Review Voice of Cards – The Isle Dragon Roars: RPG, Kartu, dan Yoko Taro!

Reading time:
November 2, 2021

Event yang Sangat Disayangkan

voice of cards the isle dragon roars jagatplay rpg 48
Game ini kekurangan event atau misi sampingan yang menarik.

Untuk mesimulasikan game-game kartu tabletop kebanyakan, Voice of Cards juga menghadirkan sistem event acak di luar random encounters. Ini berarti tanpa bisa diprediksi, Anda akan menemukan kartu-kartu Event yang muncul dengan barisan kalimat untuk mendeksripsikan hal apa saja yang baru terjadi pada party Anda. Kartu event ini sendiri bisa berujung menjadi banyak hal, dari kesempatan untuk mendapatkan item, uang, hingga yang paling parah, justru berujung merugikan Anda dan melukai karakter Anda. Beberapa event datang sebagai cerita dengan pilihan opsi aksi, semntara tidak sedikit pula yang pasif.

Kehadiran konsep event seperti ini tentu saja adalah sesuatu yang pantas untuk disambut dengan tangan terbuka, membuat proses eksplorasi pion dari satu kartu ke kartu lain berujung lebih menarik. Berita buruknya? Ia ditangani seperti halnya kartu NPC dan lingkungan yang kami bicarakan sebelumnya, dimana kuantitasnya begitu terbatas hingga Anda akan merasakan cepat pengulangan event-event yang sudah sempat Anda dapatkan sebelumnya. Berita lebih buruknya lagi? Di salah sadtu area hutan yang Anda lewat misalnya, hanya punya 2 buah event dimana 1 event di antaranya punya frekuensi tinggi. Ini membuat Anda selalu membaca deskripsi sama, mengambil opsi yang sama, dan mendapatkan outcome yang sama, berulang dan berulang.

Budget yang kecil juga sepertinya membuat tim Square Enix sama sekali tidak tertarik untuk menyuntikkan misi sampingan di dalam game ini. Terlepas dari begitu banyaknya NPC yang Anda temui di sepanjang perjalanan, aktivitas ekstra yang bisa Anda selesaikan bisa dihitung dengan jari. Ada aktivitas tambahan dimana Anda bisa membantu NPC dengan memberikan mereka sejumlah item atau membawa mereka ke lokasi spesifik memang, namun jumlahnya benar-benar tidak mencukupi. Hal ini juga menyangkut jumlah dungeon yang Anda temui dan tujuan mereka. Hampir 90% dungeon yang Anda temui akan berujung menjadi dungeon yang memang berkaitan dengan cerita utama dan memang harus Anda lewati, alih-alih jadi “ekstra kesibukan” untuk reward yang sepadan.

Konsekuensi dari sistem seperti ini berujung membuat Voice of Cards, seiring dengan budget rendah yang ia miliki, lahirmenjadi game RPG dengan konten yang terhitung singkat pula. Bahwa di luar seberapa teradiksinya Anda dengan mini-game berbasis kartu yang bisa Anda mainkan di “Game Parlor” di tiap kota, Anda bisa menyelesaikan game ini dengan ksiara waktu sekitar 10-11 jam tanpa harus melakukan grinding sama sekali, dimana kenaikan level diraih hanya dari frekuensi random encounter yang memang tinggi.

Kesimpulan

voice of cards the isle dragon roars jagatplay rpg 129
Voice of Cards memang bukan proyek sempurna, namun dengan keunikan dan daya tarik yang melekat pada dirinya sekarang, ia tampil sebagai game JRPG unik yang tetap mudah untuk dinikmati. Namun perlu diingat, mengingat cerita bergerak dengan deskripsi ke deskripsi yang berisikan tulisan demi tulisan, Anda yang malas membaca bisa saja berujung tak menikmatinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengerti apa yang Anda dapatkan sebelum berujung meliriknya.

Voice of Cards: The Isle Dragon Roars adalah sebuah JRPG yang unik, ini adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Yoko Taro sepertinya terhitung berhasil mengakali budget kecil yang ia dapat untuk menciptakan sebuah game JRPG yang tetap menarik dengan identitas kartunya yang kuat pula. Anda yang sempat memainkan game NieR seolah tengah dihadapkan pada scene-scene berbasis teks yang seringkali disuntikkan Yoko Taro di franchise tersebut, yang kini ditemani dengan kartu bergambar karakter dengan sedikit ekstra animasi di sana-sini. Dibangun dengan cerita sederhana dan mekanik yang tetap dalam, para penggemar JRPG tidak akan kesulitan untuk menikmatinya dan puas. Semuanya disempurnakan dengan musik racikan Keiichi Okabe.

Namun sulit untuk mengabaikan perasaan bahwa dengan budget sekecil ini, Square Enix sebenarnya bisa bekerja lebih keras untuk membuat Voice of Cards: The Isle Dragon Roars bisa lebih berujung lebih istimewa daripada yang ia tawarkan sekarang. Menawarkan kartu varian NPC yang lebih banyak, menyuntikkan desain kartu untuk setting yang lebih unik, menambahkan lebih banyak misi sampingan atau dungeon misalnya juga akan berkontribusi positif. Namun bagi kami, yang paling fatal, justru datang dengan sistem satu VA untuk narator. Kami bisa melihat game ini terasa lebih istimewa jika mereka menginvestasikan uang ke lebih banyak VA, setidaknya untuk 5 karakter protagonis dan setidaknya 2 karakter antagonis yang ada.

Voice of Cards memang bukan proyek sempurna, namun dengan keunikan dan daya tarik yang melekat pada dirinya sekarang, ia tampil sebagai game JRPG unik yang tetap mudah untuk dinikmati. Namun perlu diingat, mengingat cerita bergerak dengan deskripsi ke deskripsi yang berisikan tulisan demi tulisan, Anda yang malas membaca bisa saja berujung tak menikmatinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengerti apa yang Anda dapatkan sebelum berujung meliriknya.

 

Kelebihan

voice of cards the isle dragon roars jagatplay rpg 78 1
Kami jatuh cinta pada estetika game ini.

Desain karakter keren

User-interface keseluruhan juga dibangun dengan sistem kartu

Cerita penuh petualangan, tetapi tetap sederhana untuk dinikmati

Musik yang fantastis

Sistem RPG yang berjalan solid

 

Kekurangan

voice of cards the isle dragon roars jagatplay rpg 16
Banyaknya kartu lingkungan yang sama membuat kota tak terlihat dan terasa unik satu sama lain.

Butuh lebih banyak usaha untuk membuat NPC dan setting terasa istimewa

Minim misi sampingan

Butuh lebih banyak VA

 

Cocok untuk gamer: yang menyukai JRPG unik, mencintai game Yoko Taro

Tidak cocok untuk gamer: yang malas membaca, yang membenci sistem Card Game

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…