Sony Patenkan Tombol Controller yang Bisa Mengeras & Melunak
Sony mematenkan teknologi tombol controller yang bisa mengeras dan melunak demi meningkatkan immersive dan juga aksesibilitas pemain.
Bagi Sony dan PlayStation, upaya untuk menghadirkan tingkat immersive yang lebih dalam tampaknya terus menjadi prioritas, baik dari sisi game maupun perangkat kerasnya. Setelah sukses dengan fitur haptic feedback dan adaptive trigger yang bisa ditemui di controller DualSense, raksasa asal Jepang tersebut kini kembali memunculkan ide yang terdengar cukup futuristis melalui sebuah paten baru.
Berdasarkan dokumen paten yang dipublikasikan pada akhir bulan lalu dan ditemukan oleh Cheat Happens, Sony terlihat tengah mengeksplorasi desain controller PlayStation dengan tombol yang dapat berubah tingkat kekerasannya secara dinamis selama bermain. Teknologi tersebut memanfaatkan material komposit pintar yang responsif terhadap medan magnet, sehingga tombol dapat menjadi lebih lunak atau lebih keras sesuai kondisi tertentu di dalam game.

Konsep ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan sensasi immersive di dalam game, mirip seperti peran haptic feedback pada DualSense saat ini. Sebagai contoh, tombol dapat terasa lebih lembut ketika karakter berjalan di area berlumpur atau rawa, lalu menjadi lebih keras saat memanjat permukaan berbatu.
Tak hanya itu, paten tersebut juga menjelaskan efek yang disebut sebagai “Finger Grab”. Dalam skenario ini, tombol dapat melunak sehingga jari pemain sedikit tenggelam ke dalam permukaan tombol, sebelum kemudian mengeras untuk menciptakan sensasi seolah tangan karakter sedang dicengkeram oleh sesuatu di dalam permainan.
Menariknya, kemampuan mengubah tingkat kekerasan tombol ini juga disebut memiliki potensi besar di sektor aksesibilitas. Sony meyakini teknologi tersebut dapat membantu pemain dengan kebutuhan khusus untuk memberikan pengalaman bermain yang jauh lebih nyaman, terutama ketika bermain dalam durasi yang lama.
Tentu saja, seperti banyak paten lain yang didaftarkan perusahaan teknologi itu, tidak ada jaminan bahwa konsep ini akan benar-benar diwujudkan menjadi produk komersial. Sony sendiri dikenal cukup aktif mematenkan berbagai ide eksperimental. Awal tahun ini, mereka juga memperoleh paten untuk controller dengan layar sentuh yang memungkinkan pemain memindahkan posisi tombol secara bebas, termasuk mengubah ukuran D-pad sesuai preferensi.
Di sisi lain, perusahaan tersebut juga terus mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk masa depan ekosistem PlayStation. Beberapa paten terbaru bahkan mengungkap konsep podcast berbasis AI yang menghadirkan karakter game sebagai pembawa acara, hingga teknologi yang memungkinkan game PlayStation dimainkan secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan.
Meski masih sebatas konsep, paten terbaru ini menunjukkan bahwa Sony tampaknya belum kehabisan ide untuk mendefinisikan ulang cara pemain berinteraksi dengan game. Bagaimana menurut Anda? Apakah controller dengan tombol yang bisa mengeras dan melunak ini terdengar menarik, atau justru terlalu aneh untuk diwujudkan?










