Remedy Entertainment Nobatkan CEO Baru, Veteran Dari EA & CCP Games
Demi sukseskan Control Resonant, Remedy Entertainment angkat CEO baru yang berpengalaman memimpin di EA & CCP Games.
Kegagalan game live service FBC: Firebreak sebabkan kerugian yang cukup besar di badan Remedy Entertainment pada pertengahan 2025 lalu. Saking parahnya sampai CEO saat itu, Tero Virtala, mengundurkan diri dari posisinya sebagai pimpinan studio. Semenjak itu, studio game yang menelurkan Control dan Alan Wake ini dijalankan oleh CEO sementara Markus Mäki, yang menjabat sebagai co-founder studio game itu.
Setelah 4 bulan lamanya studio game itu tanpa pimpinan yang pasti, CEO baru akhirnya dinobatkan. Melalui pengumuman resmi via press release, dewan direksi dari studio itu menunjuk Jean-Charles Gaudechon sebagai CEO barunya, dan resmi menjabat pada 1 Maret 2026 kelak. Sementara itu, Markus Mäki akan meneruskan fungsi sebagai pimpinan sementara.

Pilihan Remedy mengangkat Gaudechon sebagai CEO dilihat oleh beberapa pihak sebagai keputusan yang tepat. Pasalnya, dia memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun memimpin di industri global gaming dan digital entertainment. Beliau bahkan sempat memegang posisi Senior Executive di raksasa gaming seperti Electronic Arts dan juga CCP Games yang terkenal dengan Eve Online.
Pengalaman itu tentunya akan menjadi sangat krusial di 2026 ini, mengingat Control Resonant akan dirilis pada kuartal kedua 2026 dan kesuksesannya akan menentukan nasib dari studio itu. Semoga saja dengan adanya pimpinan yang berpengalaman, Remedy Entertainment tidak lagi mengambil keputusan yang salah di masa depan.
Bagaimana menurut Anda mengenai datangnya pimpinan baru yang memiliki pengalaman di EA dan CCP Games itu?










