Sony Patenkan Tombol Controller yang Bisa Mengeras & Melunak

Reading time:
June 19, 2026
Sony mematenkan teknologi tombol controller yang bisa mengeras dan melunak demi meningkatkan immersive dan juga aksesibilitas pemain.

Bagi Sony dan PlayStation, upaya untuk menghadirkan tingkat immersive yang lebih dalam tampaknya terus menjadi prioritas, baik dari sisi game maupun perangkat kerasnya. Setelah sukses dengan fitur haptic feedback dan adaptive trigger yang bisa ditemui di controller DualSense, raksasa asal Jepang tersebut kini kembali memunculkan ide yang terdengar cukup futuristis melalui sebuah paten baru.

Berdasarkan dokumen paten yang dipublikasikan pada akhir bulan lalu dan ditemukan oleh Cheat Happens, Sony terlihat tengah mengeksplorasi desain controller PlayStation dengan tombol yang dapat berubah tingkat kekerasannya secara dinamis selama bermain. Teknologi tersebut memanfaatkan material komposit pintar yang responsif terhadap medan magnet, sehingga tombol dapat menjadi lebih lunak atau lebih keras sesuai kondisi tertentu di dalam game.

sony playstation
Deskripsi mekanika paten tombol adaptif yang dibuat untuk PlayStation.

Konsep ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan sensasi immersive di dalam game, mirip seperti peran haptic feedback pada DualSense saat ini. Sebagai contoh, tombol dapat terasa lebih lembut ketika karakter berjalan di area berlumpur atau rawa, lalu menjadi lebih keras saat memanjat permukaan berbatu.

Tak hanya itu, paten tersebut juga menjelaskan efek yang disebut sebagai “Finger Grab”. Dalam skenario ini, tombol dapat melunak sehingga jari pemain sedikit tenggelam ke dalam permukaan tombol, sebelum kemudian mengeras untuk menciptakan sensasi seolah tangan karakter sedang dicengkeram oleh sesuatu di dalam permainan.

Menariknya, kemampuan mengubah tingkat kekerasan tombol ini juga disebut memiliki potensi besar di sektor aksesibilitas. Sony meyakini teknologi tersebut dapat membantu pemain dengan kebutuhan khusus untuk memberikan pengalaman bermain yang jauh lebih nyaman, terutama ketika bermain dalam durasi yang lama.

Tentu saja, seperti banyak paten lain yang didaftarkan perusahaan teknologi itu, tidak ada jaminan bahwa konsep ini akan benar-benar diwujudkan menjadi produk komersial. Sony sendiri dikenal cukup aktif mematenkan berbagai ide eksperimental. Awal tahun ini, mereka juga memperoleh paten untuk controller dengan layar sentuh yang memungkinkan pemain memindahkan posisi tombol secara bebas, termasuk mengubah ukuran D-pad sesuai preferensi.

Di sisi lain, perusahaan tersebut juga terus mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk masa depan ekosistem PlayStation. Beberapa paten terbaru bahkan mengungkap konsep podcast berbasis AI yang menghadirkan karakter game sebagai pembawa acara, hingga teknologi yang memungkinkan game PlayStation dimainkan secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan.

Meski masih sebatas konsep, paten terbaru ini menunjukkan bahwa Sony tampaknya belum kehabisan ide untuk mendefinisikan ulang cara pemain berinteraksi dengan game. Bagaimana menurut Anda? Apakah controller dengan tombol yang bisa mengeras dan melunak ini terdengar menarik, atau justru terlalu aneh untuk diwujudkan?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…