Review Tony Hawk Pro Skater 1 + 2: Terbang Bagai Superman!

Reading time:
September 14, 2020

Apakah genre seperti ini masih relevan? Itulah pertanyaan utamanya. Terlepas dari popularitas yang begitu fantastis di masa lalu, game-game skater memang perlahan tapi pasti, mulai berujung lenyap. Ada usaha untuk membangkitkan hype dan ketertarikan yang sama memang lewat game baru dan proyek remaster, namun tidak ada satupun yang berhasil menangkap apa yang berhasil diusung setidaknya tiga seri pertama Tony Hawk di era Playstation dulu. Ada yang fantastis dari kombinasi aksi skating bercita rasa arcade, desain level super menantang, aksi kombinasi gerakan yang keren, dan musik-musik asyik yang hingga saat ini terekam jelas di otak. Dengan posisi seperti ini, apalagi seri terakhir yang tidak bisa dibilang memukau, banyak gamer “veteran” yang sepertinya menyikapi rilisnya Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 yang diposisikan sebagai remake, dengan sedikit kehati-hatian.

Rasa optimisme memang tinggi. Proyek remake ini ditangai oleh Vicarious Visions – developer sama yang mengerjakan remake Crash Bandicoot yang memang harus  diakui, tampil memesona. Developer ini sepertinya mengerti jelas apa yang membuat seri lawas game-game ini begitu dicintai, mengaplikasikan visualisasi modern yang tetap setia dengan apa yang kita kenal, sembari memastikan bahwa pembaharuan yang diusung tidak lantas menghapus sensasi seri klasik-nya itu sendiri. Apresiasi terhadap proyek Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 ini menguat setelah mereka berhasil mengunci lisensi untuk beberapa judul lagu lawas ikoniknya, sembari menambahkan beberapa judul baru yang diyakini bisa memperkuat atmosfer yang ada.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang memungkinkan Anda terbang bagai Superman? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Ikut Menua

Tanpa mode cerita, datang dan langsung pamerkan aksi skating Anda!

Sama seperti seri lawas Tony Hawk, setidaknya dua seri pertama yang meluncur untuk Playstation pertama di masanya, seri Remake ini juga tidak mendukung sisi plot atau campaign layaknya game modern saat ini. Tidak ada kisah soal skater muda yang berusaha untuk menjadi skater terbaik di dunia, tidak ada cut-scene penuh dramatisasi ala film Hollywood, tidak ada pula karakter antagonis yang akan menghalangi ambisi Anda tersebut. Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 seperti seri originalnya, hadir sederhana. Anda disediakan beragam tracks dari dua seri yang berbeda, Anda diberikan segudang skater legendaris yang masing-masing memiliki spesialisasinya masing-masing, dan tugas Anda selanjutnya adalah berusaha menyelesaikan beragam objektif dan mendominasi setiap track ini.

Satu yang menarik adalah cara Vicarious Visions dan Activision menangani rilis ulang yang di atas kertas, terasa seperti “bundle” untuk dua seri terpisah ini. Kenyataannya, mereka melakukan tugas super baik dengan mengintegrasikan keduanya ke dalam satu pengalaman utuh bersama, alih-alih membaginya menjadi dua seri terpisah ala rilis game-game remaster / remake yang lain. Anda memang diminta untuk memilih antara level THPS 1 atau THPS 2 setiap kali bermain, namun progress keduanya akan menyatu. Ini berarti apapun yang Anda lakukan di masing-masing seri, akan menghasilkan reward yang digabung ke dalam satu ruang yang sama. Kerennya lagi? Ini berarti juga penyatuan fitur. Hal-hal yang dulunya merupakan fitur “baru” untuk THPS 2 kini juga bisa Anda nikmati di track-track THPS 1 untuk aksi Remake ini. Integrasi pengalaman untuk dua seri berbeda adalah pendekatan super cerdas.

Sistem progression terintegrasi, terlepas dari track yang masih dipisahkan ke sistem THPS 1 dan THPS 2.
Karakternya kini ikut menua!

Tentu saja, intisari dari sebuah game Remake tetap mengakar pada perubahan kualitas visualisasi yag ia usung. Karena harus diakui, berkaca pada presentasi THPS 1 dan THPS 2 versi originalnya, hampir mustahil bagi Activision untuk sekadar melakukan remaster dengan meningkatkan resolusi bermain dan berharap agar gamer pendatang baru tertarik untuk menjajalnya. Maka berangkat dari pengalaman Vicarious Visions lewat proyek Crash Bandicoot yang fantastis, perlakuan yang sama ditawarkan di sini. Permak total ditawarkan di sisi visual, dari beragam track yang tersedia di dua seri THPS ini dan tentu saja, para skater yang diusung. Salah satu yang menarik adalah keputusan untuk membuat beberapa skater legendaris yang di seri originalnya begitu muda, kini ikut menua. Beruntugnya, penuaan ini tidak mempengaruhi aksi gila mereka dengan setiap aksi yang nyaris tidak manusiawi ini.

Perubahan besar-besaran dari presentasi setiap track yang hadir, yang datang dengan daftar yang sama dengan seri originalnya ini, tidak mengubah apapun dari apa yang Anda kenal selama ini. Yang ia usung adalah pergantian aset yang tentu saja membuat mereka terlihat lebih modern, penuh detail, dan relevan dengan industri game saat ini. Perubahan kualitas tata cahaya kini juga membuat beberapa scene terlihat lebih dramatis, seperti saat Anda menyelesaikan tantangan di daerah pantai misalnya. Perubahan ini juga membuat objek-objek kini lebih jelas memperlihatkan dari material apa ia dibangun, dimana Anda bisa mengenali ramp yang terbuat dari kayu karena kilauan-nya atau sekadar beragam bahan metal yang kini bisa Anda jadikan pondasi untuk melakukan grind. Intinya? Untuk sebuah seri game remake, ia hadir dengan presentasi modern di kualitas yang Anda harapkan atau bahkan melebihi antisipasi Anda selama ini.

Tekstur dan aset baru berarti apresiasi para material yang membentuknya.

Bagian terbaiknya dari aksi remake Tony Hawk Pro Skater 1 + 2 ini tentu saja musik, seperti seri originalnya. Keputusan dan kemampuan untuk mengunci lisensi sebagian besar lagu lawas di seri originalnya untuk disajikan kembali di sesi remake ini adalah salah satu keputusan dan kebijakan terbaik yang diambil oleh Activision dan Vicarious Visions. Ada dua hal: pertama, karena pengalaman seri originalnya mau tidak mau memang harus diakui, dibangun oleh pilihan library musik pengiring yang di kala itu berhasil membuka telinga gamer untuk musik-musik asyik yang mungkin tidak mengakar pada genre favorit mereka. Kedua? Terlepas dari usianya yang semakin menua, musik-musik tersebut tetap sama efektifnya membangun atmosfer untuk Tony Hawk Pro Skater 1 + 2. Lagu-lagu lawas ini cukup untuk membuat kami tidak ambil pusing dengan beberapa lagu baru yang mereka suntikkan di sini.

Dengan semua kombinasi ini, Vicarious Visions kembali berhasil membuktikan diri sebagai developer game remake / remaster, setidaknya untuk franchise ikonik Activision, yang mengerti dan memahami bagaimana membuat game-game lawas ini terlihat dan terasa modern, tetapi di sisi lain, mempertahankan cita rasa lawasnya. Konsep fantastis ini berhasil mereka capai dengan eksekusi presentasi yang nyaris sempurna di semua elemen.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…