AC Valhalla Berikan Kebebasan Gonta-Ganti Jenis Kelamin Eivor

Reading time:
July 14, 2020
ac valhalla

Membangun cerita yang kini didasarkan pada kesempatan untuk memilih jenis kelamin karakter adalah apa yang ditawarkan oleh Ubisoft dengan seri Assassin’s Creed, setidaknya di beberapa seri terakhir. Di Assassin’s Creed Syndicate dan Assassin’s Creed Odyssey misalnya, karakter wanita ataupun pria tersebut memiliki porsi penting dalam narasi dengan penjelasan yang harus diakui, cukup rasional. Konsep yang sama juga dipastikan Ubisoft akan diusung oleh seri terbaru – Assassin’s Creed Valhalla. Namun kali ini, terlepas dari apakah karakter pria ataupun wanita yang Anda pilih, keduanya akan berbagi satu nama yang sama – Eivor. Yang menarik? Pergantian jenis kelamin ini ternyata bisa Anda lakukan di sepanjang game.

Bahwa tidak seperti Odyssey dimana Anda harus memilih karakter pria atau wanita di awal dan kemudian memainkan sepenuhnya game tersebut dengan karakter yang sudah dipilih, Valhalla akan membiarkan Anda untuk bergonta-ganti menjadi Eivor versi pria atau wanita kapanpun Anda inginkan. Game Director – Eric Baptizat menyebut bahwa tidak seperti Odyssey, cerita yang Anda dapatkan di Valhalla tidak akan terpengaruh oleh jenis kelamin karakter dan keduanya akan berbagi garis cerita yang sama. Sayangnya, ia tidak memberikan penjelasan bagaimana kebebasan ini akan disajikan dari sisi lore, mengingat cara kerja Animus itu sendiri.

eivor
Tidak lagi terkunci, AC Valhalla memberikan kebebasan gamer untuk mengganti jenis kelamin Eivor di sepanjang permainan.

Assassin’s Creed: Valhalla sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 17 November 2020 mendatang untuk Playstation 4, Playstation 5, Xbox One, Xbox Series X, Google Stadia, dan tentu saja – PC (via Uplay dan EGS). Bagaimana menurut Anda keputusan ini? Terdengar aneh atau rasional?

Source: GamesRadar

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…