Fallout 76 Hapus Langganan Fallout 1st di Xbox Jepang Tanpa Peringatan
Pemain Fallout 76 versi Xbox di Jepang dikejutkan dengan hilangnya langganan Fallout 1st mereka tanpa peringatan dari Bethesda.
Bukan Bethesda namanya bila game dan layanan mereka tanpa ada masalah dan bug. Kali ini layanan premium Fallout 1st di Fallout 76 jadi korban terbarunya, karena sebabkan kontroversi serius di Jepang. Selama beberapa hari terakhir, pemain untuk versi Xbox di Jepang melaporkan langganan Fallout 1st mereka mendadak dihapus tanpa pemberitahuan. Tragisnya, mereka telah membayar dan menggunakannya selama beberapa bulan.
Fallout 1st sendiri merupakan layanan berbayar opsional dari Bethesda Game Studios, yang menawarkan berbagai keuntungan besar, mulai dari Atoms bulanan gratis, kosmetik eksklusif, item base building khusus, kontainer penyimpanan ekstra besar, hingga akses ke private server. Karena dampaknya terhadap kenyamanan bermain, layanan ini kerap dianggap “wajib” bagi pemain aktif, sekaligus sering dikritik sebagai pay-to-win.

Pasca munculnya masalah serius itu, sejumlah pemain Jepang menghubungi dukungan Bethesda dan Xbox setelah kehilangan akses mereka. Jawaban yang diterima justru mengejutkan; Fallout 1st disebut tidak pernah resmi tersedia untuk pengguna Xbox di Jepang, dan keberadaannya selama ini diklaim sebagai “kesalahan distribusi” di Xbox Store. Padahal menurut laporan komunitas, Fallout 1st telah muncul di Xbox Store Jepang sejak April 2024 dan dapat digunakan tanpa kendala hingga akhir tahun 2025.
Ketika tahun baru 2026 datang, langganan tersebut tanpa peringatan lenyap begitu saja. Dampaknya terasa besar, karena pemain yang sudah terbiasa dengan kapasitas penyimpanan ekstra dan fitur quality-of-life Fallout 1st kini harus kembali ke batasan standar. Bagi game live-service yang meminta space inventory berskala besar, kehilangan fitur ini jelas secara drastis menurunkan pengalaman bermain.
Keluhan juga bermunculan di Reddit, dengan beberapa pengguna katakan bahwa komunitas Jepang merupakan kontributor populasi terbesar di server Xbox kawasan Oceania dan Asia Tenggara. Jika masalah ini terus berlanjut, ada kekhawatiran basis pemain Fallout 76 di wilayah tersebut akan menurun drastis.
Menariknya, laporan menyebutkan bahwa pengguna Fallout 1st di Jepang pada platform lain, seperti PlayStation 5 dan PC via Steam tidak mengalami masalah serupa. Hingga kini, baik Bethesda maupun Microsoft belum memberikan penjelasan resmi terkait mengapa layanan ini sempat tersedia di Xbox Jepang selama setahun lebih, dan mengapa pencabutannya dilakukan secara mendadak tanpa komunikasi ke pemain.
Bagaimana menurut Anda mengenai kekacauan yang disebabkan oleh Bethesda terhadap pemain Fallout 76 versi Xbox di Jepang?










