MSI Naikkan Harga GPU Lebih dari 20 Persen, Ikuti ASUS dan Gigabyte
MSI dikabarkan ikut menaikkan harga GPU mereka lebih dari 20% akibat krisis DRAM, mengikuti langkah yang diambil oleh ASUS dan Gigabyte.
Akibat kelangkaan komponen memori yang disebabkan oleh perubahan fokus produsen chip demi mengejar kebutuhan datacenter AI, harga GPU dari AMD dan NVIDIA merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup parah. Setelah menaikkan harga jual kepada pabrikan graphic card, kini konsumen yang berangsur menanggung kenaikan harganya.
Menurut laporan terbaru via WccfTech, MSI disebut ikut menaikkan harga sejumlah kartu grafis GeForce RTX di pasar China, hingga lebih dari 20 persen. Hal yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah fakta bahwa MSI bukanlah satu-satunya produsen yang melakukan penyesuaian harga.

ASUS dan Gigabyte juga dilaporkan telah menaikkan lebih dahulu harga GPU mereka sekitar 20 persen di China, dengan beberapa model flagship mengalami peningkatan harga yang jauh lebih besar. Kenaikan dari sisi MSI ini memperlihatkan bahwa tekanan harga mulai terjadi secara luas di antara para board partner NVIDIA dan AMD, bukan sekadar keputusan dari satu perusahaan saja.
Masalahnya kembali bermuara pada memori. Industri AI saat ini menyerap kapasitas produksi DRAM dalam jumlah sangat besar, sementara produsen memori harus membagi sumber daya antara kebutuhan server, akselerator AI, PC, dan perangkat konsumen lainnya. Ketika pasokan untuk pasar gaming semakin kecil, GPU dengan kapasitas VRAM besar otomatis menjadi salah satu produk yang paling rentan mengalami kenaikan harga.
Bagi MSI sendiri, situasi ini sebenarnya bukan sesuatu yang datang secara mendadak. Perusahaan tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa 2026 akan menjadi salah satu tahun tersulit akibat kelangkaan DRAM, komponen GPU, dan meningkatnya tekanan dari pasar AI. MSI bahkan sebelumnya memperkirakan harga sejumlah produk gaming dapat meningkat sekitar 15 hingga 30 persen.
Dampaknya bagi gamer PC cukup jelas. Harga GPU yang semakin tinggi dapat membuat upgrade PC menjadi kurang menarik, terutama ketika peningkatan performa generasi baru tidak sebanding dengan tambahan biaya yang harus dikeluarkan. Situasi ini juga berpotensi membuat lebih banyak gamer bertahan menggunakan GPU lama, membeli kartu grafis bekas, atau menurunkan kelas GPU yang mereka incar.
Pada akhirnya, persoalan GPU saat ini sudah bukan sekadar tentang NVIDIA versus AMD, atau siapa yang menawarkan performa terbaik. Ada faktor yang jauh lebih besar di belakang layar; siapa yang mendapatkan prioritas pasokan memori di tengah ledakan industri AI. Selama kelangkaan tersebut belum mereda, harapan gamer untuk mendapatkan GPU generasi baru dengan harga yang terjangkau tampaknya masih harus ditunda.
Menurut Anda, apakah kenaikan harga GPU seperti ini akan membuat Anda menunda upgrade PC, atau justru menjadi alasan untuk membeli sekarang sebelum harganya naik lebih tinggi?










