Pokemon Company Dikabarkan Ingin Naikkan Harga Sejak Era Switch
Dokumen bocoran mengungkap The Pokemon Company pernah rencanakan kenaikan harga game mereka sejak era Sword & Shield di Switch pertama.
Rasanya sudah bukan berita baru lagi bahwa harga game AAA terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu banderol USD 60 dianggap sebagai standar, kini harga USD 70 hingga USD 80 mulai menjadi hal yang lumrah. Di tengah perubahan tersebut, ternyata The Pokemon Company dikabarkan sudah memikirkan strategi serupa jauh sebelum tren kenaikan harga terjadi.
Sebuah dokumen internal yang berasal dari kebocoran data besar Game Freak atau Teraleak mengungkap bahwa The Pokemon Company sempat mempertimbangkan untuk menaikkan harga game Pokemon sejak era Pokemon Sword & Shield di Nintendo Switch.

Namun, rencana tersebut akhirnya tidak dijalankan, karena saat itu harga di atas USD 60 belum menjadi standar pasar, khususnya di Amerika Utara. Dokumen tersebut menunjukkan perusahaan memilih mempertahankan harga lama demi memaksimalkan penjualan.
Menariknya, dokumen yang sama juga memperlihatkan bagaimana perusahaan itu menganalisis perilaku konsumennya. Salah satu fokus utama adalah mendorong lebih banyak pemain membeli dua versi game Pokemon sekaligus melalui paket bundle.
Data internal menunjukkan sekitar 41% pemain membeli Pokemon Sun & Moon versi ganda, angka itu meningkat menjadi 50% untuk Ultra Sun & Ultra Moon, sementara Let’s Go Pikachu & Eevee hanya mencatat sekitar 23% pembeli yang memilih kedua versi. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Kebocoran tersebut kembali menjadi sorotan, setelah sebelumnya muncul laporan bahwa Pokemon Winds dan Pokemon Waves, seri utama generasi ke-10 yang dijadwalkan meluncur eksklusif di Nintendo Switch 2 pada 2027, berpotensi dibanderol lebih mahal dibanding pendahulunya.
Meski belum ada harga resmi, berbagai indikasi menunjukkan game tersebut bisa menjadi game Pokemon termahal hingga saat ini. Namun, perlu dicatat bahwa dokumen internal ini mencerminkan rencana pada periode 2018–2020, dan belum tentu menjadi kebijakan yang masih berlaku saat ini.
Menariknya, temuan ini memperlihatkan bahwa strategi penetapan harga ternyata telah dirancang jauh sebelum pasar benar-benar siap menerimanya. Kini, setelah Nintendo dan publisher lain mulai menjual game AAA di kisaran USD 70 hingga USD 80, hambatan yang dulu membuat The Pokemon Company menahan diri tampaknya sudah tidak lagi menjadi masalah.
Meski begitu, harga yang lebih tinggi tentu akan dibarengi ekspektasi yang lebih besar pula. Jika Pokemon Winds dan Pokemon Waves benar-benar menjadi game Pokemon paling mahal saat dirilis nanti, para penggemar tentu berharap peningkatan tersebut diimbangi dengan kualitas teknis, konten, dan inovasi yang sepadan.
Bagaimana menurut Anda? Jika seri Pokemon berikutnya benar-benar dibanderol lebih mahal oleh The Pokemon Company, apakah Anda masih bersedia membelinya? Terutama bila melihat fakta bahwa Nintendo begitu jarang berikan diskon, terutama untuk Pokemon.










