JagatPlay NgeRacau: Gua (TAKUT) Bangga Jadi Orang Indonesia!
Takut Bangga?!

Gua rasa salah satu yang paling miris dari semua situasi ini adalah narasi “OVERPROUD” yang enggak cuman sekali gua dengar di sini doank, tapi berkali-kali tiap kali insan Indonesia berhasil mencapai sesuatu yang fantastis di kancah internasional, apappun bidangnya. Kata “OVERPROUD” yang harusnya ngekritik kebanggaan semua untuk hal-hal kecil non signifikan yang memalukan kini hadir sama memalukannya dengan apa yang sempat dia kritik di masa lalu. Bahwa alih-alih keren, orang Indonesia yang apa-apa teriak “OVERPROUD” even lebih cringe daripada apa yang mereka teriakin.
Kenapa? Karena ada kesan yang kuat kalau untuk alasan yang enggak jelas, mereka TAKUT untuk bangga sebagai orang Indonesia. Bayangkan, BANGGA yang notabene emosi yang begitu positif dan inspiratif justru dikerdilkan sedemikian rupa ketika menyangkut rasa nasionalisme dan eksistensi sebagai manusia dan bangsa Indonesia, salah satu negara terbesar di dunia. Gua paham kalau “OVERPROUD” misalnya dilemparin ke situasi dimana ada orang yang berbangga berlarut-larut karena nama Indonesia disebut di film Hollywood semata tanpa ada signifikansi yang jelas memang. Namun karena prestasi yang jelas layak dipuja-puji? C’mon.
Apakah lu pantas bangga ngelihat akting Christine Hakim dipuja-puji media barat di film seri The Last of Us? Tentu. Apakah lu pantas bangga ketika tim sepakbola Indonesia misalnya berujung menyarangkan satu gol ke timnas lawan yang lebih kuat dan pada akhirnya tetap kalah? Kenapa enggak. Apakah lu pantas bangga ngelihat game Indonesia seperti A Space for the Unbound direview positif dan dipuja-puji banyak kalangan? Bangga lah. Apakah lu pantas bangga ngelihat banyak developer dan publisher game sekarang ngelihat pasar Nusantara sebagai pasar potensial, terus sekarang nawarin subs dan dubs Indonesia? Harus lah. Enggak ada satupun situasi di dalam pernyataan ini yang gua anggap pantas mendapatkan komentar “OVERPROUD” dari kalangan masyarakat lokal sekalipun.
Menyedihkan juga kalau ngelihat anak muda sekarang, yang mungkin menghabiskan waktu begitu banyak waktu di situs sosial media, jadi enggak bisa menimbang, memilih, dan mengambil sikap sendiri soal mana yang memang layak dibanggakan sebagai manusia Indonesia dan mana yang tidak. Yang ada justru teror komentar tak beralasan yang membuat kita sebagai bangsa, malahan TAKUT untuk bangga sama diri kita sendiri sebagai bangsa. Pertanyaan selanjutnya, lalu yang mau dicapai dengan kata “OVERPROUD” ini apa di masa depan? Sama seperti Inferiority Complex yang kita bicaraiin sebelumnya, ini komentar enggak cuman ngerefleksiin itu aja tetapi juga justru bisa jadi pemicu ini sifat di masa depan. Bayangin aja bro, mau bangga aja dikerdilin dulu. Kemana rasa percaya diri sebagai seorang manusia Indonesia? Mau bangga saja dipermalukan. Bagian terburuknya? Orang-orang yang komentar “OVERPROUD” ini seringkali ngerasa lebih keren dari yang lain, seolah-olah mereka di kelas beda yang enggak ngelakuin hal yang sama, dimana mereka jelas manusia Indonesia beda yang hendak datang “meluruskan”. Padahal kenyataannya, tidak demikian.
Lalu datang proses pengkerdilan yang bahkan lebih buruk dari itu. Ada salah satu komentar yang langsung ngajakin gamer-gamer buat ngasih “Bintang Satu” alias review jelek ke A Space for the Unbound semata-mata karena dia dapat review positif. Ini komentar tentu datang dengan satu sikap yang jelas, “KAGAK ADA PRODUK INDONESIA YANG PANTAS BUAT DIHARGAIIN”, yang lebih sedihnya, datang dari orang Indonesia juga. Ini bukan masa penjajahan lho, tapi mental inlander-nya begitu kuat mengakarnya sampai gua gak tahu yang salah siapa. Apa jangan-jangan ini terbentuk karena orang tua yang super kritis? Karena lingkungan sosial? Atau sekali lagi karena pemahaman yang kurang bahwa game tidak harus selalu jadi GTA supaya bisa bagus? Sedih juga bacanya.
Coba Aja Dulu

Sebenarnya solusi dari situasi yang menyedihkan ini cuman satu – berpikiran terbuka. Ini bukan era Playstation 1 dan Playstation 2 lagi dimana kebanyakan game keren itu datang cuman dari Amerika atau Jepang. Kita udah masuk ke dalam zaman berbeda dimana developer dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, udah bisa nunjukin taji mereka tanpa lagi harus terperangkap jarak dan waktu gitu. Kasih kesempatan buat game-game lokal untuk masuk library game lu, kasih kesempatan main, dan lu akan bisa ngerasaiin kualitas yang membuat ini setiap judul emang pantas dibanggaiin dan dirayaiin. Yang lu ketemuin sekarang adalah bayi imut yang merangkak lambat dan baru mau belajar jalan, sebuah umur yang lagi lucu-lucunya. Anak lain udah pada lari-lari di taman emang, namun suatu saat itu juga akan kejadian. Bayangin orang tua yang ngelihat anaknya pertama kali berdiri, bangga, terus post di sosial media cuman dapat komentar “OVERPROUD” dari orang tua lain. Bayangin.
Sudah sepantasnya orang tua lega, senang, dan bangga. OVERPROUD, kepalamu.








