Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Reading time:
November 13, 2020

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 124
Merekrut karakter NPC manapun yang Anda inginkan untuk dijadikan sebagai karakter playable adalah daya tarik utama WD Legion. Sementara konten dan mekanik? Nyaris serupa dengan seri WD yang lalu.

Jika Anda sudah sempat memainkan seri Watch Dogs sebelumnya,  terutama Watch Dogs 2, maka pengalaman bermain yang Anda dapatkan dari seri Legion tidak akan banyak berbeda. Anda masih akan disuguhkan dengan sebuah peta cukup besar yang terbagi ke dalam beberapa region, beberapa lokasi dalam kota yang punya tingkat bahaya lebih besar karena dikuasai kelompok oposisi, beberapa misi sampingan untuk diselesaikan, dan juga ragam aktivitas untuk dinikmati. Kesempatan untuk menundukkan musuh secara stealth ataupun berperang secara terbuka juga disajikan oleh Legion ini.Tentu saja, Anda masih berperan sebagai hacker yang bisa memanipulasi ragam teknologi – dari menguasai kamera, meluncurkan robot laba-laba kecil, menguasai drone dengan senjata tempur, hingga mengakses profile NPC yang Anda temui. Yang membuatnya berbeda? Anda sepertinya sudah tahu jawabannya.

Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, alih-alih hanya satu karakter utama saja, Anda kini bisa merekrut beragam karakter NPC sebagai karakter playable Anda. Dengan menggunakan teknologi Optik yang Anda miliki, Anda bisa memeriksa setiap NPC yang Anda temui – dari pekerjaan, senjata yang mereka bawa jika Anda tertarik merekrut mereka, hingga ragam sifat, tingkah laku, hingga skill unik yang bisa Anda akses nantinya. Anda akan disuguhkan dengan misi acak yang perlu Anda penuhi terlebih dahulu, dari membunuh musuh tertentu, meretas server CTOS di daerah tertentu, hingga membebaskan teman atau sekadar mengirimkan barang. Jika Anda berhasil menyelesaikan misi tersebut tanpa masalah, karakter tersebut biasanya akan bisa Anda gunakan.

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 71
Anda bisa memeriksa nama, sifat, dan apa saja yang akan dibawa setiap karakter NPC jika Anda tertarik merekrut mereka.

Ada satu hal menarik yang ditempuh Ubisoft untuk melakukan proses balancing di Watch Dogs Legion ini, terutama untuk masalah beradaptasi dengan gaya bermain gamer. Seperti yang kita tahu, tidak semua karakter NPC yang Anda rekrut akan punya senjata api, lethal ataupun non-lethal. Akan ada banyak karakter yang lebih kuat di serangan melee dan stealth takedown. Bagaimana mereka mengakomodasi variasi karakter ini dengan tipe musuh yang dihadapi? Sebuah sistem aneh yang mungkin akan memancing tawa Anda. Percaya atau tidak, setiap musuh yang akan Anda temui akan berusaha menghajar Anda dengan serangan melee sampai setidaknya Anda mengangkat senjata. Jika Anda datang dengan tangan kosong, musuh akan menghadapi Anda dengan tangan kosong. Begitu Anda mulai mengangkat senjata, mereka juga baru akan mengangkat senjata. Dengan sistem seperti ini, karakter rekrutan yang berfokus pada serangan melee misalnya, tetap akan bisa digunakan.

Walaupun konsep dasarnya memungkinkan Anda untuk merekrut dan menggunakan karakter NPC manapun yang Anda inginkan, sulit rasanya untuk menyangkal bahwa ada beberapa jenis NPC di dunia Watch Dogs Legion yang bisa diposisikan sebagai “bintang” dan karenanya – terasa lebih penting daripada karakter yang Anda rekrut secara acak di jalan. Karakter-karakter ini biasanya menjadi “reward” untuk milestone yang berhasil Anda capai, seperti membebaskan region tertentu. Karakter-karakter “NPC” ini biasanya datang dengan pekerjaan yang istimewa dan karenanya, membawa senjata dan set skill yang terasa lebih istimewa dan efektif dibandingkan karakter acak pada umumnya.

Dengan kesempatan untuk merekrut banyak karakter, baik atas nama  fungsi atau sekedar bersenang-senang, Anda pelan tapi pasti akan menemukan satu kelemahan Watch Dogs Legion yang lain. Bahwa seiring dengan banyak misi yang Anda selesaikan, hampir tidak ada satupun misi yang secara spesifik didesain untuk hanya bisa diselesaikan oleh satu karakter tertentu saja. Memang akan ada karakter-karakter dengan ekstra “keuntungan” seperti karakter berseragam Albion yang berkesempatan untuk menyusup ke area yang dikuasai Albion tanpa memicu perhatian ekstra, atau karakter seperti Construction Worker yang berkesempatan untuk memanggil drone besar yang bisa dinaiki kapanpun ia inginkan, hingga keuntungan saat Anda butuh bergerak secara vertikal selalu tersedia. Proses  balancing tambahan dilakukan dengan menutup kesempatan berganti karakter begitu Anda berada di dalam misi atau tengah beraksi di zona merah yang dikuasai oleh pihak oposisi.

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 157
Ada beberapa karakter dengan seragam yang akan bisa mengakses area-area merah dengan lebih aman.
Watch Dogs Legion jagatplay part 1 125
Pelan tapi pasti Anda akan menemukan bahwa Ubisoft tidak pernah meracik sebuah misi yang “hanya” bisa diselesaikan operator dengan set skill spesifik. Hasilnya? Anda akan berujung menggunakan 1 atau 2 operator favorit hingga akhir permainan.

Maka sistem seperti ini menganulir sensasi sinergi sama sekali, yang notabene kami jadikan basis untuk sub-judul di bagian ini. Pelan tapi pasti, karena desain misi yang ia usung, Anda akan memahami bahwa: satu, tidak ada alasan ekstra untuk merepotkan diri untk merekrut sebanyak mungkin karakter. Kedua? Bahwa akan ada jenis karakter “superior” yang jika Anda pilih, akan bisa menyelesaikan semua tantangan tanpa masalah. Karena sebagian besar desain misi akan meminta Anda menyusup ke area tertentu, bertempur dengan senjata api jika ketahuan, dan kemudian lari dari lokasi tersebut, maka karakter-karakter yang berorientasi aksi akan sempurna di semua misi. Kami misalnya, berhasil menyelesaikan Watch Dogs Legion dengan menyelesaikan hampir semua misi dengan menggunakan dua karakter saja – Spy atau Professional Hitman yang masing-masing, diperkuat dengan senjata api.

Tentu saja, impresi ini hanya akan berlaku jika Anda menikmati game ini di mode default – dimana ia tidak menghadirkan sistem permadeath. Karakter yang berujung cedera (yang notabene mudah terjadi mengingat damage yang diterima dari serangan musuh cukup besar) atau ditangkap Albion hanya tidak akan bisa digunakan sementara waktu, yang biasanya berkisar antara 30 menit – 1 jam. Jika opsi permadeath Anda hidupkan, seperti nama yang ia usung, kondisi yang sama akan membuat Anda kehilangan karakter tersebut selama-nya. Satu-satunya opsi untuk terus melanjutkan cerita dan misi berarti merekrut lebih banyak karakter, yang lantas membuat semua keluhan yang kami tuliskan di atas menjadi tidak relevan. Opsi untuk mengaktifkan atau tidak sistem permadeath, memang diserahkan sepenuhnya kepada Anda sebagai gamer.

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 1
Anda yang ingin ekstra tantangan bisa mengaktifkan mode Permadeath.
Watch Dogs Legion jagatplay part 1 66
Tech berperan sebagai “pohon skill” yang akan mempengaruhi semua karakter yang sudah Anda rekrut.

Tenang saja, tidak ada kebutuhan untuk melakukan aksi grinding dan sebagainya di Watch Dogs Legion. Semua karakter Anda akan berbagi “pohon skill” yang sama, yang di sini, disebut sebagai Tech. Dengan mengumpulkan Tech Points yang berbentuk logo hijau di peta atau juga bisa didapatkan dari menyelesaikan beberapa cerita utama ini, kesemua karakter operator Anda akan bisa mengakses teknologi atau buff yang sama selama ia sudah dibuka di baris khusus ini. Apapun yang berada di luar “Skill Tree” ini tidak akan bisa dibagi satu sama lain. Contohnya? Jika Anda berujung merekrut karakter yang kebetulan membawa sebuah SMG dengan silencer, maka hanya ia yang bisa menggunakan SMG ber-silencer tersebut. Anda tidak akan bisa mengalokasikan senjata tersebut ke karakter yang lain.

Membuka kesempatan untuk merekrut beragam karakter berbeda yang datang dengan spesialisasi masing-masing memang terdengar indah dan ambisius. Namun dari sisi desain misi, di luar masalah permadeath, Watch Dogs Legion tidak menyediakan cukup banyak alasan untuk merekrut sebanyak mungkin karakter yang tersedia. Pada akhirnya, misi-misi ini datang dengan tantangan serupa, yang bisa Anda selesaikan dengan hanya satu atau dua karakter operator “spesial” yang tersedia. Satu-satunya karakter NPC “biasa” yang punya peran lebih penting hanyalah Construction Worker karena kesempatan untuk memanggil drone raksasa yang bisa Anda panjat, kapanpun dan dimanapun Anda menginginkannya.

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 83
Anda tidak bisa meminjam atau menukar senjata spesial dari satu operator ke operator lainnya.
Watch Dogs Legion jagatplay part 1 145
Zona merah berperan bak “kantong kecil”. Aksi Anda di dalamnya seringkali tidak menghasilkan konsekuensi apapun di luar area.

Ada satu hal menarik lain dari cara Ubisoft menangani konsep open-world Watch Dogs Legion. Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, Anda akan menemukan area berwarna merah yang dikuasai oleh Albion ataupun pihak oposisi lainnya. Ubisoft memperlakukan area berwarna merah ini bak sebuah “kantong kecil” alih-alih bagian dari keseluruhan London itu sendiri. Apapun aksi yang Anda lakukan di area merah ini, terutama untuk aksi kekerasan dari ledakan hingga pembunuhan, hanya akan memicu reaksi musuh di dalam area atau yang sekadar datang sebagai bala bantuan. Konsekuensi dari aksi ini tidak akan “terbawa” ketika Anda keluar dari zona merah. Sebagai contoh? Anda tidak akan tiba-tiba dikejar oleh pasukan Albion menggunakan mobil ala polisi di GTA ketika Anda berusaha kabur. Begitu Anda keluar dari zona merah tersebut, dunia seolah memperlakukan Anda biasa-biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa.

Desain yang diracik Ubisoft dengan Watch Dogs Legion di atas kertas, memang mengesankan bahwa seolah-olah aksi rekrut karakter akan memainkan peran yang krusial untuk menyelesaikannya. Bahwa konsep “bersatu kita teguh” adalah apa yang harus Anda kejar. Namun nyatanya? Hampir sebagian besar misi bisa diselesaikan oleh satu atau dua jenis  operator saja, terutama yang datang dari kelas yang istimewa. Anda selalu punya opsi untuk “bercerai”, menyelesaikan game ini, dan tetap seru menikmatinya.

Masa Depan Game Open-World Ubisoft?

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 106
Procedural generation adalah “nyawa” Watch Dogs Legion.

Satu hal yang harus kami tegaskan, konsep rekrut karakter NPC yang digembar-gemborkan oleh Ubisoft sebelum Watch Dogs Legion tersedia memang terbukti di versi final, dan karenanya bukanlah sebuah gimmick terlepas dari apakah ia memainkan peran yang penting atau tidak. Menyebutnya sebagai sebuah inovasi yang briilian bahkan tidak berlebihan. Mengapa? Karena Ubisoft baru saja membangun sebuah pondasi teknologi yang bisa mereka aplikasikan ke lebih banyak proyek game-game open-world mereka di masa depan jika mereka menginginkannya. Benar sekali, kita bicara soal procedural generation.

Karena apa yang dilakukan Ubisoft dengan sistem ini memang mengagumkan. Ubisoft memanfaatkanya hampir di setiap sisi. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, procedural generation  seperti namanya, mampu meracik dan membangun sebuah library konten tertentu ketika dibutuhkan menggunakan elemen-elemen lebih kecil yang sudah dipersiapkan oleh sang developer. Contoh paling jelas? Apa yang dilakukan Hello Games dengan No Man’s Sky saat mereka meracik triliunan planet yang tersedia misalnya. Suntikkan elemen seperti warna planet, jenis atmosfer, library bentuk mata monster, library bentuk tubuh monster, daftar elemen yang bisa ditambang, jumlah bulan, dan sejenisnya, dan kemudian biarkan si game memilih dan mengkombinasikannya secara acak sesuai dengan kebutuhan. Hasilnya? Anda tidak akan menemukan dua buah planet yang sama.

Konsep serupa inilah yang kemudian didorong Ubisoft untuk membangun nyaris semua elemen konten Watch Dogs Legion. Dari hal dasar seperti karakter. Terlepas dari dialog yang sama, set karakter yang kami temukan di gameplay kami akan berbeda dengan gameplay Anda. Sang game akan meracik karakter acak, terutama dari sisi visual dan sifat uniknya, untuk menemani misi-misi Anda. Memang akan ada beberapa karakter “tetap” untuk Anda yang menginginkan stabilitas, namun tidak lantas menganulir inovasi yang ditawarkan Ubisoft. Hal ini kemudian bergerak lebih jauh, dengan menyuntikkan aksen dan intonasi, dan kemudian memodifikasi pitch-nya untuk menciptakan lebih banyak variasi suara unik demi membangun karakter yang ada. Sistem seperti ini membuat Ubisoft tidak perlu mati-matian membayar begitu banyak voice actor untuk memastikan setiap karakter akan punya suara yang berbeda-beda.

Watch Dogs Legion part 2 jagatplay 26
Karakter, dari model, sifat, hingga suara akan tampil acak.
Watch Dogs Legion part 2 jagatplay 1
Setiap karakter NPC juga punya jadwal mereka sehari-hari.

Masih belum cukup? Sistem procedural generation tersebut kemudian diarahkan ke sistem yang lebih kompleks. Dua hal yang paling menakjubkan tentu saja sistem racik misi dan sebuah fitur lain yang disebut sebagai “Deep Profiler”. Benar sekali, misi yang harus Anda selesaikan untuk merekrut karakter-karakter NPC yang kebetulan menarik perhatian Anda, juga diracik secara acak. Sebagian dari mereka datang dengan misi-misi standar yang bisa Anda prediksi dan akan mulai terasa berulang seiring dengan frekuensi Anda merekrut mereka. Jika misi ini gagal? Anda selalu punya kesempatan untuk memicu-nya kembali.

Bagian kedua yang bahkan lebih mengagumkan lagi justru datang dari sistem yang disebut sebagai “Deep Profiler”. Kami tidak mengetahui bagaimana sistem procedural generation mengakomodasi fitur ini, namun intinya, sistem ini membangun sebuah jadwal keseharian untuk setiap NPC yang Anda temui dan tertarik untuk direkrut. Ia berisikan jadwal aktivitas mereka sehari-hari yang akan bertahan secara permanen, sehingga Anda tahu kapan dan dimana harus mencari mereka jika Anda ingin merekrutnya. Jadwal ini juga terkadang berhubungan dengan misi “perkenalan” sebelum membuka kesempatan rekrut. Salah satu karakter yang kami rekrut misalnya, menghabiskan jadwal kesehariannya di bar dan misi rekrutnya baru akan bisa dipicu jika Anda mengalahkannya di permainan dart. Sistem “Deep Profiler” ini juga memungkinkan Anda untuk “melacak” karakter-karakter ini jika Anda iseng dan menemukan, bahwa mereka biasanya memiliki tempat tinggalnya sendiri-sendiri.

Jika konsep ini masih belum cukup mengagumkan, sistem yang dibangun oleh Ubisoft ini juga menambahkan ekstra lapisan hubungan antar karakter yang akan mengingatkan Anda pada Nemesis System yang sempat diimplementasikan Shadow of Mordor dan Shadow of War di masa lalu. Anda memang tidak akan bertemu dengan musuh yang akan naik pangkat atau sejenisnya ketika berhasil membunuh Anda, namun Anda akan berhadapan dengan banyak NPC yang saling berbagi hubungan satu sama lain. Anda terkadang bisa bertemu dengan anggota keluarga dari operator yang sempat Anda rekrut, atau anggota keluarga dari musuh yang sempat Anda tundukkan sebelumnya. Anda juga bisa bertemu dengan situasi dimana pasukan musuh yang sempat Anda hajar memutuskan untuk melakukan balas dendam dan berujung menculik karakter yang mencederainya. Walaupun kami tidak bisa memastikan apakah ini adalah event acak yang akan berkala terjadi atau memang memiliki indikator yang harus dipenuhi di “belakang layar”, namun situasi ini akan kembali melahirkan misi sampingan yang baru.

Watch Dogs Legion part 2 jagatplay 39
Anda juga akan menemukan karakter-karakter lain yang saling “berhubungan” bak Nemesis System.
Watch Dogs Legion jagatplay part 1 128
Membayangkan algoritma yang sama bisa berpotensi diaplikasikan Ubisoft juga di game open-world mereka yang lain di masa depan, membuat kami kagum dan takut di saat yang sama.

Kombinasi teknologi procedural generation yang diusung oleh Watch Dogs Legion berakhir membuat kami kagum dan takut di saat yang sama. Kagum? Karena jujur, kami tidak pernah memprediksi bahwa game open-world dengan narasi linear seperti ini bisa memanfaatkan teknologi ini dengan seluas dan sedalam ini. Ia bisa digunakan untuk meracik karakter, meracik misi, menciptakan sebuah skenario hubungan antar karakter, hingga membangun detail seperti jadwal keseharian. Di sisi lain, juga takut. Mengapa? Karena jika Watch Dogs Legion berujung sukses, bukan tidak mungkin Ubisoft akan mengaplikasikan konsep yang sama di game open-world mereka yang lain. Ini berarti kesempatan untuk mengaplikasikan lebih banyak procedural generation untuk franchise mereka yang lain.

Karena secara logika, procedural generation akan membuat membuat proses pengembangan berjalan lebih sederhana dan murah sembari mempertahankan skala dan kualitas game open-world yang diharapkan oleh gamer. Mereka tidak perlu lagi harus membayar voice actor sebanyak yang seharusnya jika ingin menyuntikkan lebih banyak karakter unik. Mereka tidak perlu lagi menghabiskan lebih banyak waktu untuk meracik dan memoles misi-misi sampingan yang bisa diselesaikan nantinya. Mereka tidak perlu lagi repot membentuk dan membangun NPC, lengkap dengan keseharian mereka. Sudut pandang lebih optimis? Bisa jadi sistem seperti ini justru membuat tim developer memiliki lebih banyak waktu untuk memoles aspek lain untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih sempurna sembari membiarkan aspek-aspek yang lain dibangun dengan procedural generation.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…

PlayStation

December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…