Review Project CARS 3: Jauh Lebih Bersahabat!

Reading time:
August 25, 2020

Bersahabat Untuk Gamer Pendatang Baru

Berubah identitas, Project CARS 3 kini lebih fleksibel, memfasilitasi gamer pencinta simulasi ataupun arcade.

Nama Project CARS adalah momok tersendiri bagi JagatPlay, yang seperti kami bicarakan di atas, memang tidak pernah menjadikan genre racing simulasi sebagai genre favorit kami. Oleh karena itu, kami selalu memuja game-game racing simulasi yang juga memuat opsi untuk gamer-gamer noob yang tetap berambisi untuk menikmati produk mereka, seperti yang diusung Polyphony Digital dengan Gran Turismo Sports beberapa waktu yang lalu. Berita baiknya? Hal inilah yang berhasil ditawarkan oleh Slightly Mad Studios dan Bandai Namco dengan Project CARS 3.

Secara keseluruhan, format desain balapan yang ia usung memang tidak lagi mencerminkan apa yang ditawarkan oleh dua seri sebelumnya. Ada kesan “streamlined” yang lebih kuat di sini untuk menciptakan sensasi balap lebih mainstream lewat desain dan mode balap yang mengingatkan Anda pada game-game racing pada umumnya. Tidak ada lagi opsi untuk melakukan pit-stop misalnya dan akan lebih menuntut Anda untuk bergerak cepat dari satu balap ke balap selanjutnya. Salah satu hal signifikan yang ditawarkan juga mengakar pada kenyamanan bermain dengan menggunakan kontroler, yang kini menawarkan sensasi setir yang lebih responsif. Tidak ada lagi tuntutan dan rekomendasi untuk harus menggunakan kontroler setir hanya untuk bisa menikmati seri terbaru ini.

Sensasi balap menggunakan kontroler yang ia usung memang terasa lebih sempurna dan memuaskan.
Ada opsi kontrol yang terasosiasi dengan jumlah EXP yang Anda dapatkan.

Bagi gamer noob seperti kami, kenyamanan datang dari tingkat kesulitan yang kini jauh lebih beragam dan siap untuk memfasilitasi beragam level skill di luar sana. Ada pilihan Beginner dan Novice untuk tipe gamer yang sulit untuk menguasai cita rasa simulasi yang ada, yang secara otomatis akan mengaktifkan beragam level Assist untuk mepermudah sisi balapan. Ada level dengan ekstra tantangan seperti “Experienced” yang akan mematikan beberapa Asssist dan mempertahankan yang lain untuk ekstra tantangan. Sementara untuk yang masih mencintai sensasi simulasi yang seharusnya, ada opsi “Professional” yang akan mematikan semua level Assists yang ada. Berita baiknya? Selalu ada opsi Custom dimana Anda bisa mengatur sendiri mana yang ingin Anda hidupkan atau matikan di sesi yang satu ini.

Kombinasi opsi ini dengan kenyamanan bermain dengan kontroler lebih baik membuat Project CARS 3, dari kacamata personal kami, menjadi jauh lebih mudah untuk dinikmati. Salah satu yang paling membantu dari semua jenis Assist yang tersedia adalah ikon-ikon kecil yang kini tersebar di sepanjang track dengan beragam lokasi berbeda. Ikon-ikon ini akan menjadi pengingat kapan tepatnya Anda mulai harus memperlambat kendaraan, menikmati belokan tajam, atau memosisikan mobil sebelum belokan tajam selanjutnya. Walaupun terkesan sebagai penambahan yang kecil dan dangkal, percaya atau tidak, ikon-ikon ini akan membantu Anda menguasai track terlepas apakah Anda pernah mencicipinya atau tidak. Dengan semua fleksibilitas ini, keputusan apakah Project CARS 3 berujung jadi game racing dengan “beban” atau tidak akan berada sepenuhnya di tangan Anda.

Sisanya adalah proses balancing. Bahwa terlepas dari fakta bahwa Anda akan bisa menikmati beragam track yang pada dasarnya sulit ini, menjadi bisa lebih ditoleransi di akhir, penurunan tingkat kesulitan juga menghasilkan konsekuensi tersendiri. Tingkat kesulitan akan terikat pada jumlah EXP yang Anda dapatkan, dimana semakin tinggi tingkat kesulitan yang Anda ambil, semakin banyak pula EXP yang bisa Anda raih. Ini berarti kesempatan untuk membuka lebih banyak varian mobil lebih cepat atau membuat aksi upgrade untuk mobil favorit Anda menjadi lebih terjangkau. Ini menjadi aksi desain yang kami sambut dengan tangan terbuka.

Semakin banyak EXP yang Anda kumpulkan, semakin tinggi level Anda, semakin banyak mobil yang bisa Anda beli dan akses.
Ia juga mengusung ragam mode multiplayer berbeda, seperti Rivals misalnya.
Mode permainan tidak selalu menjadi yang tercepat.

Varian jenis balap yang Anda temui juga membuat keseluruhan pengalaman Project CARS 3 menarik di luar sensasi kendali yang terasa nyaman dan solid di tangan. Selain mode standar seperti mode balap atau time attack yang tersebar di sepanjang mode yang terbagi ke dalam beberapa kelas bertajuk “Road” dengan huruf di belakangnya, ada pula Mode yang meminta Anda menabrak kumpulan kardus beragam angka untuk mengumpulkan point untuk sensasi yang berbeda. Sementara dari mode online, selain kesempatan memacu kendaraan melawan mobil lain, ada pula mode seperti “Rivals” – dimana dalam periode tertentu, Anda bisa bertarung dan berjuang untuk mencetak waktu terbaik. Para peraih waktu terbaik akan mendapatkan reward sebelum track tersebut berganti menjadi yang baru, yang hadir dalam periode harian, mingguan, dan bulanan.

Project CARS 3 memang harus diakui menjadi pendekatan baru yang tidak pernah dihadirkan nama Project CARS sebelumnya. Ia menawarkan sesuatu yang lebih mudah untuk dimasuki dan dikuasai oleh gamer-gamer yang justru lebih familiar dengan game racing arcade daripada simulasi. Berita baiknya? Gamer yang tetap menginginkan sensasi kendali simulasi yang seharusnya tetap akan punya opsi untuk melakukan itu.

Banyak Jalan Menuju ke Roma

Project CARS 3 hadir dengan sistem progression yang lebih fleksibel.

Salah satu hal terburuk di game racing, terutama jika Anda merupakan gamer noob untuk pendekatan simulasi, adalah tantangan-tantangan yang benar-benar harus Anda selesaikan sebelum bisa bergerak menuju ke track-track selanjutnya. Bahwa Anda seringkali dituntut untuk mempelajari dan menguasai track tersebut terlepas dari kegagalan yang terjadi berulang kali, hingga di titik frustrasi, sebelum Anda bisa mencicipi track baru yang punya kesempatan untuk membuat Anda jatuh ke dalam siklus sensasi yang sama. Di luar skema kontrol lebih fleksibel yang ia usung, Slightly Mad Studios juga mengubah sistem progression yang kini membuka lebih banyak ruang bagi gamer untuk menikmatinya. Kini, ada banyak jalan menuju ke Roma.

Sensasi mode Career yang Anda nikmati memang disajikan dengan cara yang terhitung cukup konvensional – dimana progress dibagi ke dalam beragam kelas yang masing-masing darinya akan dibagi lagi ke dalam sub-kelas berbeda. Setiap sub-kelas ini kemudian akan memiliki setidaknya 4 buah track lagi untuk diselesaikan, dengan beragam reward untuk dikejar. Ada mata uang Credits untuk membeli mobile, ada EXP untuk membuka mobil baru untuk dibeli, ada EXP untuk menurunkan harga upgrade mobil jika Anda menginginkannya, dan tentu saja – kesempatan untuk membuka lebih banyak sub-kelas dan kelas selanjutnya.

Yang menarik? Adalah fakta bahwa setiap track ini memiliki tiga buah objektif yang berbeda. Ini menghasilkan sebuah dinamika menarik dimana untuk bisa “menyelesaikan” mereka, Anda tidak dituntut HARUS berakhir dengan posisi pertama. Dua dari tiga objektif di setiap track ini bisa sekadar meminta Anda untuk mencapai kecepatan tertentu, mengeksekusi belokan sempurna di beberapa titik, atau sekadar menyalip kendaraan lain dalam kurun waktu terbatas. Terlepas dari fakta bahwa Anda tidak berujung memenangi balapan tersebut, menyelesaikan 2 dari 3 buah objektif yang ada sudah meninggalkan rasa kepuasan tersendiri. Anda bisa tenang dan berlanjut bergerak menuju ke track selanjutnya jika Anda menginginkannya.

Setiap track kini memiliki setidaknya 3 buah objektif, yang terkadang membuat Anda tidak harus menjadi yang pertama.
Kelas dan sub-kelas lebih tinggi juga bisa Anda buka dengan mata uang in-game. Ini membuat Anda selalu punya peluang untuk bergerak maju jika bertemu dengan track yang sulit untuk diselesaikan.

Jumlah objektif yang Anda selesaikan memang pada akhirnya akan terakumulasi dan akan menentukan apakah kelas / sub-kelas selanjutnya akan terbuka atau tidak. Namun sekali lagi, Slightly Mad Studios membuat bahwa tuntutan tersebut tidak mutlak! Anda sudah bosan bertarung di kelas Road D karena beberapa track tidak bisa Anda selesaikan? Atau Anda sekadar ingin memacu kendaraan yang lebih keren dan cepat? Untuk membuka kelas dan sub-kelas yang baru ini, Project CARS 3 juga menyediakan opsi untuk sekadar membayarnya dengan sejumlah Credits (mata uang in-game begitu juga). Lebih kerennya lagi? Mata uang in-game ini termasuk resource yang mudah dikumpulkan, apalagi mengingat game ini juga siap menghadiahi Anda mata uang setiap kali ini Anda naik level atau menjajal mode lain di luar mode Career sekalipun. Project CARS 3 membawa level fleksibilitas ini ke tingkat yang baru.

Masih belum cukup? Konsep ini juga mereka aplikasikan di sistem kustomisasi mobil yang ia usung. Kelas balap baru memang membutuhkan mobil baru, dengan kelas Road A misalnya hanya akan bisa diikuti oleh mobil-mobil yang masuk ke dalam kelas A. Namun kebutuhan untuk membeli mobil baru ini ternyata juga mendapatkan sisi fleksibilitas-nya sendiri. Anda yang tidak ingin atau tidak memiliki dana cukup untuk membeli mobil baru selalu bisa melakukan aksi upgrade komponen mobil yang juga akan ikut menaikkan kelas mobil mereka, sehingga Anda bisa menggunakan mereka di kelas balap yang lebih tinggi. Opsi ini tentu saja jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli mobil baru untuknya. Namun perlu diingat, ada beberapa track dan jenis balap yang memang hanya bisa diikuti oleh varian mobil spesifik, seperti yang terkunci oleh era rilis atau jenis varian mobil yang bisa ikut di dalamnya.

Tidak punya dana? Upgrade saja mobil Anda hingga ia berujung berganti kelas.

Dengan sistem seperti ini, dimana Anda tidak hanya “terkunci” pada satu solusi untuk menciptakan progress terutama di mode Career, Project CARS 3 kian menawarkan sensasi balap yang jauh lebih bersahabat di atas beragam fleksibilitas yang ditawarkan. Ia membuat apapun yang Anda lakukan di sini, mode apapun yang Anda nikmati, di satu titik akan selalu berkontribusi pada progress permainan Anda, baik dari sisi level ataupun kesempatan membuat track di kelas yang berbeda.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…