Review SIFU: Makin Tua Makin Jadi!

Reading time:
February 17, 2022

Kung Fu yang Indah

SIFU jagatplay 25
Tidak hanya “meminjam”, Anda bisa merasakan cinta dan ambisi SloClap untuk Kung-Fu di SIFU ini.

Sebuah bukti apresiasi pada Kung-Fu sebagai bela diri adalah kalimat yang sepertinya akan keluar dari mulut Anda ketika berbicara soal sisi presentasi SIFU. Terlepas ia tetap datang dengan gaya game indie yang kental lewat sisi visual karakter dan dunia yang lebih menyerupai lukisan atau produk tanah liat alih-alih sesuatu yang realistis, Anda bisa mengerti dan memahami ambisi sang developer – SloClap untuk mewakili ilmu pertahanan diri ini dengan sebaik mungkin. Rasa cinta yang mereka tawarkan lebih varian dan detail yang ada.

Salah satu yang pantas untuk diacungi jempol adalah animasi. Kita tentu tidak hanya bicara soal serangan kombinasi yang bisa Anda eksekusi saja, tetapi juga bahwa Anda bisa mengeksekusi beragam serangan pemungkas yang variannya akan ditentukan oleh banyak hal – dari area dimana ia dieksekusi hingga senjata yang Anda gunakan. Jumlah varian animasi ini? Benar-benar banyak. Kami bahkan sempat menemukan di mana si karakter utama berujung membanting musuh dengan posisi terbalik ke arah sofa ketika animasi tersebut memang dieksekusi di dekat kursi panjang tersebut. Kerennya lagi, setiap animasi ini datang terukur dan memang terasa sebegitu destruktifnya untuk membuat lawan tak lagi bisa bangun, namun tetap di dalam ranah ilmu bela diri yang sesungguhnya.

SIFU jagatplay 104
Setiap serangan pemungkas terasa terukur, indah, dan mematikan di saat yang sama.
SIFU jagatplay 70
Game ini ternyata estetik!

SIFU secara mengejutkan ternyata juga game yang memiliki nilai estetika yang tinggi, terutama dari desain level yang Anda lalui. Anda akan bertarung melewati beragam lokasi, dari club malam dengan lampu neon dimana-mana, museum yang begitu bersih dengan warna kontras, hingga sekadar sebuah resort untuk menemukan ketenangan batin. Fakta bahwa situasi bertarung Anda tidak selalu monoton juga membuat SIFU tak membosankan. Nilai estetika langsung terdongkrak di beragam skenario, dari arena bertarung yang hanya memuat cahaya di tengah, aksi pukul ditemani patung-patung menggugah di museum, hingga tantangan saat Anda mengetahui dan melawan musuh hanya dari siluet mereka saja. Bagian terbaiknya? Ketika kamera ditarik mundur dan Anda bertarung dalam format “2D” yang jelas merupakan homage untuk film legendaris – Oldboy.

SIFU jagatplay 22
Oldboy!

HUD yang cukup rapi dan jelas juga memberikan Anda lebih banyak ruang untuk lebih memerhatikan apa yang sebenarnya terjadi saat bertarung, yang notabene memang penting. Sementara itu, ia tetap menyediakan hal-hal yang memang esensial, seperti bar HP dan structure milik musuh, milik Anda sendiri, dan kira-kira kapan serangan pemungkas bisa dilakukan. Walaupun harus diakui di beberapa situasi, Anda juga bisa jadi harus “bertarung” dengan kamera yang menempatkan Anda dalam posisi tidak menguntungkan, terutama saat Anda tersudut.

Sementara dari sisi audio dan musik, SIFU juga tidak kalah memesona. Mendengar suara senjata yang Anda gunakan, terutama pipa besi dan potongan bambu mengenai tubuh lawan dan membuat mereka terkapar tidak bisa lagi lebih memuaskan dari apa yang mereka tawarkan sekarang. Walaupun harus diakui, kepuasan yang sama sayangnya tidak ditawarkan senjata tajam yang suaranya terlalu “tipis” untuk bisa dinikmati. Dari sisi soundtrack, mengingat ini adalah sebuah game aksi berbasis Kung-Fu yang melekat dengan budaya Tiongkok, sepertinya jelas dominasi musik latar belakang seperti apa yang dominan. Anda memang tidak akan mendengar bunyi kecapi di setiap sudut, namun ketika ia mengemuka, Anda tahu Anda harus mulai mempersiapkan tangan dan kaki Anda.

SIFU memang tidak datang dengan usaha untuk menawarkan visualisasi super realistis memang, namun di balik budget-nya sebagai indie yang membuat sisi grafis seperti ini bisa dipahami, ada rasa cinta dan ambisi yang mendalam pada Kung-Fu sebagai ilmu bela diri. Dilebur dengan sisi gameplay? Ia fantastis.

Bukan Game Mudah

SIFU jagatplay 26
SIFU bukanlah game yang mudah.

Sebelum kita mulai memasuki lebih dalam soal mekanik yang ia tawarkan, ada satu hal yang sepertinya perlu kita tegaskan lebih dulu. Bahwa SIFU bukanlah game yang mudah. Bahwa hampir mirip dengan sebuah game Souls, tepatnya Sekiro, Anda akan tampil sama rentannya dengan musuh yang Anda hadapi dengan dua resource – HP dan Structure sebagai pondasi. Ini berarti Anda sama mudah tewasnya dengan musuh yang Anda lawan jika kedua resource ini tidak Anda jaga dengan baik. Komitmen dan konsistensi akan jadi kunci untuk mengalahkannya, sekaligus begitu banyak proses trial & error.

Maka mengikuti pakem game pertarungan melee pada umumnya, SIFU sebenarnya datang dengan mekanik yang standar. Anda punya serangan kuat dan lemah yang kemudian bisa dikombinasikan, lengkap dengan sepersekian detik istirahat, untuk melahirkan serangan panjang untuk sekadar membuka pertahanan musuh atau langsung menundukkan mereka. Jika salah satu dari dua resource mereka habis – HP ataupun Structure – Anda akan bisa mengeksekusi serangan pemungkas untuk menghabisi mereka. Sementara dari sisi Anda, HP akan menentukan nyawa. Sementara Structure? Jika habis, pertahanan Anda akan terbuka untuk serangan damage besar dari lawan tanpa langsung terikat pada instant-death.

SIFU jagatplay 89
Anda bisa “mengejar’ HP atau Structure mereka.
SIFU jagatplay 78
Aksi Evade dan Parry akan menjadi kunci.

Selain serangan ofensif, Anda tentu saja diperkuat dengan aksi bertahan yang bahkan lebih esensial lagi – Avoid dan Parry. Dengan hanya menekan tombol Block saja, yang dilakukan di timing tepat sebelum serangan lawan, Anda bisa melakukan Parry yang akan otomatis membuka pertahanan mereka dan bisa diikuti dengan serangan lanjutan yang akan mencederai Structure mereka dengan jumlah besar. Selain Parry, Anda bisa melakukan avoid dengan tombol Block + Arah mengingat setiap serangan musuh selalu bisa dikategorikan dalam dua tipe – High dan Low. Menekan tombol Block + Bawah akan menghindari serangan High dan begitu juga sebaliknya. Untuk setiap Evade yang berhasil Anda lakukan, akan ada sepersekian detik celah untuk melakukan serangan balik ke musuh. Keduanya akan membuka jendela yang Anda butuhkan untuk memenangkan pertarungan. Anda juga akan memiliki serangan spesial bernama Focus yang bisa dimanfaatkan untuk membuka celah serangan secara instan, namun tentu saja, butuh resource lain untuk dieksekusi.

Tantangan terbesar SIFU justru tidak datang dari pertarungan boss besar di akhir level yang selalu punya animasi serangan spesifik dan karenanya mudah dipelajari. Masalah terbesar SIFU justru seringkali datang dari musuh-musuh biasa yang Anda temui di sepanjang perjalanan yang terbagi ke dalam varian ataupun mini boss yang menjaga area tertentu. Mengapa? Karena didukung dengan AI yang lumayan cerdas dan menantang, setiap dari mereka akan siap membuat Anda kelabakan jika Anda tidak siap untuk menghadapi mereka. Seberapa cerdas? Secerdas fakta bahwa musuh terlemah sekalipun akan selalu melakukan Guard ketika Anda menyerang di timing yang salah atau bahkan terkadang, melakukan Parry ke Anda jika Anda lengah. Masih tak cukup cerdas? Tidak sedikit musuh yang akan bergerak cepat menyerang Anda ketika Anda hampir berhasil menghancurkan Structure musuh yang lain, membuat mereka terasa seperti “saling melindungi”.

SIFU jagatplay 31
Salah satu AI terbaik di game action melee? Bisa jadi. Tidak ada satupun dari mereka yang tidak akan menangkis hingga bahkan berupaya parry pada saat Anda serang.
SIFU jagatplay 68
Terkutuklah AI tim berbentuk duo yang mengagumkan tetapi juga menjengkelkan di saat yang sama. Anda bisa merasakan mereka bertarung sebagai satu unit alih-alih individu terpisah.

Beragam musuh yang Anda temui ini akan menawarkan tantangan tersendiri, dari mereka yang efektif di serangan tipe grapple hingga spesifik menggunakan senjata tertentu. Yang paling jadi favorit kami sekaligus menjadi yang paling membuat frustrasi? Tentu saja musuh-musuh yang didesain sebagai satu kombinasi, dimana tim ini seringkali beranggotakan dua orang. Seperti AI yang kami bicarakan sebelumnya, kedua unit ini biasanya bertempur seolah bak satu kesatuan. Anda akan seringkali menemukan situasi dimana keduanya akan langsung menyerang Anda bersamaan atas nama untuk menghancurkan Structure Anda lebih cepat. Tidak jarang pula, keduanya menyerang bergantian untuk memberikan ruang istirahat bagi yang lain untuk memulihkan structure mereka. Memandang AI tim seperti ini bekerjasama adalah pemandangan yang memuaskan dan menjengkelkan di saat yang sama.

Tentu saja, boss di setiap level yang selalu datang dalam dua fase serangan akan tetap menawarkan tantangan ke Anda. Namun mengingat limitasi animasi serangan mereka yang terbatas, dan bagaimana mereka selalu rentan pada aksi Parry ataupun Evade, Anda sepertinya tidak akan sulit untuk menundukkan setiap dari mereka selama Anda sudah membaca pola gerakan yang ada. Sisanya adalah memasukkan kombinasi serangan paling efektif Anda setiap kali kesematan tersebut terbuka dan jangan pernah panik untuk memastikan proses Parry dan Evade Anda justru melenceng dan berujung menghasilkan damage ke Structure Anda.

Berita baiknya? Anda tetap akan memiliki kesempatan untuk memperkuat diri. Akan ada dua cara untuk melakukannya – via Shrine dan Skill Tree. Shrine yang berbentuk patung naga yang tersebar di setiap level yang Anda temui akan memberikan kesempatan untuk memperkuat diri lewat buff permanen yang membutuhkan resource spesifik yang terbagi ke dalam tiga kategori berbeda. Sementara untuk Skil Tree, terbagi ke dalam banyak fungsi baik pasif ataupun efektif, ia akan menjadikan EXP sebagai resource utama. Menariknya lagi? Setiap skill ini akan hilang begitu Anda tewas dan mengulang permainan. Namun untungnya, dengan pengorbanan lebih banyak EXP, Anda bisa membuat skill ini menjadi permanen yang membuatnya bisa terus digunakan terlepas apakah Anda tewas atau tidak. Mekanik ini juga membuat SIFU membuka ruang untuk aksi grinding, dimana Anda bisa mengejar run playthrough atas nama untuk membuat satu skill berujung permanen saja alih-alih berusaha menyelesaikannya.

SIFU jagatplay 87
Aksi eksplorasi biasanya membuka shortcut untuk jalan lebih cepat ke ruang boss jika Anda hendak berujung mengulangi level nantinya.
SIFU jagatplay 79
Skill tree!

Mekanik lain yang bahkan lebih membantu daripada Shrine dan Skill Tree? Tentu saja shortcut! Tingkat kesulitan SIFU memang terhitung tinggi, namun bukan berarti dia tidak memberikan fitur di sana-sini untuk membuat perjalanan kedua, ketiga hingga belasan kali menjadi lebih mudah. Dengan menemukan key-key item yang tersebar di lokasi, baik sekadar terletak begitu saja atau sesuatu yang harus Anda rebut dari mini-boss, Anda bisa mendapatkan akses ke beragam pintu baru hingga elevator yang akan membuat perjalanan ke boss lebih singkat sekaligus melewati begitu banyak area yang dipenuhi musuh dan karenanya lebih minim resiko. Asyiknya lagi? Key item ini tidak selalu hanya digunakan di area yang sama. Bukan tidak mungkin Anda justru menemukan key item di level Museum untuk digunakan di level Club dan karenanya, membuat akses ke boss di level Club menjadi lebih praktis.

Seperti yang kami bicarakan di atas, dengan kerentanan yang tersedia untuk semua pihak, SIFU bukanlah game yang mudah ditundukkan di beberapa playthrough utama. Namun begitu Anda memahami apa yang perlu Anda lakukan, terutama dalam urusan menjaga Structure sekaligus memanfaatkan celah Parry dan Evade sebaik mungkin, ia perlahan tapi pasti akan mulai terasa seperti game yang bisa Anda tundukkan. Acungan jempol memang pantas diarahkan kepada AI yang akan membuat proses ini tidak akan cepat.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…