Sony Akan Tutup PlayStation Store Untuk PS3 dan PS Vita Secara Bertahap
Sony resmi menutup PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita secara bertahap, tetapi pengguna masih bisa mengunduh ulang game yang telah dibeli.
Bagi banyak gamer, berakhirnya sebuah generasi console bukan hanya soal berhentinya produksi hardware maupun gamenya. Momen yang benar-benar menandai akhir perjalanan sebuah platform justru datang ketika layanan digital yang mendukungnya juga mulai dipensiunkan. Hal inilah yang kini menimpa console klasik PlayStation.
Melalui pengumuman resmi di PlayStation Blog, Sony Interactive Entertainment mengumumkan bahwa PlayStation Store untuk PlayStation 3 dan PlayStation Vita akan ditutup secara bertahap, hingga akhirnya berhenti beroperasi secara global pada Juli 2027. Penutupan akan dimulai di Meksiko, Honduras, dan Nikaragua pada Agustus 2026, sebelum diperluas ke wilayah lain secara bertahap.

Menurut Sony, keputusan tersebut diambil karena sistem pembayaran yang digunakan pada kedua platform itu sudah semakin usang, dan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit untuk dipertahankan. Perusahaan juga menyebut fokus mereka kini sepenuhnya diarahkan untuk terus meningkatkan pengalaman bermain di platform PlayStation yang lebih baru.
Meski toko digitalnya akan ditutup, Sony memastikan pemain tetap dapat mengunduh kembali game, DLC, maupun konten digital yang telah dibeli sebelumnya untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Dengan kata lain, yang akan hilang adalah kemampuan membeli konten baru melalui PlayStation Store, bukan akses terhadap koleksi digital yang sudah dimiliki pengguna.
Bagi komunitas PlayStation, keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan dua platform yang memiliki kenangan tersendiri di hati mereka. PlayStation 3 menjadi console yang memperkenalkan berbagai franchise modern PlayStation sekaligus mendorong layanan digital raksasa gaming itu ke level lebih tinggi. Sementara PS Vita, meski tidak sesukses PSP secara komersial, tetap memiliki basis penggemar yang loyal berkat deretan game eksklusif, dukungan developer independen, serta kemampuannya menjalankan berbagai judul klasik PlayStation.
Di sisi lain, keputusan ini kembali menghidupkan diskusi mengenai pelestarian video game. Ketika sebuah toko digital ditutup, akses terhadap banyak judul yang hanya dirilis secara digital ikut menghilang, baik bagi calon pemain baru maupun pemain yang telah membelinya. Isu ini menjadi semakin relevan setelah Sony juga mengumumkan bahwa seluruh game PlayStation baru akan beralih ke distribusi digital mulai 2028.
Bagi gamer yang masih berencana membeli game digital di PS3 atau PS Vita, waktu yang tersedia kini semakin terbatas. Setelah penutupan resmi dilakukan di masing-masing wilayah, satu-satunya cara menikmati judul yang belum dimiliki kemungkinan hanya melalui salinan fisik, jika memang masih tersedia, atau koleksi digital yang sudah dibeli sebelumnya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah penutupan PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita ini merupakan langkah yang memang sudah waktunya diambil, atau Sony seharusnya tetap mempertahankannya demi pelestarian game klasik?










