Prediksi Keuntungan Turun, Nintendo Tetap Naikkan Gaji Karyawan 10% di 2023

Jika Anda mengikuti berita terkait ekonomi selama beberapa bulan terakhir, maka kata “resesi” sepertinya menjadi istilah umum yang akan sering Anda temui. Situasi yang ditandai dengan pertumbuhan negara yang menyentuh angka minus tersebut diyakini merupakan efek “terlambat” dari pandemi COVID-19 yang sempat terjadi sebelumnya. Banyak perusahaan raksasa mulai bersiap-siap untuk menyambutnya, termasuk dengan melakukan PHK massal atas nama pengetatan biaya keluar. Situasi yang berbeda justru akan terjadi di banyak perusahaan Jepang, termasuk Nintendo.
Mengikuti saran yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Jepang – Fumio Kishida, Nintendo berencana untuk menaikkan gaji karyawan mereka di Jepang sebesar 10%. Ini merupakan strategi untuk melawan kenaikan inflasi yang cukup tinggi di negeri matahari terbit tersebut. President Nintendo – Shuntaro Furukawa juga percaya bahwa kenaikan ini akan membuat pasar tenaga kerja Nintendo kian kompetitif hingga ia akan banyak dilirik lebih banyak calon pekerja. Uniknya? Hal ini dilakukan di tengah penurunan prediksi keuntungan Nintendo yang lebih rendah 4% dari angka sebelumnya, dari 583 Miliar Yen menjadi “hanya” 480 Miliar Yen.

Nintendo sendiri saat ini belum memiliki rencana konkrit untuk beradaptasi dengan inflasi dengan cara menaikkan harga konsol Nintendo Switch ataupun game-game yang dirilis untuknya. Walaupun demikian, Nintendo tidak lantas akan mengabaikan opsi tersebut jika situasi memang mengharuskan.
Source: Reuters










