EA Akan Buang Nama “Origin”

Reading time:
September 15, 2020
origin

Popularitas Steam sebagai sebuah platform digital memang “menginspirasi” beberapa publisher game raksasa untuk mengekor dan menawarkan platform mereka sendiri-sendiri. Idenya memang sederhana. Dengan platform digital mereka sendiri, sang publisher tidak perlu dipusingkan sistem bagi hasil yang tentu saja akan memperkecil angka keuntungan di akhir. Mereka yang punya library game raksasa bahkan mulai menerapkan eksklusivitas rilis, yang membuat game-game mereka tidak tersedia di Steam. Ide inilah yang sempat didorong oleh EA via Origin di tahun-tahun awalnya. Namun melihat perubahan kebijakan mereka selama setahun terakhir, EA sepertinya mulai berbenah.

Dengan kembalinya game-game PC mereka di Steam dan kini terintegrasinya EA Play dengan layanan Xbox Game Pass Ultimate, EA sepertinya mulai mengubah ekstrim kebijakan mereka terkait distribusi game digital ini. Dalam pengumuman resminya via wawancara dengan GamesIndustry.biz, EA secara resmi akan membuang nama “Origin” yang selama ini melekat dengan mereka.

star wars jedi fo
EA resmi akan membuang nama “Origin” dan menggantinya menjadi hanya “EA Desktop App” untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi.

Platform digital mereka kini semata-mata akan mengusung nama hanya “EA Desktop App” saja. EA menyebut langkah ini sebagai bagian dari usaha untuk membuat pengalaman bermain game-game EA terasa lebih terintegrasi, alih-alih hanya terkunci pada satu platform saja. EA menyebut ini bukan hanya pergantian nama semata, tetapi juga etos di baliknya.

Pergantian nama Origin menjadi EA Desktop App ini juga akan diikuti dengan beragam perubahan desain aplikasi, dari user-interface, sistem update, hingga pengalaman penggunaan yang jauh lebih sederhana dibandingkan sebelumnya. Bagaimana menurut Anda? Apakah kebijakan seperti ini Anda rasa memang perlu diambil oleh EA?

Source: GamesIndustry.biz

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…