Asosiasi Retail Inggris Kecam Keputusan PlayStation Tinggalkan Game Fisik

Reading time:
July 15, 2026
Asosiasi retail game di Inggris mengecam keputusan PlayStation menghentikan game fisik pada 2028, karena dinilai membatasi pilihan konsumen.

Berkat dorongan tanpa henti dari pemain besar di industri game menuju era serba digital, peralihan menuju distribusi game digital memang terlihat seperti sesuatu yang tak terhindarkan. Akibat semakin banyaknya gamer yang membeli game melalui toko digital, produsen platform kini semakin tinggalkan media fisik, yang biaya produksi dan distribusinya dikatakan terus meningkat. Namun, langkah tersebut tentu saja masih memunculkan perdebatan, terutama ketika pilihan untuk membeli game fisik mulai benar-benar dihapus, seperti yang dilakukan oleh PlayStation.

Gelombang kritik terbaru datang dari Entertainment Retailers Association (ERA), salah satu asosiasi retail terbesar di Inggris yang mewakili berbagai peritel raksasa seperti Amazon, Sainsbury’s, hingga toko game independen. Organisasi tersebut secara terbuka mengecam keputusan Sony untuk menghentikan produksi game PlayStation dalam format fisik mulai 2028. Menurut mereka, keputusan itu bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan mengurangi kebebasan konsumen dalam membeli game.

dualsense sony playstation plus ps6

CEO ERA, Kim Bayley, bahkan menyebut bahwa menghilangkan media fisik bukanlah sebuah kemajuan, melainkan langkah mundur. Ia menekankan bahwa sekitar 25% gamer berusia di bawah 25 tahun di Inggris masih membeli game dalam bentuk fisik. Tak hanya itu, pasar game fisik di Inggris sendiri masih bernilai lebih dari £300 juta (sekitar USD 401,3 juta) di sepanjang 2025, menunjukkan bahwa permintaan terhadap media disc belum benar-benar menghilang.

Keberatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan nasib toko retail. ERA juga menyoroti dampaknya terhadap hak konsumen, mulai dari hilangnya opsi menjual kembali game bekas, meminjamkan koleksi kepada teman, hingga isu pelestarian game untuk jangka panjang. Bagi banyak kolektor, kepemilikan salinan fisik juga memberikan rasa aman karena akses terhadap game tidak sepenuhnya bergantung pada server atau lisensi digital.

Dengan menghapus distribusi disc, raksasa gaming asal Jepang tersebut dapat memangkas biaya produksi, distribusi, sekaligus mengarahkan seluruh transaksi ke PlayStation Store. Namun, langkah tersebut juga memunculkan kekhawatiran bahwa konsumen akan memiliki pilihan yang semakin terbatas dalam membeli game dengan harga kompetitif. Pasalnya, game fisik mampu berikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan versi digital.

Perdebatan ini memperlihatkan bahwa transisi menuju masa depan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepemilikan dan kebebasan konsumen. Meskipun tren pasar bergerak ke arah distribusi digital, reaksi keras dari asosiasi retail dan komunitas gamer menunjukkan bahwa media fisik masih dianggap memiliki nilai yang tidak bisa digantikan.

Bagaimana menurut Anda mengenai kecaman yang dilayangkan oleh ERA terhadap PlayStation itu?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…