Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox
Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari jalan keluar demi mempertahankan kelangsungan studionya.
Harus diakui bahwa gelombang restrukturisasi yang tengah dilakukan Xbox mulai memunculkan konsekuensi yang semakin serius. Setelah laporan mengenai nasib Ninja Theory dan Compulsion Games muncul ke permukaan, kini nama lain yang tak kalah berpengaruh dalam Xbox Game Studios ikut disebut berada dalam posisi yang mengkhawatirkan, yakni Double Fine.
Laporan terbaru dari Insider Gaming menyebut studio yang ada di bawah naungan Xbox Game Studios itu tengah menghadapi ancaman penutupan. Meski demikian, Double Fine disebut masih berusaha mencari jalan keluar. Studio yang dipimpin Tim Schafer tersebut dilaporkan tengah melakukan negosiasi dengan Xbox maupun sejumlah publisher lain demi memastikan masa depannya.

Situasi ini terjadi tidak lama setelah CEO Xbox Asha Sharma mengirim memo internal yang mengindikasikan perubahan besar di dalam perusahaan, termasuk potensi PHK dan penutupan studio. Langkah efisiensi yang dilakukan raksasa gaming tersebut kini mulai menyasar sejumlah tim pengembangan yang selama ini menjadi bagian penting dari portofolio Xbox.
Menariknya, tim developer di Double Fine sempat memberikan respons singkat melalui media sosial terkait situasi yang berkembang. Meski tidak memberikan pernyataan panjang, pesan tersebut semakin memicu spekulasi mengenai masa depan studio yang telah berdiri selama lebih dari dua dekade tersebut.
Performa penjualan beberapa game terakhir Double Fine juga disebut menjadi salah satu faktor yang memperberat situasi mereka. Kiln yang dirilis belum lama ini gagal mencatat kesuksesan besar di pasar. Hal serupa juga dialami Keeper yang hadir setahun sebelumnya, dan tidak mampu menghasilkan performa penjualan yang menonjol.
Menurut laporan terbaru, Double Fine kini tengah mencoba mencari opsi buyout agar dapat melepaskan diri dari Xbox Game Studios, dan melanjutkan operasional secara independen. Sejumlah studio lain dikabarkan juga mempertimbangkan langkah serupa demi menghindari nasib yang sama.
Bagaimana menurut Anda mengenai situasi yang kini dihadapi Double Fine dan sejumlah studio internal Xbox lainnya?










