Review Final Fantasy VII Remake: Berhasil Menggapai Kemustahilan!

Reading time:
April 6, 2020

Ketika Modern dan Lawas Melebur

final fantasy vii remake jagatplay 45
Lewat sistem barunya, Final Fantasy VII Remake berhasil melebur komponen lawas dan baru, untuk melahirkan game action RPG yang solid.

Sudah bukan rahasia lagi sepertinya bahwa Final Fantasy VII Remake, atas nama modernisasi, kini mengusung genre action RPG. Square Enix merasa bahwa game turn-based RPG yang diusung oleh seri originalnya tidak lagi bisa dibilang sebagai mekanik relevan dan besar kemungkinan justru “mematikan” ketertarikan gamer-gamer baru. Ini tentu saja adalah langkah yang rasional dan untungnya, berhasil mereka eksekusi dengan manis. Lewat pendekatan baru ini, Final Fantasy VII Remake tetaplah sebuah game JRPG yang menuntut strategi tertentu. Anda tidak bisa datang dan sekedar menekan tombol serang dan berharap menang, terutama saat pertarungan melawan boss. Ada cita rasa JRPG klasik yang melebur di sini.

Salah satu konsep lawas yang dibawa kembali ke Final Fantasy VII Remake adalah ATB. Jika Anda tidak terlalu familiar dengan seri originalnya, ATB merupakan sebuah bar yang merepresentasikan waktu sebelum karakter bisa memilih aksi selanjutnya. Begitu ATB penuh, karakter bersangkutan akan bisa melakukan aksi – baik dari sekedar menggunakan item, memanggil summon, hingga menyerang. Final Fantasy VII Remake mengadaptasikan konsep lawas ini dan membuatnya relevan dengan pendekatan action RPG yang ia usung, sembari mempertahankan fungsi mekanik ini. Hasilnya? Menawan.

ATB kini hadir sebagai sistem baru yang menemani pendekatan action FF VII Remake, dimana Anda kini memiliki satu tombol serang spesifik, satu tombol untuk melakukan guard, dan satu tombol untuk melakukan roll agar Anda bisa menghindar dari serangan musuh. Namun untuk aksi sisanya, Anda harus menunggu hingga bar ATB Anda yang terbagi ke dalam 2-3 bagian berbeda terisi terlebih dahulu. Anda bisa mengisinya dengan memasukkan damage lewat serangan biasa, melakukan guard saat menerima damage, atau sekedar meningkatkan atribut Speed untuk mempercepat proses regenerasinya. Seperti di seri originalnya, ATB adalah “resource” untuk melakukan aksi yang lain – dari mengakses Skills, memicu Spells, melakukan Summon, hingga menggunakan item. Satu-satunya yang tidak butuh ATB hanyalah akses serangan Limit Break yang juga masih didasarkan pada sistem bar yang juga akan terisi pelan setiap kali Anda menerima damage.

Dengan sistem ATB baru ini, Final Fantasy VII Remake hadir dengan ekstra elemen strategi, yang membuat Anda harus memikirkan matang kemana bar-bar ATB ini akan “melayang”, terutama saat Anda bertarung. Di situasi pertempuran yang mudah dan bisa diprediksi, tentu aman untuk membuang-nya lewat Skills dan Spells begitu ia terisi penuh, membuat Anda bisa mengakhirinya dengan cepat. Namun di skenario pertarungan Boss yang sulit atau pertemuan dengan kombinasi musuh yang masing-masing punya sifat spesifik mereka sendiri? Pola pikir Anda tentu saja harus ikut berubah. Apakah Anda ingin menghabiskan ATB secepat mungkin untuk serangan? Apakah Anda ingin menghemat setidaknya satu bar untuk antisipasi situasi genting, seperti kebutuhan untuk menggunakan item healing atau menggunakan Curaga, misalnya? Keputusan Anda akan sangat bisa menentukan hasil akhir seperti apa yang Anda dapatkan.

Satu-satunya konsep ATB yang sedikit berbeda dengan seri originalnya hanyalah ketika Anda menggunakan Summon. Tidak seperti seri original dimana Anda bisa memanggil Summon yang Anda inginkan sesuka hati selama bar ATB Anda penuh, Anda tidak bisa melakukannya di Final Fantasy VII Remake ini. Summon yang Anda panggil memang bisa Anda pilih, namun timing dan momen untuk menggunakan Summon kini “dibatasi” atas nama proses balancing. Game akan menentukan secara otomatis kapan tepatnya Anda bisa menggunakan dan memanggil Summon, yang biasanya akan mengikuti dua syarat dan ketentuan: bar HP Anda sempat masuk ke zona merah atau Anda tengah bertarung melawan boss tertentu. Begitu kesempatan memanggil Summon tersebut muncul, Anda akan bisa melihat sebuah bar ungu yang muncul di layar. Summon akan ikut aktif menyerang dalam batas waktu tertentu sebelum mengakses serangan final saat bar habis, ala Final Fantasy X.

Setiap karakter yang bisa Anda gunakan kini juga memiliki serangan istimewanya masing-masing. Bahwa di luar serangan biasa dengan tombol kotak yang sempat kami bicarakan sebelumnya, mereka juga punya serangan spesial sesuai karakteristik dengan tombol segitiga. Cloud bisa mengakses “Punisher Mode” untuk serangan lebih lambat yang menghasilkan damage besar sekaligus sistem counter saat melakukan guard, Barret memiliki “Overcharge” yang merupakan serangan proyektil dengan damage besar yang butuh proses charging, Tifa didukung dengan tiga jenis serangan yang bisa diperkuat dan diubah dengan “Unbridled Strength”, dan tentu saja – Aerith yang memiliki “Tempest” – sejenis serangan AOE kecil berbasis magic. Mengingat serangan-serangan ini tidak mengkonsumsi ATB dan justru bisa dijadikan resource untuk membuatnya penuh, memanfaatkannya di timing yang tepat atau mengkombinasikannya dengan Skills lain akan memainkan peran yang penting.

Maka sisanya, seperti sebuah seri Final Fantasy VII yang seharusnya, adalah mencari dan memanfaatkan Materia dengan seefektif mungkin. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, Materia merupakan sebuah sistem “equipment” yang bisa Anda sematkan di senjata atau aksesoris untuk mengakses skill atau spell baru, mendapatkan buff spesifik di status, atau mengubah bagaimana sisi ofensif atau defensif Anda bekerja. Dengan begitu banyak varian yang kelasnya dipisahkan dengan warna, Materia masih memainkan peran super penting di Final Fantasy VII Remake seperti di seri originalnya.

Berapa banyak Materia yang Anda gunakan akan bergantung pada slot yang tersedia di senjata dan aksesoris yang Anda kenakan. Slot ini juga terpisah menjadi dua bagian – Solo dan Connected. Slot yang solo berarti Materia akan berdiri sendiri dan tidak saling mempengaruhi, sementara Connected berarti kesempatan untuk menyematkan dua Materia berdampingan untuk menghasilkan efek tertentu. Sebagai contoh? Menyematkan Materia “Fire” di slot Solo akan memberikan Anda akses pada spells Fire – Fira – Firaga, bergantung pada level Materia yang berdasarkan jumlah AP yang Anda panen, juga bisa menguat tersebut. Menyematkan Materia “Elemental” dan “Fire” di dua slot yang punya sifat Connected tidak hanya akan membuat Anda bisa mengakses spells Fire, tetapi juga membuat serangan fisik Anda kini juga dibumbui dengan elemen api. Kerennya lagi? Efek api tersebut akan terpancarkan lewat wujud fisik senjata Anda yang memperlihatkan samar efek api tersebut.

Elemen memang masih memainkan peran penting di Final Fantasy VII Remake. Tidak lagi harus mengandalkan serangan fisik saja, yang di beberapa pertarungan akan memakan waktu terlalu lama karena “tanky-nya” beberapa musuh, terutama boss, Anda bisa memanfaatkannya untuk menyerang elemen kelemahan mereka. Mengapa? Karena Final Fantasy VII kini menyuntikkan mekanik baru bernama “Pressured” dan “Staggered”. Pressured akan terpicu begitu musuh mendapatkan damage dalam jumlah tertentu atau diserang dengan menggunakan elemen kelemahan mereka. Musuh yang berada dalam posisi Pressured akan lebih rentan untuk jatuh dalam kondisi Staggered jika terus diserang. Begitu mereka jatuh dalam kondisi Staggered, musuh akan mengalami stun dalam waktu beberapa detik dan menerima damage minimal 160% dari kondisi biasanya. Membuat musuh jatuh dalam posisi staggered akan jauh lebih efektif untuk mempercepat jalannya pertarungan, alih-alih menyerang mereka secara membabi buta. Untungnya, ada Materia bernama “Assess” yang akan memberikan Anda informasi lengkap soal tingkah laku musuh, sifat serangan mereka, jumlah HP, item yang bisa dicuri atau tidak, dan juga apa elemen yang menjadi kelemahan dan kekuatan mereka untuk Anda eksploitasi dalam strategi.

Final Fantasy VII Remake juga mengubah sedikit sistem mendapatkan materia. Sebagian bisa Anda dapatkan dengan menyelesaikan misi sampingan, membelinya lewat vendor khusus terdekat, atau mendapatkannya tercecer begitu saja dalam proses eksplorasi. Namun Final Fantasy VII juga memperkenalkan karakter baru bernama Chadley – yang akan secara aktif meminta Anda menyelesaikan beragam tugas sederhana di luar misi sampingan, yang akan membuatnya mampu meracik Materia baru. Sebagian besar materia penting, termasuk Summon sekalipun, bisa Anda dapatkan dari menyelesaikan Battle-Intel milik Chadley yang bisa Anda tempuh sembari jalan ini. Selain Materia, Final Fantasy VII Remake juga mengusung sistem baru – upgrade senjata via resource baru bernama “SP” yang kini memungkinkan Anda untuk memperkuat status sebuah senjata spesifik, dari meningkatkan jumlah +Attack, menambahkan slot Materia, hingga mengaktifkan sifat tertentu.

Salah satu pendekatan lain yang lumayan unik dan bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang negatif untuk beberapa gamer dan memicu rasa tidak berkeberatan dari gamer yang lain, adalah absennya sistem pemilihan anggota party di sepanjang permainan. Mengacu pada cerita yang berjalan, Anda memang hanya memiliki 4 karakter – Cloud, Aerith, Barret, dan Tifa yang akan bergonta-ganti komposisinya bergantung pada cerita yang tengah berjalan. Tidak ada kesempatan untuk mengubah komposisi party ini secara bebas, yang terkadang merepotkan ketika komposisi sesuai cerita ini ternyata memiliki kombinasi Materia yang tidak bersinergi dengan baik. Sebagai contoh? Jika Anda terlalu mengandalkan Aerith sebagai satu-satuya healer dan menemukan bahwa pertarungan boss sesuai cerita berisikan Cloud – Tifa – Barret yang Anda posisikan total, sebagai damager.

Maka dengan semua kombinasi-kombinasi elemen ini, Final Fantasy VII Remake berhasil melebur konsep lawas yang akan membuat gamer seri originalnya bahagia sembari menghadirkan pendekatan berbeda yang lebih relevan dengan era gaming modern saat ini. Namun bukan berarti, ia tidak datang dengan kelemahan tersendiri. Ada banyak situasi dimana pertempuran berjalan sebegitu cepatnya, lengkap dengan beragam efek partikel di layar, yang membuat Anda nyaris mustahil untuk memanfaatkan aksi Guard / Roll yang tersedia. Pada akhirnya, di hampir sebagian besar skenario, kecuali ketika Anda bertarung melawan boss berukuran besar yang biasanya hadir sendiri dan punya animasi serangan yang jelas untuk bisa diantisipasi, kami lebih memilih untuk menerima damage dan menyembuhkannya dengan item atau Curaga setelahnya. Ini membuat aksi pertarungan lebih sederhana, daripada harus terus memeriksa kondisi layar yang terkadang chaos.

Sementara Anda yang senang dengan konsep misi sampingan di banyak game JRPG boleh berlega hati. Walaupun ia tidak didesain sedalam The Witcher 3 (yang masih jadi standar tertinggi saat ini) untuk urusan kedalaman kisah, ia tetap menawarkan sesuatu yang menarik dan menyenangkan untuk diselesaikan. Mengapa? Karena sebagian besar darinya berujung meminta Anda untuk menghabisi monster tertentu, yang kebanyakan merupakan monster-monster spesial bak boss yang tidak akan bisa Anda temukan di tempat lain. Pertarungan boss menantang ini akan membuat pengalaman Final Fantasy VII Remake lebih optimal, apalagi jika ia berada di tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Square Enix juga menyuntikkan dan mengembalikan beberapa mini-game seperti dart, pertarungan Colliseum, dan fitness center yang sama serunya.

Selain kesempatan untuk mendulang EXP, mencari materia yang lebih kuat, dan bisa jadi menemukan senjata yang lebih efektif, ada satu motivasi kuat lainnya untuk menyelesaikan ragam misi sampingan yang ketersediaannya mengikuti sistem chapter cerita yang digunakan oleh Final Fantasy VII Remake ini. Benar sekali, kesempatan untuk membuka cut-scene khusus untuk si chapter itu sendiri. Cut-scene baru ini akan memberikan Anda kedalaman hubungan karakter yang lebih baik, menjelaskan sedikit cerita belakang layar, yang terkadang menawarkan sesuatu yang cukup emosional. Ini terkadang jadi motivasi yang bahkan lebih dominan daripada sekedar ekstra uang untuk belanja item dan perlengkapan ataupun tetek-bengek SP untuk memperkuat karakter.

“Remake”

final fantasy vii remake jagatplay 192
Ia menyediakan begitu banyak kejutan, yang cukup untuk menarik perhatian para gamer veteran sekalipun. Ia bukan sekedar “remake”.

Mendengar kata Remake, maka hampir sebagian besar dari kita sepertinya memahami bahwa proses seperti ini biasanya menghadirkan kembali game lawas dengan kualitas visualisasi lebih tinggi berkat implementasi engine lebih modern, bukan sekedar peningkatan resolusi tekstur saja. Di atasnya, developer biasanya menyuntikkan sesuatu yang baru untuk memperkuat pengalaman yang sempat ditawarkan seri originalnya, baik dari sisi konten dan kenyamanan. Namun terlepas dari semua tambahan konten tersebut, proses Remake biasanya menawarkan sensasi yang serupa, penuh nostalgia, namun dalam kacamata yang lebih modern. Di atas kertas dan mengacu pada konsep tersebut, Final Fantasy VII Remake adalah sebuah game Remake. Namun, bagaimana jika kami mengabarkan kepada Anda tanpa spoiler, bahwa game ini, bukan sekedar “Remake”?

Kami tentu saja tidak bisa membicarakannya lebih jauh, namun mencicipi game ini secara langsung dan menyelesaikannya membuat kami memahami mengapa sosok tim original FF VII dari Square Enix yang menangani seri yang satu ini begitu cemas dan terus menyuarakan bagi gamer-gamer yang sudah mendapakan keping lebih awal, terutama dari pasar Aussie yang mendapatkannya lebih cepat, untuk tidak menghancurkan pengalaman gaming yang lain. Karena percaya atau tidak, terlepas dari pondasi ide cerita dari sebuah game keluaran tahun 1997, ia ternyata menyisipkan cukup banyak porsi hal baru untuk tidak sekedar menghancurkan ekspektasi Anda, tetapi membuatnya meledak menjadi berkeping-keping. Kami setidaknya bisa berbagi reaksi kami yang bisa disederhanakan seperti, “WTF.. ARGHHHHHHH… INI SERIUSAN?” di hampir sebagian besar porsi permainan. “INI SERIUSAN?” tentu saja dibicarakan dalam spektrum positif di mata kami, namun di sisi lain, tidak akan cukup mengejutkan jika dipandang sebagai sesuatu yang negatif di gamer yang lain.

Ini tentu saja pengalaman yang siap ditawarkan oleh Final Fantasy VII Remake untuk gamer yang bahkan sudah veteran dengan semesta Final Fantasy VII sekalipun. Bahwa terlepas dari apakah Anda sudah menyelesaikan Final Fantasy VII original, sudah menikmati Advent Children ataupun Last Order, sempat menyelesaikan Crisis Core, hingga mencicipi game mobile “Before Crisis” sekalipun, Final Fantasy VII Remake masih memiliki sesuatu yang baru dan berbeda untuk Anda cicipi. Kami tahu itu terdengar mustahil, namun mengacu pada reaksi yang kami tuliskan di atas, ia bukanlah game “remake” seperti yang tengah berdiam di benak Anda saat ini. Menghindari spoiler sebaik mungkin dan terjun masuk ke dalam Final Fantasy VII Remake ini adalah opsi yang benar-benar kami rekomendasikan.

Bagiamana jika Anda datang sebagai gamer pendatang baru yang tidak terlalu familiar dengan Final Fantasy VII selama ini? Anda belum pernah mencicipi seri originalnya, Anda tidak terlalu mengenal karakter yang ia usung, dan Anda tidak banyak peduli dengan produk pendukung seperti Advent Children atau Last Order misalnya. Berita baiknya? Terlepas dari pemotongan menjadi sistem chapter yang sudah diumumkan oleh Square Enix, Final Fantasy VII Remake masih mengusung garis cerita cukup jelas dengan konflik, pihak antagonis, dan resolusi yang Anda butuhkan. Namun mengingat ia berperan sebagai part pertama, ada beberapa misteri yang diperkenalkan di sini dan tentu tidak akan mendapatkan pencerahan secara langsung. Chapter pertama ini membangun beberapa pondasi misteri yang mungkin baru akan terjawab di seri selanjutnya, itupun jika Anda tidak cukup penasaran untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi via Google.

Maka dengan semua hal baru yang ia tawarkan, kami mulai memahami apa yang hendak dilakukan Square Enix dengan Final Fantasy VII Remake. Sebuah tindakan beresiko tinggi yang sudah pasti akan memicu banyak reaksi dalam kutub ekstrim, terutama untuk mereka yang sempat mencicipi seri originalnya. Terlepas dari apapun reaksi yang muncul, kita pantas bergembira untuk lebih banyak seri Final Fantasy VII di masa depan, apalagi dengan kualitas yang berhasil mereka tawarkan di sini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…