Mantan Produser Rockstar Ungkap Alasan GTA 6 Tak Langsung Rilis di PC
Mantan produser Rockstar Games menjelaskan GTA 6 tidak rilis di PC saat peluncuran karena tantangan teknis dan fokus optimalisasi untuk console.
Tidak bisa dipungkiri bahwa absennya versi PC saat peluncuran Grand Theft Auto VI memicu kekecewaan besar di kalangan gamer. Selama ini, tidak sedikit yang meyakini bahwa keputusan Rockstar Games ini murni strategi bisnis, agar pemain membeli game lebih dari sekali. Namun, seorang mantan produser Rockstar justru memberikan sudut pandang yang berbeda.
Melalui sebuah wawancara bersama Kiwi Talks, mantan produser GTA V, John Ricchio, menjelaskan bahwa keputusan merilis GTA 6 lebih dulu di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S bukanlah bentuk pengabaian terhadap komunitas PC. Menurutnya, alasan terbesar justru berkaitan dengan tantangan teknis dalam pengembangan game berskala masif seperti GTA 6.

Ricchio menjelaskan bahwa console menawarkan spesifikasi yang sudah pasti. Tim pengembang mengetahui secara detail kemampuan hardware, batas thermal, hingga karakteristik performanya, sehingga mereka dapat mengoptimalkan game semaksimal mungkin tanpa harus memikirkan ribuan kombinasi prosesor, kartu grafis, hingga konfigurasi PC yang berbeda-beda. Pendekatan tersebut memungkinkan Rockstar memaksimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan pengalaman terbaik di platform yang menjadi target awal.
Ia juga menambahkan bahwa membangun game untuk PC sejak awal, lalu menyesuaikannya ke perangkat yang lebih terbatas bukanlah proses yang mudah. Justru sebaliknya, memulai dari keterbatasan console kemudian meningkatkan kualitas visual untuk PC dianggap jauh lebih efisien.
Bila dibuat untuk PC terlebih dahulu, tim pengembang harus melakukan banyak pekerjaan tambahan, mulai dari mengurangi jarak render, menyederhanakan model, hingga mengoptimalkan berbagai sistem agar tetap berjalan stabil di hardware yang lebih terbatas.
Ricchio bahkan mencontohkan pengalaman Rockstar saat mengembangkan Red Dead Redemption. Ia mengungkapkan bahwa versi PC sebenarnya sempat berjalan di internal studio, tetapi proyek tersebut akhirnya dihentikan karena sumber daya lebih dibutuhkan untuk menyelesaikan GTA V. Baginya, keputusan semacam ini lebih berkaitan dengan prioritas pengembangan daripada sikap anti-PC. “Jika puluhan engineer mengerjakan port PC, berarti mereka tidak mengerjakan proyek utama,” kurang lebih menjadi inti penjelasannya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan strategi Rockstar selama ini. Hampir seluruh seri Grand Theft Auto modern memang lebih dulu hadir di console sebelum akhirnya rilis di PC beberapa waktu kemudian. Dengan GTA 6 yang disebut-sebut mendorong batas teknologi open world, bahkan dikabarkan berpotensi berjalan pada 30 FPS di seluruh console demi menjaga kualitas visualnya, keputusan untuk memusatkan pengembangan pada satu ekosistem terlebih dahulu terasa lebih masuk akal dari sisi teknis.
Meski begitu, penjelasan ini belum tentu mampu meredakan rasa frustrasi para gamer PC yang harus kembali menunggu. Di satu sisi, strategi tersebut bisa menghasilkan versi console yang lebih matang. Di sisi lain, komunitas PC kembali berada dalam posisi yang sama seperti era GTA V dulu, menunggu sambil berharap versi PC tidak memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tiba.
Bagaimana menurut Anda? Apakah alasan teknis ini cukup bisa membenarkan keputusan Rockstar merilis GTA 6 lebih dulu di console, atau seharusnya game sebesar ini sudah mampu hadir serentak di PC?









