Tekanan Politik, Sound Director Game Cytus Mengundurkan Diri

Reading time:
July 20, 2020
cytus

Teknologi layar sentuh dan performa kian kencang yang ditawarkan oleh perangkat pintar saat ini memang membuatnya menjadi mesin gaming yang solid, terutama jika kita berbicara soal genre-genre tertentu. Salah satu yang tidak pernah gagal terasa intens dan menyenangkan adalah menikmati game-game ritmik yang kendalinya menuntut Anda untuk beraksi cepat dengan akurasi tinggi. Untuk mereka yang mencintai genre ini, nama Cytus dan Cytus II mungkin tidak akan asing lagi. Game yang memuat banyak musik Jepang ini ternyata diracik oleh developer asal Taiwan – Rayark Games yang baru saja datang dengan sebuah berita buruk.

Sound Director dari Rayark Games – “Ice” yang tentu saja sempat menangani Cytus dan Cytus II memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Lewat akun Twitter resminya, “Ice” menyebut bahwa hal ini terjadi setelah tekanan dari pemerintah Tiongkok mengemuka karena pandangan politik pribadinya.  Untuk memastikan nama Cytus tetap hidup, ia mengambil keputusan ini.

“Ice” disinyalir sempat mengunggah sebuah musik baru berisikan kode Morse terselubung yang meneriakkan slogan pro-demokrasi Hongkong di dalamnya. Jika ditranslasikan, kode morse tersebut akan berbunyi, “Bebaskan Hongkong, Revolusi sekarang!” yang tentu saja tidak sejalan dengan agenda politik pemerintah Tiongkok. Pesan ini mengemuka bulan Maret 2020 yang lalu.

Belum jelas kemana “Ice” akan berlabuh selanjutnya dan apakah aksi ini memang akan meredakan ancaman untuk Rayark Games dan Cytus  itu sendiri. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang masih aktif memainkan Cytus ataupun Cytus II hingga saat ini?

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…