Developer ARC Raiders Ungkap Merekam 30 TB Data Pemain Setiap Hari
Developer ARC Raiders mengungkap mereka memproses 30 TB data pemain per harinya untuk matchmaking, anti-cheat, dan balancing gameplay.
Berbeda dengan era game lawas yang tak andalkan koneksi online, data kini telah menjadi salah satu aset yang paling berharga bagi para developer dan publisher. Untuk setiap peluru yang ditembakkan, langkah yang diambil pemain, hingga keputusan untuk menyerang atau menghindari musuh, ada jejak informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan pengalaman bermain. Pertanyaannya, seberapa jauh proses itu dilakukan saat ini?
Embark Studios, developer di balik ARC Raiders, baru-baru ini mengungkap skala sistem analitik yang mereka gunakan untuk memantau jalannya permainan. Melalui sebuah presentasi di konferensi Nexon, data engineer Mattias Andersson menjelaskan bahwa pada saat popularitas ARC Raiders ada di puncaknya, studio tersebut mampu memproses lebih dari 100 miliar event setiap hari, atau sekitar 30 terabyte data per harinya, dengan latensi kurang dari dua detik menggunakan Google BigQuery.

Menurut Andersson, hampir seluruh aktivitas pemain direkam di sana. Mulai dari posisi karakter, lintasan setiap peluru yang ditembakkan, hingga objek yang terkena tembakan. Dengan kata lain, sistem itu benar-benar mengetahui siapa yang menembak lebih dulu, ke mana pemain bergerak, serta bagaimana sebuah baku tembak berlangsung dari awal hingga akhir.
Meski terdengar mengkhawatirkan, Embark menegaskan bahwa tujuan pengumpulan data ini bukan untuk memata-matai pemain secara personal. Data tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan, seperti mendeteksi bug, keseimbangan senjata, meningkatkan sistem anti-cheat, hingga mengembangkan matchmaking yang lebih adil. Misalnya, sistem dapat membedakan pemain yang cenderung agresif dengan mereka yang lebih defensif, lalu mencocokkan mereka dengan lawan yang memiliki karakteristik serupa via sistem matchmaking.
Developer juga menjelaskan bahwa mereka memiliki berbagai alat visualisasi internal, termasuk heatmap dan “round viewer”, yang memungkinkan tim melihat bagaimana pemain menjelajahi peta, area mana yang paling sering menjadi lokasi baku tembak, hingga pola pergerakan yang menunjukkan adanya eksploitasi atau aktivitas mencurigakan. Informasi tersebut menjadi dasar berbagai penyesuaian gameplay melalui update yang dirilis secara berkala.
Praktik semacam ini sebenarnya bukan hal yang unik di industri game. Hampir semua game multiplayer mengumpulkan data telemetri untuk meningkatkan kualitas layanan mereka. Bedanya, sangat sedikit developer yang secara terbuka mengungkap seberapa besar skala data yang mereka olah. Keterbukaan Embark Studios memberikan gambaran bahwa di balik pengalaman multiplayer yang terasa semakin seimbang, terdapat infrastruktur analitik dengan skala yang jauh lebih masif daripada yang dibayangkan banyak pemain.
Bagaimana menurut Anda mengenai adanya pengumpulan data pemain yang begitu masif di ARC Raiders?










