratos – Atreus [God of War]

Sosok dewa yang di seri terdahulu dicitrakan sebagai demi-god pemarah yang tidak hanya berusaha memburu dan membunuh para dewa-dewi, tetapi juga tidak banyak ambil pusing dengan konsekuensi yang berujung pada kiamat dunia, kini berakhir sebagai seorang bapak. Keputusan radikal Sony Santa Monica ini berujung membawa dinamika baru bagi kepribadian dan identitas seorang Kratos. Bagian paling fantastis adalah bagaimana keseluruhan pengalaman ini mengakar pada usaha seorang Kratos untuk menjadi seorang ayah bagi Atreus, di tengah sebuah dunia yang siap menelan mereka yang lemah. Maka lewat dialog dan aksi yang terjadi, Anda menemukan hubungan seorang bapak-anak yang begitu indah, dimana transformasi tidak hanya terjadi di sisi Atreus yang mendewasa bersama dengan perjalanannya dengan Kratos, tetapi juga terjadi di Kratos yang kini mulai membijak bersama dengan Atreus. Cinta yang ditawarkan Kratos adalah kasih sayang lugas, namun juga tegas di saat yang sama.
-
Wander – Agro [Shadow of the Colossus]

Kita sepertinya mulai harus memberikan sebuah apresiasi ekstra bagi Team ICO dan bagaimana handalnya mereka membangun sebuah cerita soal “hubungan” yang mantap tidak hanya lewat cut-scene saja tetapi juga lewat sisi gameplay. Cerita soal Wander yang berusaha membangkitkan wanita yang ia cintai dengan membunuh belasan Colossus memang salah satu kisah cinta fantasi yang sudah begitu banyak dieksplorasi. Namun sulit rasanya untuk tidak mengapresiasi sensasi pertemanan dan persahabatan yang terjalin antara Wander dan Agro, atau di kondisi ini, Anda dan Agro itu sendiri. Di sebuah dunia sepi yang nyaris tidak berpenghuni, yang memiliki luas yang super masif, dimana Anda juga harus bertarung dengan pedang dan panah, Anda hanya memiliki satu teman yang tidak pernah mengeluh sedikitpun – Agro. Ia setia menemani dan membawa kemanapun Anda pergi, bahkan di kondisi tersulit sekalipun. Di kondisi seperti ini, sensasi companionship yang muncul berujung mengakar begitu kuat.
-
Joel – Ellie [The Last of Us]

Seberapa besar rasa sayang Anda pada pasangan Anda? Apa, Anda rela mengorbankan diri Anda sendiri, sebesar apapun, untuk kebahagiaan mereka? Percaya atau tidak, hal tersebut tidak akan sebanding dengan apa yang berakhir dilakukan Joel untuk Ellie. Seberapa besar rasa sayang Joel untuk Ellie? Cukup besar untuk membuatnya lebih tertarik untuk memilih mengakhiri dunia dan eksistensi manusia sebagai ras daripada kehilangan seorang Ellie, yang ia sudah anggap sebagai anaknya sendiri. Yang fantastis dari The Last of Us adalah bagaimana Naughty Dog berhasil membangun kekuatan hubungan antara kedua karakter ini dengan begitu indah dan efektifnya. Bahwa Anda memahami titik-titik dimana mereka tidak hanya mengembangkan kepercayaan satu sama lain saja, tetapi juga mulai menjadikannya sebagai alasan untuk bertahan hidup di sebuah dunia yang sama sekali tidak layak dihuni ini.










