Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Reading time:
November 8, 2022
god of war ragnarok2

Menjadi salah satu game yang paling diantisipasi tahun ini, tanggung jawab Sony Santa Monica untuk memastikan God of War Ragnarok berada di kondisi terbaiknya memang tidak main-main. Setelah berhasil menyabet penghargaan di tahun 2018 kemarin karena keberanian mereka untuk tidak hanya mengubah begitu banyak elemen yang kita kenal dari God of War secara radikal saja, tetapi juga berhasil mengeksekusinya dengan manis. Ragnarok yang menjanjikan tidak hanya kelanjutan cerita saja tetapi juga konklusi untuk mitologi Norse yang menjadi latar belakang untuk kisah dan hubungan orang tua-anak Kratos dan Atreus. Sebuah produk yang berujung kami cintai.

Berita baiknya? Tidak hanya menikmati produk finalnya saja, kami juga berkesempatan untuk  berbincang-bincang dengan sang Game Director – Eric Williams yang sudah bertanggung jawab untuk seri sekuel ini selama 4,5 tahun terakhir, yang juga berujung harus melewati pandemi yang membuat segala sesuatunya kian kompleks. Bersama dengan beberapa media Asia Tenggara yang lain, kami tentu menggunakan kesempatan ini untuk memenuhi rasa penasaran yang kami miliki, terutama untuk beberapa pilihan desain yang ada.

Lantas, insight apa saja yang ditawarkan oleh seorang Eric Williams, sang Game Director? Ini dia:

JagatPlay: Hi Eric. Kami mau ucapkan selamat dulu untuk rilis game yang benar-benar keren. Pertanyaan pertama kami. Sudah bukan rahasia bahwa di source originalnya, event Ragnarok memuat begitu banyak karakter dan elemen. Bagaimana caranya tim akhirnya memilih karakter atau elemen mana yang mau mereka bawa ke God of War Ragnarok serta mengabaikan yang lain juga di saat yang sama?

God of War Ragnarok jagatplay 154

Eric: Cara kami memilih gampang kok. Walaupun kami memilih mitologi Norse dimana Ragnarok tidak terbantahkan, pada akhirnya ini cerita soal menjadi orang tua – dimana hubungan Kratos dan Atreus adalah pondasi utamanya. Jadi kami memilih karakter-karakter yang memang jadi bagian dari mitologi tetapi juga memberikan kesempatan bagi hubungan Kratos dan Atreus untuk tumbuh, menjadi kuat atau justru pecah.

Perlu diingat, kami juga tidak lantas menawarkan semua karakter atau dewa-dewi di mitologi Yunani dulu. Harus diakui ada banyak diskusi internal soal karakter mana yang akan “masuk” dan tidak, mana yang paralel atau justru anti-paralel dengan cerita yang mau kami sampaikan. Satu yang pasti, kami tidak pernah berusaha mengejar akurasi untuk urusan mitologi ini.

A: Apa yang akan terjadi setelah Ragnarok di God of War?

Eric: Kamu bertanya pada orang yang salah. Kamu seharusnya menanyakan hal tersebut ke Cory Barlog.  Saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi.

A: Bagaimana dengan filosofi desain level yang digunakan tim Anda di game ini?

Eric: Pertama-tama kita tentukan dulu tema untuk setiap level yang ada. Untuk Svartalfheim misalnya yang notabene merupakan realm para dwarf, kami ingin memastikan segala sesuatunya kecil termasuk arsitektur yang ada. Mengingat mereka juga penambang, kami ingin memastikan teknologi berbasis air menjadi pendukungnya. Setelah itu konsep datang untuk memperkaya hal tersebut, dari landscape hingga detail kecil, yang kemudian disempurnakan oleh tim lainnya termasuk tata cahaya dan efek cuaca. Setiap realm juga didesain untuk memiliki warna utamanya sendiri.

JagatPlay; Ada begitu banyak teori-teori fan yang gila bermunculan setelah God of War 2018 rampung, berusaha memprediksi kemana arah cerita selanjutnya, termasuk Time Travel sekalipun. Apa tim pernah membaca teori-teori fans ini? Dan apakah ada yang berujung mempengaruhi cerita di versi final?

God of War Ragnarok jagatplay 100

Eric: Oh, kami tentu saja membaca teori-teori dari fans ini, dan itu menyenangkan. Harus diakui beberapa dari mereka berujung menarik. Tetapi apakah ia berujung mempengaruhi cerita yang mau kita sampaikan? Tentu saja tidak. Sama sekali tidak. Kami sudah tahu lama cerita seperti apa yang ingin kami sampaikan. Jika ternyata ada yang sama dengan teori fans, itu kebetulan belaka. Tetapi kami tak pernah mengambil  inspirasi apapun dari sana. Ketika teori-teori fans ini baru muncul, kami sudah jauh masuk ke dalam teritori pengembangan God of War Ragnarok. Saya berharap teori-teori fans ini terus muncul di masa depan, karena ini bukti bahwa kami sudah melakukan tugas yang baik.

A: Bagaimana caranya tim menentukan tingkat kesulitan untuk setiap pertarungan yang ada? Karena harus jujur, kami sempat beberapa kali mati karenanya?

Eric: Proses balancing memang tidak pernah mudah. Kami sendiri memiliki sekitar 20 kali playtest eksternal dan 10 kali playtest internal, sekaligus tim yang terus menjajal sistem battle setiap harinya untuk memastikannya seimbang. Hal tersulit mungkin pada saat Anda melawan beberapa musuh sekaligus, dimana Anda harus memilih fokus Anda kemana. Ini memang sengaja kami hadirkan agar Anda bisa merasakan apa yang Kratos rasakan langsung. Namun dibandingkan dengan God of War 2018,level kini akan terasa luas, musuh bergerak lebih leluasa dan tentu saja, Anda juga. Oleh karena itu, berdiam di satu tempat justru akan menjadi sumber malapetaka untuk Anda. Seperti halnya Kratos adalah seorang jenderal, Anda butuh strategi.

JagatPlay: Sudah ada begitu banyak potret soal sosok Thor dan Odin di begitu banyak media, namun kalian berhasil melahirkan sesuatu yang baru dan unik, dan kami suka itu. Bagaimana caranya kalian meracik karakter ini? Bagaimana kalian menentukan ini adalah Thor dan Odin yang kalian butuhkan?

god of war ragnarok impression3

 

Eric: Semuanya tentu dimulai dari deskripsi sang karakter dari Poetic Edda, melakukan penelitian dalam, dan berusaha menemukan apa yang menarik dari kedua karakter tersebut. Lalu kami melihat karakter ini dari ragam media, termasuk film Marvel ataupun ragam novel yang berbeda. Darinya kami lalu kembali melihat cerita yang hendak kami sampaikan, apa yang kami butuhkan. Satu yang pasti, kami ingin Dewa kami punya masalah sehari-hari seperti halnya manusia biasa. Mereka bukan entitas super kuat yang duduk-duduk saja. Mereka butuh makan, mereka punya anak yang harus dirawat, dll. Jika kami berhasil menyuntikkan konsep “Ayah” untuk Kratos yang notabene merupakan dewa perang, mengapa kami tidak melakukannya ke dewa ini? Beberapa memang baik, namun tidak sedikit pula yang jahat. Ryan Hurst juga menjalankan peran fantastis sebagai Thor dan kami yakin ia akan lama diingat.

A: Ada pesan untuk para fans yang sudah menunggu selama 4 tahun?

Eric: Terima kasih sudah menunggu. Kami sebenarnya ingin tiba lebih cepat, namun pandemi global terjadi dan itu membuat segala sesuatunya melambat. Terima kasih sudah menunggu dan kami tak sabar melihat Anda menjajalnya sendiri. Kami bangga dengan produk yang satu ini.

God of War Ragnarok sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 9 November 2022 besok untuk Playstation 4 dan Playstation 5.

Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…