Cyberpunk 2077 Hadirkan Opsi  Sensor Ketelanjangan

Reading time:
November 24, 2020
cyberpunk 2077 samurai

Sebuah apresiasi memang pantas diarahkan kepada developer-developer yang atas nama komitmen untuk tema game yang ia usung, tidak segan untuk menawarkan konten dewasa eksplisit di dalamnya. Walaupun aksi ini bisa berujung meningkatkan rating umur si game yang bisa jadi mempengaruhi angka penjualan di akhir, ini akan membangun atmosfer gameplay yang seharusnya. Namun sayangnya, konten dewasa seperti ini mau tidak mau akan berujung melahirkan konsekuensi tertentu bagi gamer, apalagi mereka yang harus menikmati game tersebut di ruang tamu saat hidup bersama dengan  anggota keluarga yang berada di bawah umur. Atau mungkin, para streamer dan Youtuber yang takut kontennya dianggap tidak pantas oleh Twitch atau Youtube. Untungnya, Cyberpunk 2077 cukup fleksibel soal ini.

Seperti yang kita tahu, CD Projekt Red memang tidak main-main ketika bicara soal konten dewasa Cyberpunk 2077. Selain konfirmasi soal sistem kustomisasi alat kelamin sang karakter utama, sepertinya aman untuk berasumsi bahwa konten dewasa, terutama soal ketelanjangan, akan jadi sesuatu yang mudah Anda temukan di Night City nantinya. Lewat informasi Lukasz Babiel – QA Lead dari CD Projekt Red, Cyberpunk 2077 dipastikan akan memuat opsi untuk mematikan / meng-nonaktifkan konten ketelanjangan ini. Jika opsi ini dihidupkan, ia akan berperan bak sebuah sistem auto-sensor. Sayangnya, tidak ada detail lebih lanjut bagaimana sistem ini akan diaplikasikan.

cyberpunk 2077 nudity
Cyberpunk 2077 akan menawarkan opsi untuk mematikan konten ketelanjangan, berfungsi semacam sistem sensor.

Dengan fitur seperti ini, Anda yang berniat untuk memainkan Cyberpunk 2077 di tempat yang lebih “umum” sepertinya bisa sedikit berlega hati. Game ini sendiri rencananya akan meluncur pada tanggal 10 Desember 2020 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, Google Stadia, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak dari Anda yang akan menggunakan fitur yang satu ini?

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…