Review Little Nightmares II: Jurang Misteri yang Kian Dalam!

Reading time:
February 9, 2021

Misteri yang Membesar

Little Nightmares II jagatplay 26
Selamat datang di Pale City!

Jika kita bicara soal apa yang berhasil dicapai oleh Tarsier dengan Little Nightmares II adalah lore dan misteri yang kini jauh lebih besar daripada seri pertama. Jika di seri pertama, Anda “hanya” terjebak di The Maw – sebuah lokasi tengah laut yang kecil namun berisikan banyak monster di dalamnya, Little Nightmares II akan membuktikan kepada Anda, bahwa masalah tersebut tidak “terkunci” hanya di sana saja. Perjalanan Anda ke Pale City, walaupun tidak akan memberikan ruang banyak bagi Anda untuk melakukan eksplorasi secara menyeluruh, seolah membuka mata Anda bahwa kehadiran monster-monster tanpa penjelasan ini adalah sesuatu yang terjadi dalam skala yang lebih luas. Dan karenanya, membuat jurang misteri Little Nightmares tidak hanya kian dalam, tetapi juga lebih menyeramkan.

Anda memang kini lebih banyak berpetualang di Pale City, namun seri kedua ini tidak lantas menjadi game open-world, misalnya. Sesi Pale City yang bisa Anda lewati sudah ditentukan layaknya game platformer yang seharusnya, dimana progress akan didorong lewat pergerakan dari satu level ke level lainnya. Bahkan porsi besar gameplay Anda justru akan terjadi di dalam fasilitas khusus seperti level bertema sekolah atau rumah sakit, dimana masing-masing akan menawarkan tantangan dan monster khusus yang menghuninya. Perjalanan Anda “menikmati” bentuk Pale City lebih banyak terjadi ketika Anda baru menyelesaikan satu level ini dan hendak bergerak menuju ke level selanjutnya. Setidaknya, lewat background kota yang jadi pemandangan perjalanan Anda, atmosfer terbangun nyaris sempurna.

Little Nightmares II jagatplay 31
Pale City tetap terbagi ke dalam sistem level, dimana perjalanan melewati kota dijadikan “jembatan” untuk menghubungkan mereka.
Little Nightmares II jagatplay 67
Desain monster-nya tetap cukup untuk membuat Anda bergidik.

Maka seperti seri pertamanya, game ini siap untuk membuat Anda bergidik lewat ragam desain monster yang ia usung, terutama yang mengepalai level-level yang Anda lewati. Pertama, karena setiap monster ini memang punya asosiasi kuat dengan kematian. Tidak ada sistem HP di Little Nightmares II, dimana hanya butuh satu serangan untuk menghabisi Mono secara instan. Monster-monster raksasa yang menjadi “pemimpin” di ragam level ini biasanya besar, punya gerak lebih cepat dan lincah, serta punya jarak serangan cukup panjang jika Anda tidak berhasil menghindar. Kedua? Seperti seri pertamanya, ia selalu hadir dengan bentuk setengah manusia. Ia berbagi bentuk mirip manusia, memperlihatkan jejak-jejak kemanusiaan, namun dengan ekstra bagian tubuh, perilaku, hingga animasi yang sama sekali tidak lagi manusia. Ini membuat Little Nightmares II, kian membuat bulu kuduk Anda merinding.

Namun dari semua sisi presentasi pendukung atmosfer yang menurut kami efektif, adalah kemampuan olah audio-nya lah yang memainkan peran paling penting untuk membangun atmosfer yang ada. Little Nightmares II kembali tidak jatuh dalam format “jump scare” untuk membuat Anda takut, yang membuat kami mengembangkan ekstra apresiasi untuknya. Atmosfer mencekam dibangun tidak hanya dari sisi visual saja, tetapi juga kesunyian yang membuat suara sekecil apapun akan berujung menarik perhatian Anda. Ditambah dengan detail-detail kecil, dari bunyi gerak sendi para manekin, goresan kapur di papan tulis, hingga suara televisi yang mengalun pelan di kejauhan, telinga Anda akan terus mawas. Ia juga akan didukung dengan musik yang didesain sedemikian rupa, untuk mendukung plot yang bergerak.

Little Nightmares II jagatplay 56
Ia didukung dengan audio, dari keheningan, musik, hingga detail efek suara yang sukses membangun atmosfer yang ada.

Maka dengan semua kombinasi ini, sisi presentasi Little Nightmares II memang terus menawarkan apa yang berhasil dieksekusi Tarsier di seri pertamanya. Sebuah game platformer horror yang menjadikan atmosfer sebagai salah satu sumber kecemasan, tanpa “jatuh” pada strategi jump scare murahan. Kesemuanya dibungkus dengan lore dunia yang kian membuat sang lapisan misteri, membesar dan meluas.

Mono

Little Nightmares II jagatplay 39
Walaupun Mono adalah karakter baru Anda, pondasi Little Nightmares II tidak banyak berbeda dengan seri pertamanya.

Intisari gameplay Little Nightmares II masihlah sama dengan seri pertamanya. Ia tetaplah sebuah game platformer yang di beberapa titik akan menantang Anda dengan dua hal: puzzle atau ketangkasan kendali karakter Anda. Puzzle tentu saja menuntut Anda untuk berpikir runtut, soal kira-kira seperti apa solusi yang dibutuhkan untuk sekadar medapatkan kunci atau bergerak ke lokasi selanjutnya. Sementara tidak sedikit pula yang akan menguji ketangkasan Anda, dimana Anda harus berlari secepat dan seefektif mungkin ke area selanjutnya, yang biasanya diikuti dengan monster-monster yang memburu Anda di belakang. Untuk misi kejar-kejaran seperti ini, terkadang ia hadir lugas, namun tidak sedikit pula yang berujung meminta Anda bersembunyi di lokasi tertentu alih-alih terus berlari.

Sebagai tokoh protagonis utama, Mono tentu saja berbeda dengan Six. Ia akan didukung dengan beberapa kemampuan baru yang tidak dimiliki Six dari seri pertama. Salah satu yang paling signifikan? Tentu saja kemampuan untuk melawan balik. Mono bisa mengambil “senjata” yang ia temukan di sepanjang perjalanan untuk menghancurkan lawan. Serangan biasanya butuh ekstra timing untuk diperhatikan, baik dari lambatnya Anda mengayun atau kecepatan serangan musuh ke arah Anda. Tentu saja, Anda tidak akan bisa membawa senjata ini kemanapun Anda inginkan. Kesempatan untuk melawan akan terkunci pada titik level yang memang mengharuskan Anda untuk melakukannya.

Little Nightmares II jagatplay 65
Di beberapa titik level, Mono bisa menggunakan senjata dan melawan balik.
Little Nightmares II jagatplay 59
Ia juga akan dilengkapi dengan perlengkapan lain, seperti senter misalnya.

Hal ekstra lain yang bisa dilakukan Mono adalah mengendalikan senter dan remote, yang masing-masing juga akan punya peran penting di dalam level spesifik. Senter akan digunakan di level Hospital dimana sumber cahaya ini akan mampu menghentikan gerak manekin super menyeramkan yang hanya bisa bermanuver dalam gelap. Sementara sang remote akan bisa digunakan untuk menghidupkan atau mematikan televisi di salah satu level, mengingat ia akan berperan bak sebuah portal teleportasi bagi si Mono. Kembali, seperti halnya senjata, kedua fungsi ini akan tersedia secara terbatas bergantung pada desain level yang ada.

Benar sekali, setiap level yang Anda temui, sekaligus jalan penghubung nan luas di dalam Pale City yang menjadi “jembatan” di antaranya, akan punya tema dan tantangan mereka sendiri-sendiri. Tantangan akan tetap didominasi dengan aksi platforming, dimana Anda harus melompat, memanjat, dan mencari jalur gerak kira-kira bagaimana Anda bisa mencapai titik selanjutnya. Terkadang ia juga dibalut dengan aksi stealth yang akan meminta Mono menunduk dan berjalan pelan untuk memperkecil potensinya menarik perhatian. Namun jenis musuh yang harus Anda lawan, yang akan memburu Anda secara konsisten, dengan mekanik unik di setiap level biasanya berbeda.

Little Nightmares II jagatplay 20
Setiap level akan menawarkan tema dan tantangan berbeda.
Little Nightmares II jagatplay 16
Eksplorasi ekstra akan menghadiahi Anda lebih banyak topi bagi Mono, yang berperan hanya sebagai item kosmetik.

Di hutan misalnya, Anda akan bertemu dengan pemburu yang alih-alih mengejar dan menangkap Anda, lebih mengandalkan shotgun yang ia miliki. Oleh karena itu, mencari tempat berlindung setiap kali ia berhasil mengisi peluru shotgun akan jadi strategi yang penting, sebelum bergerak ke lokasi selanjutnya. Di Hospital, manekin-manekin yang hanya aktif dalam gelap akan mengintai setiap sudut yang gagal Anda terangi menggunakan senter di tangan. Di level School, topeng untuk menyamar jadi salah satu siswa kini disuntikkan dalam mekanik yang ada. Berita baiknya? Walaupun setiap serangan akan membunuh Anda secara instan, Little Nightmares II datang dengan checkpoint yang lumayan bersahabat. Anda biasanya akan hidup kembali di lokasi yang super dekat dengan penyebab kematian terakhir Anda.

Untuk Anda yang tidak ingin sekadar menyelesaikan misi utama saja, ada aktivitas sampingan yang bisa Anda lakukan di Little Nightmares II ini. Anda bisa mengeksplorasi tiap level yang ada dengan usaha untuk mencari dua hal – sejenis glitch berbentuk tubuh anak laki-laki nan misterius yang biasanya tersembunyi baik di dalam level. Sementara yang lain? Ragam topi yang akan bisa dikenakan oleh Mono itu sendiri. Topi-topi ini tidak akan memberikan efek apapun pada sikap, sifat, ataupun kemampuan Mono. Datang dengan banyak desain imut, ia diposisikan hanya sebagai item ksometik saja.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…