Review HADES: Super Duper Nagih!

Reading time:
September 28, 2020

Penanganan Cerita Roguelike yang Fantastis!

Supergiant membuktikan bahwa genre “roguelike” bukanlah penghalang eksekusi cerita yang fantastis.

HADES adalah sebuah game roguelike. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar dengan genre ini, game seperti Risk of Rain atau Dead Cell akan menjelaskannya dengan sederhana. Inti dari genre ini adalah gameplay loop yang berkisar pada aksi mengulang level setiap kali Anda mati, dengan mekanik sampingan yang memungkinkan Anda menyimpan sedikit progress kekuatan karakter, dan pada akhirnya – “memutuskan” loop tersebut dengan menundukkkan sang boss terakhir. Salah satu kelemahan roguelike adalah sisi cerita. Banyak game roguelike yang hanya menawarkan satu basis cerita soal dunia dan apa yang sebenarnya terjadi dan kemudian “meninggalkan” Anda begitu saja. Di sinilah, HADES bersinar.

Mengagumkan adalah kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang berhasil dicapai HADES dari sisi cerita untuk ukuran sebuah game roguelike. Di setiap kematian yang Anda alami, Anda akan hidup kembali di House of Hades yang berperan sebagai sebuah hub dimana di sini juga, Anda akan bertemu dengan karakter-karakter NPC untuk diajak berbicara. Kerennya? Lewat media ini pula, HADES menyuntikkan sedikit sisi cerita utama dan latar belakang cerita untuk tiap karakter. Setiap kematian akan membuka percakapan baru untuk setiap karakter, yang akan terus membagi keping-keping informasi baru kepada Anda terkait karakter lain atau bahkan cerita utama. Lebih gilanya lagi? Ia juga menyajikan begitu banyak event acak tidak terprediksi. Anda bisa tiba-tiba melihat dua karakter misalnya, berujung membicarakan sebuah topik serius ataupun ringan, yang tetap berkontribusi positif pada pengalaman Anda.

Setiap loop kematian juga akan memberikan keping cerita baru, baik untuk yang melibatkan Zagreus ataupun karakter pendukung yang lain.
Kerennya lagi? Dunianya juga dinamis. Seiring dengan progress permainan, Anda akan melihat lebih banyak karakter yang menetap, karakter yang bergerak kesana-kemari. Ia membuat ilusi yang kuat bahwa aksi Anda, memang mempengaruhi Underworld.

Satu yang juga tidak kalah menarik juga datang dari kesan bahwa aksi yang Anda ambil, memang menghasilkan efek pada dunia yang Anda temui, terutama untuk kondisi House of Hades itu sendiri. Baru saja mengalahkan salah satu anak buah penting Hades? Anda bisa tiba-tiba menemukan mereka tengah bersantai di tempat makan, dan berujung ngobrol santai bak teman tanpa masalah. Ketika Anda bertemu lagi dengan mereka (mengingat ini game roguelike), karakter ini akan mengakui, mengenal, dan mungkin – membicarakan pertemuan Anda sebelumnya. Anda juga terkadang menemukan bahwa karakter-karakter NPC yang biasanya bertahan di lokasi tertentu, tiba-tiba menghilang, “sibuk” dengan urusan mereka masing-masing. Dunia yang dinamis terlepas dari statusnya sebagai game roguelike adalah salah satu daya tarik terkuat HADES.

Semuanya dibangun di atas kualitas visual memesona yang memang selama ini melekat kuat pada game-game racikan Supergiant. Kita tidak hanya bicara soal dunia yang dibangun dengan visualisasi bak komik atau pemilihan warna yang memesona saja, tetapi juga desain karakter yang memesona. Sulit rasanya untuk tidak jatuh hati ketika Anda pertama kali melihat Nyx – “ibu asuh” Zagreus yang juga melambangkan kegelapan dan malam, ketika berinteraksi dengan sang anak – Thanatos yang datang bak dewa kematian dengan sabit raksasa sebagai senjata utama. Apresiasi ini juga mengemuka hampir di semua desain “ulang” karakter lain, dari dewa-dewi Olympus yang Anda temui di sepanjang perjalanan hingga sekadar sang pengayuh sampan yang siap membawa Anda ke Underworld tanpa kesempatan untuk kembali – Charon.

Jika Anda masih belum terkesima, komitmen presentasi ini juga diperkuat dengan fakta bahwa semua percakapan di HADES diisi dengan voice acting yang pantas untuk diacungi jempol. Benar sekali, semua jenis percakapan, baik ketika Anda mendapatkan suntikan kekuatan dari setiap dewa-dewi Olympus ataupun sekadar dialog kecil dan baru yang Anda dapatkan ketika Anda bangkit kembali di House of Hades. Kualitas setiap voice acting ini benar-benar fantastis dan begitu efektif untuk menyuntikkan “nyawa” dan kepribadian untuk setiap karakter yang ada. Anda bisa merasakan kewibawaan Zeus, cinta dan kasih sayang seorang Nyx, sampai keimutan Dusa – tukang bersih-bersih di House of Hades yang desainnya hanyalah sebuah kepala Medusa yang melayang bebas kesana-kemari.

Didukung dengan voice acting yang penuh di setiap untaian percakapan, kualitasnya berhasil menyuntikkan “hidup” untuk tiap karakter yang ada.

Maka hampir semua gamer yang sempat mencicipi Supergiant di masa lalu juga mengerti bahwa musik juga menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Hal yang sama juga terjadi di HADES ini. Selain musik latar belakang yang akan menemani aksi cepat bertarung Anda, Anda juga akan mendapatkan lagu super keren yang mengalun di dalamnya. Walaupun tidak dijadikan sebagai fokus, musik ini akan Anda temukan lewat karakter-karakter musisi yang “terperangkap” di Underworld, seperti Orpheus dan istrinya – Eurydice. Kedua pelantun lagu super merdu ini juga hadir dengan kisah cinta unik yang seperti kami bicarakan sebelumnya, akan tumbuh seiring dengan aksi Anda.

Dengan semua kombinasi ini, HADES datang dengan kualitas yang bisa Anda antisipasi dari sebuah produk Supergiant Games. Sebuah game yang tidak hanya secara visual indah, tetapi juga diracik dengan penuh komitmen dan kehati-hatian. Dari sekadar animasi mulus untuk setiap gerakan yang dieksekusi, musik mengalun yang siap membuat hati Anda terenyuh, hingga cerita yang disajikan keping demi keping setiap kali Anda terbangun kembali – yang harus diakui, bekerja super manis dan efektif untuk game roguelike seperti ini.

Cepat, Mematikan!

HADES tampil sebagai game roguelike dengan kualitas mumpuni, baik dari fitur hingga sensasi gameplay yang diusung.

Sebagai genre yang mengandalkan gameplay loop sebagai konten, hampir sebagian besar game rogue-like yang tersedia di pasaran saat ini datang dengan satu daya tarik yang sama – gameplay. Bahwa Anda akan sulit menikmati game seperti ini jika ia tidak datang dengan sensasi game action yang memuaskan. Berita baiknya? HADES melakukan tugas ini dengan nyari sempurna. Terlepas dari fakta bahwa Anda bisa menyelesaikan satu run playthrough di skenario terbaik hanya dalam waktu 25-30 menit saja, namun setiap darinya akan datang dengan kepuasan bermain yang seharusnya.

Datang dengan sudut kamera isometrik, HADES menawarkan pendekatan yang serupa dengan banyak game rogue-like pada umumnya. Sebelum bertarung melawan boss terakhir dan “menyelesaikan” permainan, Anda harus melewati beberapa daerah Underworld yang di masing-masing akhir area akan dijaga oleh boss spesifik yang seiring dengan progress permainan, juga akan menawarkan variasi untuk ekstra tantangan. Area-area ini adalah satu dari sedikit elemen pasti yang ditawarkan HADES, sehingga Anda bisa sedikit mengantisipasi kira-kira tantangan seperti apa yang harus Anda lewati nanti. Namun sisanya? Seperti game-game roguelike yang lain, akan datang sebagai level dengan desain acak.

“Jalur daki” Anda selalu sama di setiap loop.
Namun “area” yang mengisinya berbeda dengan sistem preview reward. Dengan demikian, Anda bisa “memilih” opsi reward apa yang Anda ingin dapatkan selanjutnya – membuat sistem build dimungkinkan lewat minimalisasi elemen acak.

Acak dalam tiga pengertian: Anda tidak akan pernah bisa mengendalikan kira-kira bentuk area seperti apa yang Anda temukan, tipe varian musuh seperti apa yang harus Anda bersihkan sebelum Anda bisa bergerak ke ruang selanjutnya, dan reward seperti apa yang akan ia tawarkan. Namun setidaknya, HADES menawarkan opsi. Sebagian besar ruang yang berhasil Anda “bersihkan” biasanya akan membawa Anda pada cabang pilihan ruang selanjutnya dengan informasi reward apa yang terpapar jelas. Setiap reward ini akan memamerkan ikon jelas, yang bisa berakhir dengan ekstra kekuatan yang ditawarkan dewa-dewi Olympus, beragam resource untuk aksi upgrade di House of Hades jika Anda kembali tewas, toko yang dihuni oleh Charon dimana Anda bisa menukarkan koin emas Anda dengan beragam item, hingga tempat bermukimnya karakter-karakter NPC yang akan menawarkan opsi ekstra reward cuma-cuma. Kesempatan untuk memilih reward seperti ini memberikan Anda ruang untuk membangun “build” terbaik bagi Zagreus di mata Anda, serta memperkecil elemen “keberuntungan” di dalamnya.

Dengan begitu banyaknya variasi reward yang Anda temukan dan karenanya opsi reward yang bisa Anda akses nantinya, setiap playthrough HADES akan terasa berbeda satu sama lain, hingga pada batas – membuatnya nyaris tidak terasa repetitif. Dari satu elemen saja – seperti kekuatan para dewa-dewi Olympus yang disebut “BOON” di sini, Anda akan punya begitu banyak alternatif cara untuk membangun Zagreus. Setiap dewa-dewi ini akan membuat gaya bertarung Anda menjadi berubah dan berbeda satu sama lain, seperti Zeus yang akan biasanya berfokus pada kesempatan memicu listrik yang melompat dari satu musuh ke musuh lainnya, Poseidon dengan efek knockback, Athena dengan perisai yang siap melindungi Anda di beragam kesempatan, hingga Aphrodite dengan efek charm untuk membuat musuh berpaling untuk beberapa detik. Kerennya lagi? Efek-efek ini tidak hanya terkunci pada satu saja. Setiap BOON akan menawarkan tiga opsi setiap kali ia ditemukan – dari yang bisa diaplikasikan ke serangan biasa atau spesial, yang menambahkan efek saat Anda melakukan evade, hingga yang sekadar “memperkuat” BOON yang sudah tersedia sebelumnya. Variasi yang bisa dimunculkan dari elemen ini saja nyaris tidak terbatas.

Setiap BOON hadir dengan efek berbeda-beda. Variasi untuk satu BOON saja begitu banyak ragam hingga cukup untuk membuat sensasi bermain Anda di setiap loop punya potensi berbeda.
Zagreus juga diberikan ragam opsi senjata yang masing-masing akan menuntut gaya bermain yang berbeda.

Masih belum cukup? Zagreus juga tidak hanya diperkuat dengan satu senjata saja. Bersama dengan resource kunci yang bisa Anda dapatkan di playthrough Anda, Zagreus bisa membuka lebih banyak varian senjata untuk digunakan. Anda tidak lagi “terkunci” pada pedang saja, tetapi bisa menggunakan ragam senjata dari tombak, perisai, busur panah, sarung tangan tinju, hingga sebuah machine gun di dalamnya. Masing-masing senjata akan menuntut gaya bermain yang berbeda, seperti panah yang akan lebih efektif jika Anda menahan tombol serang dan melepasnya di timing yang tepat, machine gun yang datang dengan peluru terbatas dan butuh di-reload, hingga sarung tinju yang tentu saja meminta Anda untuk mendekati setiap musuh yang ada – yang otomatis membuat tombol menghindar kini lebih berharga. Kerennya lagi? Salah satu resource yang bisa Anda kejar selama playthrough adalah sebuah ikon berbentuk palu yang berperan bak “Upgrade” bisa berujung mengubah cara kerja senjata Anda. Kembali, ekstra opsi untuk menawarkan variasi bermain.

Tentu saja, sebagai sebuah game roguelike, progress karakter menjadi bagian yang penting. Supergiant memahami bahwa di setiap kematian yang Anda lewati, ada keharusan dan kesempatan untuk membuat karakter Anda menguat dengan satu atau dua cara, yang membuat kesempatan Anda “menyelesaikan” HADES akan lebih besar seiring dengan frekuensi Anda tewas. BOON dan koin emas yang Anda kumpulkan selama playthrough akan hilang dan ter-reset setiap kali Anda mengulang permainan, namun Anda akan mempertahankan resource lain bernama Darkness. Darkness adalah “mata uang” yang bisa Anda gunakan di sebuah cermin untuk menyuntikkan buff-buff baru bagi Zagreus, dari kesempatan untuk hidup beberapa kali, membuat serangan backstab lebih mematikan, hingga meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan BOON lebih langka yang tentu saja – memuat efek lebih mematikan.

Resource bernama “Darkness” akan menawarkan buff permanen yang tidak akan hilang saat loop.
Resource lebih langka bisa digunakan untuk melakukan upgrade, seperti senjata.

Anda juga akan menemukan resource-resource lain yang bisa Anda “tabung” untuk dialihkan di beragam tempat, yang di satu titik, akan berkontribusi pada playthrough Anda. Ada pertama yang menjadi “mata uang” renovasi yang kini membuka kemungkinan bahwa Anda bisa menemukan peti harta kartun atau bahkan area super damai yang berisikan air mancur pemulih tanpa musuh sama sekali di dalamnya. Dengan resource bernama Nectar yang bisa Anda berikan kepada karakter NPC yang Anda temui, Anda bisa membangun hubungan baik dengan mereka yang bisa berujung dengan aksesoris ekstra yang bisa Anda pasang sebelum terjun dalam aksi melarikan diri untuk menghasilkan buff tertentu. Ada pula resource khusus lain seperti Titan Blood dan Diamond yang hanya bisa didapatkan dengan menundukkan setiap boss per senjata yang Anda gunakan, yang lebih berharga dan bisa digunakan untuk hal yang lebih penting – seperti memperkuat setiap senjata misalnya. Untuk setiap kematian yang Anda lewati, akan ada sensasi progress yang mengemuka, baik dari cerita ataupun gameplay.

Maka sisa “pekerjaan” lain adalah memahami cara musuh bekerja, bukan hanya boss yang harus Anda tundukkan di akhir setiap level Underworld. Setiap level memuat variasi musuh spesifik yang tidak akan muncul di level yang lain, yang seperti bisa diprediksi, akan semakin sulit seiring dengan makin dekatnya Anda dengan pintu keluar Underworld. Di awal, Anda hanya bertemu dengan tengkorak terbang yang bisa Anda habisi dengan satu kali pukul. Di akhir? Dari pasukan ber-tameng yang hanya bisa diserang dari belakang hingga tikus raksasa yang siap membuat Anda teracuni dengan satu-satunya obat penyembuh harus diminum dari sumur spesifik di area. Dengan setiap area biasanya memuat kombinasi beragam musuh sekaligus, belajar apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan akan jadi salah satu kunci kemenangan.

Tantangan ekstra HADES juga datang dari fakta bahwa game ini tidak akan menjatuhkan “item penyembuh” dengan sesuka hati, dan karenanya menuntut Anda untuk bermain ekstra hati-hati. Dua cara untuk mendapatkan item penyembuh datang dari: toko milik Charon dan karenanya membutuhkan mata uang koin emas untuk dibeli dan dari toko terpisah yang biasanya antara menjual pemulihan HP secara instan yang juga membutuhkan koin yang sama. Mengatur kemana Anda akan mendistribusikan koin emas Anda selama playthrough juga akan menentukan seberapa besar kemungkinan Anda untuk selamat.  Dengan sistem seperti ini, HADES akan mendorong Anda untuk bermain lebih strategis, atas nama tidak hanya untuk menghancurkan musuh saja, tetapi memperbesar kemungkinan Anda selamat dan “menyelesaikan” playthrough yang Anda jalani.

Berharga dan langkanya item penyembuh di setiap loop membuat kehati-hatian saat bermain jadi sesuatu yang diharuskan. Hasilnya? Pengalaman senantiasa intense!
Seiring dengan progress, beragam elemen “pasti” dalam game pun akan mulai membentuk variasi mereka sendiri-sendiri.

Dengan semua kombinasi gameplay ini, HADES tampil sebagai game rogue-like yang memesona. Begitu banyak variasi konten yang bisa diakuisisi oleh Zagreus membuat beragam build yang sama efektifnya kini dimungkinkan, memperkecil rasa repetitif terlepas dari konten level yang harus diakui terbatas dan singkat. Setiap kematian juga diikuti dengan kesempatan untuk merasakan sensasi progress, baik lewat cerita ataupun sistem upgrade seperti buff ataupun aksi “renovasi” yang mungkin memberikan Anda ruang lega saat melewati playthrough tertentu.

Yang berhasil diracik oleh Supergiant di sini adalah sensasi acak yang kental dengan genre ini, tetapi di sisi yang lain, tetap menawarkan opsi untuk memastikan bahwa performa Anda tidak datang dari keberuntungan saja, tetapi juga skill dan pengambilan keputusan. Ditambah dengan pace gameplay yang cepat dan menuntut Anda senantiasa aktif, menyebutnya sebagai salah satu game roguelike terbaik dan terseru di luar sana memang bukan sesuatu yang berlebihan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…