JagatPlay: Menjajal The Last of Us Part II – Berburu Nora!

Reading time:
June 1, 2020

Ancaman Baru

Anda akan berhadapan dengan beberapa ancaman baru di seri kedua ini.

Berbicara soal gameplay, The Last of Us Part II masih mengusung genre survival horror yang masih serupa dengan seri pertamanya. Bermain sebagai Ellie, Anda masih akan diberikan opsi beragam senjata untuk dimaksimalkan yang masing-masing darinya, tentu akan sama mematikannya selama ia berujung mendarat di kepala manusia ataupun beberapa varian Infected. Ada resource yang bisa dikumpulkan untuk memperkuat senjata Anda atau membuka skill baru untuk si Ellie yang tentu saja, berakhir membuatnya lebih mematikan. Tentu saja sistem crafting kembali, tetap berbasis material yang Anda kumpulkan sepanjang permainan, tetapi kali ini dengan beberapa varian objek baru yang bisa diracik. Ada kesempatan menggunakan suppresor untuk pistol Anda ataupun anak panah peledak jika Anda menginginkannya. Tentu saja, opsi untuk menggunakan stealth tetap tersedia sejak menit pertama, baik untuk menghabisi setiap musuh ini atau sekedar menyelinap ke area selanjutnya.

Dalam perjalanan berburu Nora ini, Ellie berhadapan dengan dua jenis faksi baru yang masing-masing memiliki ancaman yang berbeda. Ada WLF (Washington Liberation Force), faksi dimana Nora bekerja, yang notabene merupakan kelompok militia dengan senjata modern dan pengalaman taktis. Salah satu keunikan WLF adalah unit-unit yang juga ditemani anjing yang seperti bisa diprediksi, bisa melacak bau Anda. Kehadiran para anjing ini akan membuat aksi stealth Anda lebih sulit karena tuntutan untuk terus bergerak jika Anda tidak ingin terlacak. Berita baiknya? Aksi Listening Mode dari seri pertama yang bisa digunakan kembali oleh Ellie kini juga memperlihatkan kepada Anda track bau yang sudah Anda tinggalkan, hingga Anda bisa memprediksi gerak si anjing selanjutnya. Kehadiran si anjing membuat proses stealth lebih sulit, namun bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Selalu ada opsi untuk menghabisi si tuan dari kejauhan terlebih dahulu untuk membuat kerja si anjing, tidak efektif.

WLF dan Scars memiliki keunikan dan identitasnya masing-masing.

Kelompok lain yang harus ditundukkan oleh Ellie adalah sebuah cult super aneh yang disebut sebagai Seraphites alias Scars. Berbeda dengan WLF yang modern, Scars lebih memilih pendekatan perang tradisional menggunakan busur dan anak panah, dengan hanya beberapa di antara mereka yang menggunakan senjata api. Terpanah oleh busur musuh tidak lagi sekedar menghasilkan damage, tetapi kini meninggalkan anak panah yang akan tertancap di tubuh Ellie. Jika tidak segera disingkirkan, ia akan terus menghasilkan damage over time. Mengingat kondisi ini seringkali diikuti dengan fakta bahwa Anda dikejar Scars dari beragam sudut, melawan dan mengabaikan atau lari dan menarik anak panah terlebih dahulu akan jadi opsi yang harus Anda ambil. Scars juga memperkenalkan satu varian jenis musuh baru – Brutes yang besar, berfokus pada serangan melee, dan tidak akan mudah ditundukkan dengan hanya satu serangan saja. Melawan mereka tanpa senjata api menghasilkan tantangan yang menarik. Namun selalu ada opsi untuk menyarangkan peluru shotgun di kepala mereka dan melihatnya pecah berkeping-keping.

Tentu saja bukan The Last of Us namanya jika Anda tidak bertarung melawan para Infected. Tenang saja, Anda masih akan bertarung melawan para Clickers dengan suara khas-nya yang kini lebih beragam namun di sisi lain, tetap cukup untuk membuat bulu kuduk Anda merinding. Kemampuan untuk menundukkan para Clickers ini memang naik signifikan mengingat tidak seperti Joel di TLOU pertama yang membutuhkan Shiv, Ellie kini punya “pisau tidak terbatas” untuk menghabisi mereka dari belakang jika Anda bisa mengendap dengan sempurna dan menyerang mereka dari belakang. Tetapi bukan berarti para Infected tidak punya “senjata baru” untuk menyerang balik.

Dalam aksi Anda berburu Nora, Anda akan bertemu dengan setidaknya dua varian ekstra Infected di luar Runners and Clickers. Yang pertama adalah Shamblers – sebuah varian dengan ukuran setengah dari Bloaters yang berfokus mengancam Anda dengan ledakan spora yang bisa ia picu dari jarak dekat. Siap untuk menelan beberapa peluru dan lemparan molotov Anda tanpa kesulitan, awan gas yang dihasilkan Shamblers juga akan menghasilkan damage over time. Karenanya, selain bentuk menyeramkan, serangan yang ia hasilkan bisa berakhir memblokir jalan keluar atau lari Anda dari ancaman lebih besar. Jenis Infected lain yang Anda temui adalah Stalkers – sebuah varian sunyi yang lebih cerdas. Infected yang satu ini akan senantiasa bermain petak umpet dengan Anda, mencari kesempatan untuk menyerang Anda dari belakang begitu Anda tidak mawas. Karena mereka begitu sunyi, Anda tidak akan bisa mendeteksi mereka dengan menggunakan Listening Mode seperti musuh lainnya.

Di Atas Kertas, Sederhana

Di atas kertas, ada banyak mekanik baru yang terdengar sederhana. Namun implementasinya kini memungkinkan ND untuk menyuntikkan desain hingga tantangan baru dan berbeda.

Ketika Naughty Dog pertama kali memperkenalkan mekanik baru dimana Ellie kini bisa melompat, memecahkan kata, atau melakukan prone, banyak gamer yang mungkin langsung melihatnya sebagai gimmick omong kosong yang tidak bernilai. Jika menilai dari kacamata game aksi seperti Devil May Cry atau Just Cause misalnya yang notabene hadir sebagai game action yang punya pendekatan berbeda, apa yang ditawarkan The Last of Us Part II memang bukan “hal baru”. Tetapi banyak yang lupa bahwa penambahan mekanik ini didasarkan pada apa yang ditawarkan di The Last of Us I. Sebagai pembanding yang lebih adil? Bayangkan desain level seperti apa yang bisa ditawarkan Capcom jika Resident Evil 2 Remake misalnya, punya tombol lompatnya sendiri? Atau bagaimana Leon dan Claire bisa menghindari Mr. X jika mereka punya kemampuan untuk melompat dari lantai 2 ke lantai 1?

Prone atau aksi bergerak dalam posisi telugkup adalah salah satu pergerakan paling signifikan di The Last of Us Part II. Dipadupadankan dengan sistem vegetasi yang kini tersedia lebat di hampir semua sudut, ia membuat Anda bisa memanfaatkan vegetasi yang punya tinggi lebih rendah daripada posisi jongkok untuk aksi stealth yang lebih mumpuni. Namun tidak hanya vegetasi saja, prone kini juga memungkinkan Anda untuk bersembunyi di bawah truk misalnya untuk merencanakan serangan kejutan ke musuh atau sekedar bersembunyi. Kerennya lagi? Anda juga bisa menggunakan senjata, melakukan proses crafting, hingga melempar beragam objek dari posisi seperti ini, membuatnya jadi opsi strategi super menarik. Ini juga membuat Ellie kini bisa melakukan aksi stealth di banyak porsi permainan, bahkan ketika dihadapkan pada desain level yang lebih terbuka. Seperti yang bisa diprediksi, tidak sedikit pula area rahasia yang bisa Anda akses dengan hanya menggunakan prone ini.

Prone membuat Anda harus jeli memeriksa lokasi yang bisa Anda susupi, yang bisa jadi, berujung jadi tempat rahasia atau bahkan, solusi puzzle.

Aksi baru kedua yang terdengar sederhana di atas kertas adalah aksi melompat. Mendengar fitur standar seperti ini terus dipromosikan oleh Naughty Dog di beragam kesempatan tentu terdengar sebagai sesuatu yang absurd. Namun “fungsi kecil” yang satu ini menghasilkan satu konsekuensi yang pasti – memberikan ruang bagi Naughty Dog untuk membangun sebuah desain dunia yang baru. Hasilnya adalah sebuah dunia yang luas untuk Anda eksplorasi secara horizontal dan vertikal, yang siap memberikan Anda ekstra materials, peluru, buku skill, collectibles, hingga senjata untuk bisa Anda maksimalkan. Area-area besar ini biasanya diisi dengan begitu banyak toko atau gedung yang seolah terbuka untuk “mengundang” kehadiran Anda, tentu saja, dengan terkadang juga memuat ekstra ancaman seperti manusia ataupun Infected di dalamnya.

Yang terjadi di sini adalah mengkolaborasikan kemampuan lompat secara bebas ini dengan proses eksplorasi atas nama ekstra loot. Bahwa alih-alih seperti seri pertama dimana tempat yang bisa Anda panjat atau lompati berada di lokasi yang fixed sehingga solusi mudah untuk didapatkan, kini Anda dituntut untuk lebih cermat untuk mencari jalan Anda sendiri. Ketika dihadapkan pada kondisi pertempuran, Anda juga bisa memanfaatkan tempat-tempat lebih tinggi untuk sekedar berlari atau mendapatkan keuntungan strategis tertentu. Hal ini bisa berjalan efektif karena kemampuan Naughty Dog untuk meracik skema bangunan yang sebagian besar diantaranya memuat begitu banyak “pintu” masuk dan keluar hingga pergerakan, horizontal ataupun vertikal, akan membantu perjalanan Anda. Tentu saja, beberapa puzzle juga akan meminta Anda mencari sendiri lokasi lompat dan panjat.

Dengan menggunakan pisau ataupun senjata melee manapun yang ia dapatkan selama perjalanan, Ellie kini juga bisa memecahkan kaca yang ia temukan di perjalanan, dari sekedar kaca toko dan restoran hingga kaca mobil rongsokan yang Anda temui. Selain meninggalkan kepuasan tersendiri, apalagi dengan efek suara nyaring yang ia miliki, siapa yang mengira bahwa mekanik yang sederhana ini ternyata punya efek yang signifikan di dalam gameplay. Alasannya? Lagi-lagi karena Naughty Dog banyak menyuntikkan desain dunia yang memang memberikan ruang bagi Anda untuk memaksimalkan kemampuan baru ini.

Kita bicara dari hal sesederhana memecahkan kaca untuk ekstra item loot di baliknya, yang biasanya berakhir menjadi item penyembuh hingga menemukan bahwa ada banyak bangunan yang Anda temui, menjadikan kaca ini sebagai “penghalang” penghubung antara satu ruangan ke ruangan lain, atau bahkan – satu bangunan ke bangunan yang lain. Beberapa puzzle juga membutuhkan Anda memecahkan kaca baik dengan melemparkan bata ataupun botol ke arahnya. Situasi seperti ini mungkin tidak akan menegangkan dan sekedar menyenangkan di proses eksplorasi damai tanpa ancaman. Namun situasi menjadi berbeda jika Anda dihadapkan pada situasi yang genting. Sebagai contoh? Ketika Anda dalam kondisi terdesak membutuhkan material tertentu yang tersembunyi di balik kaca, namun Anda tengah dikejar oleh musuh – manusia ataupun Infected. Memecahkan kaca berarti menghasilkan suara keras dan tentu saja, membuka posisi Anda. Ada juga lokasi yang menggoda untuk di-loot, berisikan banyak Infected, namun dengan kaca jendela sebagai pintu masuk termudah. Apakah Anda ingin memecahkannya atau tidak? Anda yang memutuskan.

Satu fitur ekstra lain yang tidak kalah signifikan adalah hadirnya kemampuan untuk melakukan dodge serangan yang kini disematkan dalam satu tombol khusus. Selama dieksekusi di timing yang tepat, Ellie akan bisa menghindari serangan melee musuh – baik yang datang dari manusia ataupun para Infected. Anda kemudian bisa “mencuri” timing serang di celah animasi yang ada. Ini tidak hanya membuat Ellie kini punya kesempatan untuk menihilkan potensi damage yang ada, atau bahkan menghindari instant-kill dari para Clicker di kondisi terdesak saja, tetapi membuka opsi pertarungan melee jika dimungkinkan. Jika Anda percaya diri, Anda bisa menghabisi manusia ataupun Infected – Runners / Stalkers dengan aksi dodge – serang ini yang notabene tentu akan membantu Anda menghemat peluru. Jika Anda dipersenjatai dengan senjata melee yang tersebar saat eksplorasi, Anda bisa menggunakan strategi yang sama untuk menghabisi para Clickers sekalipun.

Sementara untuk ekstra reward eksplorasi, Anda juga akan menemukan puzzle sesederhana Vault – alias pintu besi yang kunci kombinasinya tentu harus Anda cari dan temukan, yang biasanya termuat di dinding ataupun dokumen yang ditemukan. Anda akan mendapatkan loot berharga jika Anda siap menghabiskan sedikit waktu untuk mencari solusi-nya atau bahkan lokasi si Safe sendiri, yang terkadang memang menuntut kecermatan tersendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

December 28, 2020 - 0

Review Cyberpunk 2077: Terjebak Ilusi Korporasi!

Game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini, tidak ada…
December 15, 2020 - 0

Preview Cyberpunk 2077: Berandal Masa Depan!

Menyebutnya sebagai game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini…
December 4, 2020 - 0

Review Assassin’s Creed Valhalla: Saga Sang Penjarah!

Tidak lagi mengusung sistem rilis tahunan dan memberikan sedikit ruang…
December 3, 2020 - 0

Preview Immortals Fenyx Rising: Dewa dan Monster!

Perhatian untuk proyek yang satu ini memang terhitung besar ketika…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…