Kreator Console Sega, Hideki Sato, Meninggal Dunia di Usia 77 Tahun
Tokoh legendaris di dunia gaming yang telah berjasa menelurkan console Sega hingga Dreamcast, Hideki Sato, meninggal dunia di umur 77 tahun.
Dunia gaming kembali berduka dengan meninggalnya tokoh legendaris paling berpengaruh di industri console. Hideki Sato yang terkenal sebagai desainer utama di balik berbagai console Sega, meninggal dunia pada 13 Februari 2026 di usia 77 tahun. Berita menyedihkan ini menjadi yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pendiri raksasa gaming itu, David Rosen, juga wafat pada awal Januari 2026.
Kabar duka ini pertama kali dilaporkan oleh media Jepang Beep21 melalui kanal media sosial mereka. Hideki Sato yang secara luas dikenal sebagai “Father of Sega Hardware” ini menjabat sebagai direktur divisi Research and Development pada masa kejayaan perang console di era 1990-an. Berkat jasanya, industri console menjadi berkembang hingga menjadi seperti saat ini.

Salah satu karya paling ikoniknya adalah Sega Genesis, yang juga dikenal sebagai Sega Mega Drive. Pada wawancara retrospektif dengan Famitsu, Sato pernah menjelaskan filosofi desain console tersebut. Ia dan timnya ingin Mega Drive terlihat seperti perangkat audio premium, bukan sekadar mesin video game yang saat itu masih tergolong baru di dunia.
“Karena Mega Drive adalah mesin yang diletakkan di depan TV, konsep kami adalah membuatnya terlihat seperti pemutar audio,” ujarnya. Bodinya dicat hitam dengan tulisan “16BIT” berwarna emas, sebuah detail yang diakuinya menghabiskan banyak biaya, tetapi penting untuk menegaskan statusnya sebagai console 16-bit pertama di rumah, mengalahkan Nintendo yang saat itu masih 8-bit.
Sato juga terlibat dalam desain Sega Dreamcast, console terakhir yang dirilis Sega sebelum akhirnya keluar dari bisnis hardware. Dalam refleksinya, ia mengaku sempat menginginkan desain lebih berbentuk kubus, mirip Nintendo GameCube, serta sangat berharap Dreamcast bisa hadir dengan controller wireless.
“Controller dengan kabel panjang itu mengganggu. Lain kali kami akan buat wireless!” candanya kala itu; sebuah visi yang baru benar-benar menjadi standar industri pada generasi PlayStation 3 dan Xbox 360, berselang 8 tahun dari rilis Dreamcast.
Meski Sega akhirnya beralih menjadi publisher third-party game, warisan desain console buatan Hideki Sato tetap hidup dalam sejarah gaming. Dari estetika Mega Drive hingga inovasi Dreamcast yang revolusioner, kontribusinya membentuk identitas Sega yang tak terlupakan hingga era gaming modern saat ini.
Apakah Anda sempat menikmati memainkan console yang dibangun oleh bapak hardware Sega ini?










